Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
perlakuan yang berbeda


__ADS_3

Namira mengelus perutnya yang buncit. ia menggunakan gaun hamil berbahan ciffon dengan kombinasi sutra. rambutnya disanggul kecil dengan aksen tiara kecil di sampingnya. penampilan Namira saat ini begitu memukau penglihatan Justin. ia mendekap istrinya dari belakang dan melihat penampilan mereka berdua di dalam kaca di depannya.


"hari ini kamu cantik banget sayang". puji Justin tulus untuk istri kecilnya


"memangnya kemarin kemarin ga cantik ya? ". celetuk Namira dengan canda


"cantik. cantik banget malah. hanya saja hari ini lebih tambah cantik. mungkin karena ini. ". sahut Justin tulus seraya mengelus perut istrinya yang buncit.


Namira tersenyum dan mengalihkan pandangannya dari kaca ke wajah suaminya langsung dan mengecup pipinya. lalu Justin membalas mencium pipi istrinya.


hari ini acara tujuh bulanan untuk kehamilannya. Justin dan keluarga sepakat merayakannya di kota Bdg. bahkan Justin dan Namira ingin menghabiskan waktu mereka di kota ini hingga anak mereka lahir.


Acara yang di selenggarakan juga tak kalah meriah dengan pesta pernikahan mereka. media tv meliput acara tersebut secara live. banyak tamu undangan dan kolega yang datang untuk mengucapkan selamat kepada pasangan calon ayah ibu tersebut.


Justin yang tak pernah bosan selama acara selalu mendampingi istrinya.


"selamat ya..semoga anaknya lahir selamat dan sehat". para tamu yang berdatangan tak henti hentinya mengucapkan selamat.


Andra datang bersamaan dengan para kolega dan staf dari kantor pusat. ia langsung mengambil posisi enak buat jadi pengamat acara. dan sesekali bidikan ponselnya mengambil gambar dan objek yang dikiranya bagus. dan langsung memposting di insta storynya saat itu juga. ia mencoba mencari kembali bidikan bagus buat fotonya. ketika ia menekan tombol tengah.


"akh..... dasar bety pe ak merusak aja lo". dumel Andra.


lantaran Ningsih tanpa sengaja menutupi objek yang telah di amati Andra sedari tadi. alhasil gambar Ningsih yang terekam di ponsel Andra.


sementara Indra baru saja tiba bersama sang istri. dan juga putri kecil mereka yang masih hitungan bulan.


"aduh cantiknya.. sini oma gendong". Mona menyambut dan langsung menyambar bayi yang di gendong Meyriska


"wah.. ada yang ga sabaran ni jadi nenek". Seloroh Arfan yang ikut menggenggam tangan mungil bayi tersebut


"iya... habis punya anak tunggu di jewer dulu kupingnya baru mau ngerti keinginan mamanya". sungut Mona yang masih menggendong bayinya Indra


Justin yang mendengar omelan mamanya mencebik kesal. sementara Namira tersenyum lucu melihat tingkah sang suami jika dimarahi oleh ibu mertuanya


"jodohnya baru ketemu ma". protes Justin seraya memeluk pinggang sang istri


"alesan kamu Justin. kalo bukan mama sama papa kamu yang turun tangan. masih jadi bujang lapuk kamu sampai sekarang". bantah Mona


mereka yang mendengar omelan Mona tertawa riuh. sedangkan Justin masih bertingkah sama seperti tadi.sedangkan Namira tersenyum lebar seraya menepuk nepuk dada sang suami agar bersabar.


"hallo bu mil". pekik Della. Giska dan Dini.


Namira melambaikan tangannya dan memberi kode pada suami agar bisa di tinggalkan sebentar. Justin mengangguk dan memberikan kebebasan pada sang istri untuk bersenda gurau dengan teman temannya.

__ADS_1


Justin mengantar sang istri menemui teman temannya. setelah saling bertanya kabar ke teman temannya Namira. Justin pamit dan menemui koleganya yang baru tiba.


"beruntung banget punya suami seperti pak Justin". ujar Della yang matanya masih mengekori Justin


"woi. lakik orang. bininya disini". hardik Gisca seraya menunjuk ke Namira.


"iya nih. pingin??". makanya harus punya kualitas diri. supaya punya lakik juga berkualitas. iya kan Nam? ". Dini ikut menimpali


Namira tersenyum lebar melihat tingkah sahabatnya


"itu karna jodoh. jika kita pun udah pacaran lamaaaa banget. dan kita juga merasa berkualitas. tetapi kalau bukan jodohnya. mau di bilang apa? ". ujar Namira


"iya juga sih". sahut Gisca


"eh Nam. udah di usg belum? Dini mengalihkan pembicaraan..


"udah". jawab Namira


"terus hasilnya apa? ". tanya Dini penasaran


"ya Alhamdulilah baik. sehat. normal dan lancar" ujar Namira seraya mengelus perutnya


Dini menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal dan bertanya kembali ke Namira"idiiiih. bukan itu say. maksudku..


"ahhh iya... apa Nam? ". tanya Dini antusias.


"ohhh.. mau tau aja atau pake banget sih? ". goda Namira


"ya banget lah". sahut Dini antusias


"mmmm.. kasih tau ga ya?? ". entar ya aku tanya kak Justin dulu". ucap Namira yang masih terus menggoda sahabatnya


"ya elah.. bu mil masa gitu aja aja mesti ijin lakik. ga asik banget sih". sungut Della


"iya nih. segitu amat ma kita". Dini memonyongkan bibirnya


"atau jangan jangan kamu belum tau ya jenis kelaminnya". tebak Gisca tiba tiba.


Namira sontak memandang Gisca dengan sejuta pertanyaan. bagaimana bisa sahabatnya ini tau jika ia dan suami belum mengetahui jenis kelamin bayinya.


"bener ya kata gue? ". tanya Gisca meyakinkan Namira


Namira menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"hah. kok bisa? ". pekik Dini dan Della


"hussss... berisik amat sih kalian". hardik Gisca


"mau di buat surprise atau bayinya yang sungsang? ".tanya Gisca kembali


"surprise". sahut Namira tersenyum


"ohh.. syukurlah". kupikir bayinya sungsang". balas Gisca tenang


"memang bisa begitu? " tanya Della penasaran


"ya bisalah. posisinya ga beraturan gitu di rahim makanya susah di lihat pake alat". jelas Gisca


"o...lu tau dari mana? ".Tanya Della penasaran


"lu lupa kalo di samping rumahnya Gisca posko bides yang lagi dinas? ".sahut Dini


Della nyengir kuda. sementara Gisca menghela nafas sebal pada sahabatnya.


akhirnya perbincangan mereka berhenti karena Astrid memanggil mereka untuk bergabung dalam pengambilan momen di acara tersebut.


banyak yang antusias untuk berfoto ria bersama bumil yang cantik tersebut. bahkan kecantikan Namira dengan perut buncitnya turut menjadi sorotan kamera para pencari berita entertain.


hal ini tanpa mereka sadari memicu kemarahan dan rasa sakit hati dari seorang Midea yang memandang kebahagiaan sempurna tersebut dari layar kaca apartemen suaminya.


ia melempar remote tv tersebut ke arah monitor flat tv yang menempel rapi di dinding apartemen tersebut.


berbulan bulan ia mencari tau tempat tinggal suaminya yang di luar negri. dengan menyewa seorang detektif swasta melalui kenalannya yang ada di luar negeri.


ZONK. itulah yang di dapatkan Dea selama ini. ia merasa di bohongi oleh orang orang terdekat Justin. Dea menertawakan kebodohan nya sendiri yang masih mudah percaya kepada orang lain di bandingkan insting nya sendiri.


"B**g*aaaaat. br**g**k semuanya". teriak Dea mengumpat kesal.


rasa frustasi mulai menyelimutinya.


ia mengacak rambut keritingnya yang mulai tak beraturan akibat kurangnya perawatan. ia tertawa terbahak bahak tetapi air matanya terus saja mengalir.


sakit. itulah yang di rasakan Midea. di campakkan, di buang. memang sedari awal menikah tidak pernah sekalipun ada yang menganggap dirinya. sungguh perlakuan yang sangat berbeda antara dirinya dengan Namira yang selalu berlimpah cinta dan sayang dari orang orang di sekitarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


berikan cinta kalian untuk penulis berupa like vote n komen....

__ADS_1


__ADS_2