
Justin bergegas menuruni helikopternya dan segera pulang kerumah orang tuanya. ia masuk kerumah dan mendapati mamanya tersedu sedan. di temani papanya.
"dimana dia sekarang ma?".tanya Justin
"sudah pergi nak. mama ga tau mesti buat apalagi. mama terpaksa ngasih keycard apartemen kamu". dia udah sempatin posting foto foto kamu ke sosial medianya". isak Mona.
"dia minta tinggal dirumah ini. mama ga mau Justin. mama ga mau rumah yang mama bangun dan di penuhi kenangan masa kecil kamu harus ternoda karna dia". lanjut Mona
"kamu urus dulu perempuan itu Justin. jangan sampai dia buat masalah lagi. masalah foto yang sudah terposting. papa sudah menghubungi bagian IT untuk mengurusnya.". Ucap Arfan
...----------------...
Dea yang baru tiba di apartemen Justin. dengan segerombolan koper dan tasnya. ia melihat sekeliling dan merebahkan dirinya di sofa. ia menghela nafas panjang. rasa penat melanda karena ia harus mengepak seluruh barang barangnya di apartemennya.
tiga hari yang lalu..
setelah proses pernikahannya yang mendadak. Evan menghubunginya untuk datang ke Agency.
"ini penting Dea.kenapa kau menolak permintaan tante Sonya."ucap Evan
Dea mengernyitkan dahinya. ini di luar dari kebiasaan Evan yang tak pernah memaksanya untuk menentukan kencan panas. tapi kali ini seorang Evan. terlebih tante Sonya yang sudah seminggu yang lalu berkali kali memaksanya untuk menemani mr. Aqio selama seminggu di Eropa.
Dea tau jika selama ini Dirinya sangat kurang dalam mendapatkan kontrak eklusive semenjak Kehl Bio company alias Ceo Justin. yang tak lain adalah suami dadakannya sendiri menolak menggunakan Dirinya sebagai model dari produk mereka.
entah apa yang membuat Dea terlalu emosi tadi pagi ketika Evan menghubungi dia lagi. Evan masih bersikeras membujuknya dengan permintaan yang sama seminggu yang lalu. Dea menolak keras hingga terjadilah pertengkaran hebat antara dirinya dan Evan.
alhasil saat itu juga Evan langsung menyuruhnya meninggalkan aset aset Evan dan membayar keseluruhan biaya yang di keluarkan Evan selama Dea dalam asuhannya. dan seketika itu juga Dea di wajibkan membayar keseluruhan penalti yang berhubungan dengan mr. Aqio.
tak hanya itu Rekening Dea di bekukan oleh Evan seketika itu juga. bahkan apartemen yang Dea tinggali juga harus terpaksa di lelang untuk menutupi keseluruhan kontrak penaltinya. tanpa di beri kesempatan untuk melunasi hutang penalti. Dea di datangi beberapa bodyguard Evan dan di seret keluar dari sana.
__ADS_1
mungkin Evan memang tak membutuhkan dirinya lagi. makanya ia di tendang dari apartemennya sendiri.
Alhasil dalam waktu tiga hari Dea menjadi gelandangan. hanya satu apartemen dengan atas nama MAMA ysng tersisa. bukannya Dea tak mau tinggal disitu. hanya saja tempatnya terlalu jauh dari kota.
Dan disinilah Dea sekarang memutuskan nekad tinggal di apartemen suami paksanya. setelah sore tadi pun bertengkar dengan mamanya Justin. yang memang benar benar membenci dirinya. karena dianggap menghancurkan masa depan anaknya.
pintu apartemen terbuka. Dea melihat Justin masuk dengan wajah yang penuh amarah. seperti tau apa yang akan di lakukan Justin padanya. Dea mengambil parfum hasil racikannya dan menyemprotkan ke arahJustin perlahan.
Bau parfum yang sering di pakai Justin menyeruak harum. Dea melihat Justin mendekat padanya. tatapan matanya yang tajam. mulai perlahan menjadi sendu dan bernafsu.
Justin menangkup tubuh Dea dan menerkamnya langsung di sana. di atas sofa Mereka bergumul kembali dalam permainan panas dan kasar. bahkan berlanjut hingga tiga kali di kamar Justin.
Dea tersenyum menang. karna bagaimanapun yang diinginkan olehnya adalah Justin seorang. bahkan ia berharap dirinya segera hamil. agar ia dan Justin memiliki keterikatan satu sama lain. yaitu anak.
...----------------...
"ahhh ****".makinya. ia merutuki dirinya sendiri yang bisa kembali jatuh dalam pelukan wanita iblis itu.
Niat dia sedari awal hanya ingin memberi pelajaran pada perempuan tersebut. serta mengusir dari apartemennya. tetapi kenyataan justru sebaliknya malah dia yang terjebak kembali.
Pintu kamar mandi terbuka. ia melihat Dea dengan bathrobe miliknya. rambut keritingnya yang basah di biarkan terurai begitu saja.
Dea tersenyum padanya. tetapi Justin mengalihkan pandangannya ke arah lain. dan berlalu menuju kamar mandi. dan menutupnya keras.
Dea tidak ambil peduli. baginya sekarang ia telah menikah. Dea yakin jika lambat laun Justin akan membuka hati untuk dirinya.
Dea turun dari kamar Justin menuju dapur. Dea berniat menyiapkan sarapan untuk suaminya mulai hari ini.
Dea menyiapkan sarapan yang berbahan dasar dari roti. ia akan membuat sandwich dengan kocokan telur dan sayuran yang di cetak dengan teflon panas. lalu ia memangganggnya sebentar bersama roti. lalu roti tersebut ia lapisi dengan selembar keju, smoked beef dan telur cetak yang telah di bagi empat bagian. tak lupa dengan saus tomat dan mayonaise di atasnya.
__ADS_1
Dea menata meja makan ia meletakkan dua piring sandwich tadi dengan dua gelas susu murni yang terdapat di lemari es. ia hanya cukup menghangatkannya saja.
Justin turun menuruni tangga dengan tergesa gesa. hari ini perjanjian kontrak baru dengan para investor untuk pabriknya yang ke tiga.
ia melihat Dea yang menunggunya di meja makan. Justin sempat melirik sarapan yang di buat Dea. karena dirasakan benci yang amat dalam. apapun yang dilakukan Dea padanya tak ada yang menarik baginya.
Justin berlalu begitu saja dari hadapan Dea. ia langsung membuka pintu apartemen dan bergegas keluar. memasuki lift menuju parkiran.
"selidiki ini". Justin melempar pelan sebuah botol pada Alan. begitu ia memasuki mobilnya. ia menghempaskan dirinya di jok belakang.
...----------------...
Justin menyelesaikan rapat dengan investor baru dengan baik. Justin kembali ke ruangannya. yang tak lama kemudian di susul Alan masuk ke ruangan Justin.
"ini laporannya yang bapak minta tadi pagi".Alan menyerahkan sebuah amplop yang berlogokan sebuah nama lab terbesar dengan hasil tercepat dan akurat di Jkt.
"k***ng a**r. dasar wanita kotor". maki Justin
ia meremas kuat hasil lab tersebut.ia semakin membenci istrinya. betapa tidak, selama ini ia di bodohi oleh perempuan itu. setiap dia ingin memberinya pelajaran sungguhan. akan tetapi malah berakhir di atas ranjang.
maka dari itu tadi pagi ia bertekad mencari tau isi di dalam mini bag Dea. ia mengernyitkan dahinya. ia begitu penasaran pada botol kecil tersebut. ia mencium leher botol tersebut. wanginya seperti dengan parfum miliknya.
Justin mengambil parfum tersebut dan mengantonginya. ia berniat untuk menyelidiki kandungan di botol tersebut.
sementara di apartemen Dea mencari botol parfum yang di raciknya. Justin memperhatikan tingkah Dea dari layar monitor yang terhubung pada cctv apartemennya.
Justin tersenyum sinis. karena ia tau kalau Dea pasti akan mencari barang yang diambilnya tadi pagi.
"boooom.Dea!". lambat laun apa yang kau sembunyikan pasti akan terbongkar. b****ke.. b****ke.. ". ujar Justin smirk.
__ADS_1