
Mona yang mendengar dan melihat semua bukti yang di tunjukkan pada Justin mulai luluh dan menatap tajam kepada Dea.
Dea yang di tatap sedemikian rupa oleh ibunya Justin mulai ketar ketir hatinya. tetapi ia bersikap setenang mungkin di hadapan mereka. walaupun Alan berada di hadapannya.
...----------------...
Alan terjaga dari tidurnya dan ia menggelengkan kepalanya serta mengerjapkan matanya. ia melihat dirinya terkurung di ruang Janitor.
ia menertawakan dirinya yang bisa dengan mudah kecolongan dua kali dengan perempuan yang sama.
Alan berhasil keluar dari ruang janitor dan mancoba menghubungi Justin. ia mencari ponselnya di rata saku jas dan celana yang ia gunakan. tetapi tak bertemu.
Alan berjalan cepat menuju ruang pribadi Justin walaupun masih sempoyongan. ia melihat pintu ruangan kantor Justin terbuka. dengan segera ia memeriksa ruangan tersebut dan mendengar keributan di kamar pribadi bossnya.
Alan mencari tau dan melihat Dea sedang bersama Justin di atas ranjang dalam posisi di dalam selimut. sementara Justin sedang di pukuli mona dengan guling berkali kali.
Alan yang langsung mengerti permasalahan nya. segera mengumpulkan bukti untuk segera di berikan pada Mona.
...----------------...
"aku hamil".jawab Dea tenang
fb off
seminggu yang lalu..
Dea memeriksakan diri ke rumah sakit. Dea berpura pura mengeluarkan air seninya di kamar mandi. padahal hari hari sebelumnya ia telah mencuri air seni beberapa pasien hamil di rumah sakit lain. dan memeriksakan sendiri di mini labnya. ia mengambil air seni yang sesuai dengan tanggal kehamilan yang di rencanakan.
ia menyerahkan air seni tersebut untuk di buat laporan kehamilan atas namanya. ia menyempatkan diri untuk mengubah dan mencuri hasil usg pasien lain untuk bisa meyakinkan kehamilannya.
fb on
"aku hamil". Dea mengulang perkataannya dengan tenang
Justin, Alan, Arfan dan Mona terhenyak dan menatap Dea secara bersamaan.
Justin tertawa mengejek. sementara Alan mengernyitkan dahi.
"aku kemari untuk memberitahukan itu. tetapi kamu malah membawaku ke ranjangmu".ucap Dea dengan nada di buat setenang mungkin.
"hah. apa kamu yakin itu anak aku!! ". sanggah Justin.
Dea mengeluarkan beberapa kertas dari mini bagnya. berupa hasil usg dan hasil tes rumah sakit yang mengacu pada pembenaran bahwa dirinya benar benar hamil.
Justin dengan segera mengambilnya dan melihat keseluruhan isi kertas tersebut. ia menggeleng pelan seraya berdecih.
Mona yang penasaran akan isi kertas tersebut langsung merebutnya dari Justin. ia melebarkan matanya. dan meremas kertas tersebut.
__ADS_1
Arfan yang memperhatikan gelagat sang istri, mendekatinya dan mengambil kertas yang di remas istrinya.
ia merapikan sejenak dan membacanya. ia pun menarik nafas dalam.
"justin! ". Arfan memanggil putranya, dengan maksud meminta penjelasan.
Justin yang menatap Dea tajam menjawab pertanyaan papanya tanpa menoleh ke papanya
"itu bukan anak ku pa! ".
"Justin!!! ". bentak Mona.
"mama ga tau berapa kali kalian melakukannya di belakang mama. mama pikir kamu emang beneran di fitnah. tapi tadi . kalau bukan dengan mata kepala mama sendiri yang liat. kamu juga bakalan menyangkalkan?! ". lanjut mona dengan penekanan.
"dia bukan perempuan baik baik ma. perempuan ini udah banyak main sama om om di luar sana".
Mona menarik nafasnya." lalu kenapa dia datang nyari kamu dan nunjukkin hasil tesnya sama mama. hah".
"apa yang kamu cari?!. Arfan membuka suaranya seraya menatap Dea tajam
"
"aku tidak ingin apapun. aku hanya ingin ayah dari anak ini menikahiku sekarang". jawab Dea tanpa ragu.
"cihhh.. udah gila lo!! ". ujar Justin dengan ketus.
"Justin!!! ". tegur mona dan Arfan bersamaan.
Justin meraup kasar wajahnya. ia begitu geram melihat wanita di hadapannya. jika bukan karna ada mama dan papanya sekarang. mungkin sudah dari tadi ia mencekik wanita ini.
"aku ingin menikah saat ini juga"!!. aku ga punya waktu buat dengarin perdebatan kalian". ucap Dea
"jika kamu ga nikahin aku sekarang juga"!!. Dea menghentikan bicaranya
"lu mau gugurin kandungan lu. silahkan!!. aku dengan senang hati membayar biaya rumah sakitnya sekalian perawatan persalinan lu. karena gue emang ga sudi benih gue tumbuh di rahim lu! ". remeh Justin.
"Justin???!!". bentak mona.
Dea menghidupkan layar monitor cctv yang berada di ruangan Justin.
Justin memelototkan matanya dengan rasa tak percaya apa yang ia lihat. video pergumulan panas yang terjadi sebelumnya dan bahkan foto foto vulgar dirinya dengan wanita di hadapannya memang benar nyata adanya.
begitu pun Alan. ia segera memalingkan wajahnya ke arah lain.
Mona tak kuasa memandang gejolak emosi seketika itu juga dengan berderai air mata menampar putranya sendiri. sementara Arfan menarik kasar kabel listrik yang berhubungan langsung dengan monitor.
Justin benar benar tak kuasa menahan emosinya setelah di tampar oleh ibu kandungnya sendiri.
__ADS_1
entah salah apa dia dimasa lalunya. sehingga mendapat karma seperti ini. bertemu wanita gila dan tak punya malu seperti Dea. yang menampakkan auratnya sendiri di hadapan orang banyak.
"ini akan tersebar di seluruh dunia. jika kau menolak menikahiku sekarang". lanjut Dea tenang.
tak ada lagi yang harus Dea pertimbangkan sedari tiga bulan yang lalu. ia telah memperhitungkan dengan matang kapan dan bagaimana pernikahan antara dirinya dan Justin harus terjadi sekarang.
"wanita yang benar benar tak punya rasa malu!" hina Justin
Dea menarik kecil sudut bibirnya.
"rasa malu?". bathinnya.
baginya rasa malu sudah tak ada lagi semenjak dia terjun ke dunia model sexy. semua mata di seluruh duniapun mungkin telah melihat auratnya.
jadi baginya mudah saja menyebarkan apa yang dia rencanakan selama ini ke seluruh dunia. ditambah keintiman yang Justin berikan hari ini padanya.
Mona dan Arfan saling bersitatap mendengar ancaman Dea. mereka yang melihat Dea yang begitu tenang tanpa ada keraguan sedikitpun menjadi ciut hatinya.
bagi mereka kehormatan keluarga yang utama. karna selama ini mereka selalu mewanti wanti Justin jangan pernah bermain dengan wanita.
untuk itulah mereka selalu berusaha mencari jodoh untuk Justin. ketika Justin di kabarkan akan menikahi anak teman mereka. mereka pun antusias menerimanya.
tetapi sekarang ada seorang wanita yang tak punya malu bahkan cenderung gila ingin menikahi anaknya detik ini juga lantaran mengaku hamil anak Justin, putra mereka satu satunya.
entah salah apa yang mereka perbuat di masa lalu hingga menerima karma yang sebegini parah.
Mona juga tak sanggup membayangkan jika foto dan video tersebut tersebar di seluruh negri bahkan dunia. hal ini akan mengancam kehormatan keluarga mereka khususnya Justin sebagai Ceo dari tiga perusahaan yang ia bangun dengan susah payah selama beberapa tahun ini. dan otomatis Justin bakalan terdepak juga dari jabatannya.
karna bagaimanapun. bukannya Mona tak pernah mendengar dari beberapa pemegang saham. bahwa Justin harus di ganti karena berbagai alasan yang mereka utarakan. di karenakan iri dan dengki hati.
dan sekarang jika masalah hari ini timbul ke permukaan. bukankah akan mengancam seluruh keluarga dan bahkan Justin.
Mona terduduk lemas dan matanya terasa berat dan menggelap.
"Mona!!". Arfan memanggil sang istri dan membaringkan di Sofa.
Justin dan Alan panik seketika melihat pemandangan tersebut. dan menghampiri Mona
sementara Dea berusaha terlihat tenang meskipun hatinya terselip rasa iba..
...----------------...
Nah lho Dea... nekat amat sih jadi orang..
jangan lupa like vote n komen kalian ya..
biar semangat terus nulisnya...
__ADS_1