
Cindy segera keluar dari mini market begitu keadaan aman. ia tak menyangka jika selebaran yang di tempelkan sepanjang jalan yang merusak pemandangan benar benar adalah tentang dirinya yang menghilang lebih dari tiga minggu yang lalu.
Ia berjalan cepat memasuki gang gang sempit agar sampai ke kost kost annya. begitu tiba di kamar kostnya yang berada di lantai dua. buru buru Cindy masuk kamar dan menguncinya rapat.
"kalau begini terus bagaimana ia akan mencari uang buat biaya hidupnya kedepan. mana lowongan kerja yang sesuai ijazahnya belum ada kabar hingga sekarang". pikirnya.
"kenapa sih papa ngotot banget ngejar ngejar anaknya. terus maksa maksa buat nikahin anaknya sama orang yang hampir seumuran papa". dumelnya kesal.
Cindy masuk ke kamar mandi untuk rasa gerah di tubuhnya dan juga rasa lelah karena berjalan cepat dan terkadang ia berlari lari kecil.
...----------------...
asisten Alex menyerah kan selembar foto seorang gadis yang di katakan teman dekatnya Cindy.
"namanya Merry pak. yang sering bersama dengan nona". ucap sang asisten tersebut.
Alex menarik sudut bibirnya.
"bawa dia kesini segera. dan interogasi dia habis habisan. biasanya yang dekat itu yang bahaya". ucap Alex menyeringai sinis.
__ADS_1
"baik pak". sahut asisten tersebut. dan segera menjalankan titah nya.
sepeninggalnya asistennya sendiri. Alex meremas foto tersebut. ia teringat bagaimana dua minggu ini ia mencari calon istrinya itu. bahkan pernikahan yang seharusnya terjadi seminggu yang lalu harus ia batalkan karena ketidak pastian pihak keluarga perempuan tentang keberadaan Cindy.
"Cindy". desis Alex.
"Darmawan. kalian sudah mempermalukan aku". desisnya geram.
...----------------...
Merry terbangun dari tidurnya. ia melihat keadaan di sekeliling nya. ruangan mewah bahkan furniturenya pun membuat mata yang melihatnya pun menjadi silau karenanya. saking gemerlap nya barang barang yang terdapat di ruangan tersebut.
saking kagum nya ia melihat isi di dalam ruangan tersebut. ia berjalan dan menyusuri setiap rak, sudut dan ruangan yang lain untuk melihat barang barang lain di tempat itu.
ia pun melupakan dirinya bagaimana? kenapa? dan untuk apa dia di bawa ke tempat ini?.
hingga dirinya tiba di depan cermin. ia melihat dirinya sudah di balut gaun tidur mewah yang mungkin jika ia menjual motor maticnya pun ga akan sanggup membayar gaun tidur semahal ini.
ia mematutkan dirinya ke kaca. memperhatikan lekuk tubuhnya yang hampir rata rata seusia dirinya. ia membolak balikkan tubuhnya bahkan ia juga meraba dua bukit kembar miliknya.
__ADS_1
"Merry. how so sweat you are". ia memuji dirinya sendiri.
"I am sexy too like Cindy". pujinya kembali. lalu ia menggoyangkan tubuhnya bak penari erotis seraya memandang dirinya di kaca cermin.
tanpa Merry sadari seseorang yang memiliki apartemen mewah tersebut memperhatikan dirinya dari Cctv laptopnya. ia terkekeh geli dan tertawa tatkala melihat pertunjukan lucu dan nyeleneh dari seorang gadis kecil yang ia temui dalam keadaan mabuk dan muntah muntah semalam di club hotel miliknya.
dan yang membuat ia tertarik adalah gadis tersebut berteriak teriak menyebutkan beberapa nama. entah itu temannya atau pacarnya. karena gadis itu terdengar seperti putus asa.
dan yang lebih parah ketika club akan di tutup. ia marah marah tidak jelas dan menolak keluar dari club hingga membuat keributan. sehingga mau tidak mau dirinya harus turun tangan menangani gadis mabuk tersebut. sehingga berakhirlah gadis tersebut di apartemen mewah miliknya.
ia memang sengaja membawa gadis itu ke apartemen nya. karena besok jika gadis itu bangun ia sendiri yang akan menginterogasi nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
selamat menunaikan ibadah puasa. jangan lupa buat nge like, vote komen and rate.
lanjut ke cerita session dua ya
__ADS_1