Jelajah Cinta To Andromeda

Jelajah Cinta To Andromeda
JCTA # 31. KAUM HAWA OH KAUM HAWA


__ADS_3

Shania menggerakan kaki dan lututnya yang cukup pegal, lama-lama jongkok di usia tua kok lumayan bikin engsel karatan, kayanya persendiannya itu butuh pelumas, entah itu oli top 7 atau Yamacarlo.


Di sebelahnya Gale dengan menggendong Arion tak mau ketinggalan merapat di dinding kaya toke, jika dulu kalo urusan menguping begini hanya melibatkan generasi pertama dan kedua, sekarang generasi ketiga pun diikut sertakan, entah memang stelan jiwa kekepoan mereka melebihi ambang batas normal. Si kembar sudah berjongkok paling bawah demi mengetahui apa yang tengah dilakukan oleh om kesayangannya bersama gadis cantik namun aneh, kali aja kan mereka lagi mainan bekel.


"Ehek--ehek!" rengek Arion saja tau jika perbuatan oma, bunda, dan kedua kakak kembarnya adalah kejahatan yang hakiki, menguping adalah tindakan kriminiiilll ! !


"Suttt!" Afifah dan Aliyah menekan telunjuk, "dedek jangan berisik ih! Bunda kesana deh, lagian kerajinan amat nguping!" omel Afifah, Galexia berdecak lalu apa yang mereka lakukan? Rujakan sambil nonton?!


Fatur hanya menggaruk keningnya melihat kaum perempuan keluarga Mahesa, terutama istri dan anak-anaknya.


"Heran gue sama pak Arka sama Fatur, liat tuh emak-emak sama bocah...ngapain coba? Bapak belum gila kan, pak? Ngga kebawa-bawa ngga bener kan, pak?" tanya Guntur. Deni tertawa sambil mendorong kepala Guntur, "Mamak Sha udah bawaan orok kaya gitu, yang mestinya di tanya Fatur, lo masih sehat kan Tur? Ngga butuh obat darah tinggi, liat generasi mama mertua lu?"


Fatur menyunggingkan senyuman miring, bukan ia tak mau melarang, namun jika disana ada Shania maka ia tak bisa berbuat apa-apa, toh ada sosok yang menjadi panutan Gale dan si kembar, "Le, itu anak-anak masa kamu kasih conto ngga bener?"


"Ngga apa-apa bang, justru ini Gale sama anak-anak lagi menjaga fitnah!" jawabnya ada saja.


"Sha!" panggil Arka menghela nafasnya.


Shania nyengir saat tatapan suaminya menajam, "mas ih! Suttt!"


"Kakak Gale bener mas, kita lagi menjaga biar ngga timbul fitnah. Kali aja Andro khilaf? Yang namanya dua-duaan kalo ada setan nyamber ikut mojok gimana? Daripada harus digerebek kepala sekolah, ya mendingan sama istri kepala sekolahnya lah!" jelas Shania, cerdas si oma ini!


"Tos oma!" Afifah dan Aliyah mengulurkan hi--five'nya.


"That's right! Momy panutanku!" imbuh Gale memberikan jempol ke arah Shania.


"Saravv, ini mah dari orangtuanya udah miring ke kiri," imbuh Guntur tertawa, ia mendorong laptop ke depan Deni, menunjukan hasil kerjanya.


"Yang satu bussines woman, yang satu dokter anak, tapi sayang dua-duanya ngga waras!" Deni ikut bersuara.


"Onta tau ngga, di dunia ini butuh orang-orang crazy biar dunia ngga sepi!" balas Gale.


Arka kembali menggelengkam kepalanya sementara Deni hanya bisa tertawa tanpa suara mendengar perdebatan di depan mereka, sudah jelas the winner is emak dan anak itu!


"Udah lah Den, ngga akan menang debat sama ambulan, uwiw---uwiw terus," jawab Guntur, ia beranjak rupanya onta gledek ini penasaran juga dengan apa yang terjadi dengan si jomblowan dan jomblowati di halaman belakang sana, Andro emang bukan tipe cowok romantis persis bapaknya, masa ngajakin cewek ngobrol di deket kandang si Denok!

__ADS_1


"Apa katanya mi?" bisik Gale sambil menimang-nimang agar Arion mau diam dan anteng diajakin nguping. Ia bahkan sudah mengangkat Arion dan menggelitiki perutnya dengan ujung hidung agar Arion tak cranky.


"Ck, ngga kedengeran! Makanya kamu jangan bawa Arion ah!" Shania menajamkan pendengaran seraya membawa seluruh rambutnya ke belakang telinga, biar lebih clear.


"Si om nanyain udah punya pacar belum sama si kakak kartini!" jawab Aliyah.


"Iya. Kamu udah punya pacar lagi belum, cenah!" angguk Afifah menyetujui informasi adiknya.


"Hah? Kaku amat!" timpal Guntur malah jadi ikut nguping.


"Anak gue kok mirip banget bapaknya sih?!" alis Shania berkerut.


"Maklumin aja mi, Andro kan belum pernah punya pacar lagi sejak jamannya harga kangkung 500 perak," jawab Gale.


Pfftttt! Mereka menahan tawa yang hampir meledak.


"Sepuh amat, Le! Ngga sepi tuh hati, mirip kuburan!" balas Guntur.


"Ehekk---Ehekkk!"


"Ck! Bunda kesana deh, nanti ketauan om Andro nih!" cebik Afifah kesal diangguki Aliyah. Namun baru saja mereka berkata seperti itu, bahkan bibirnya saja masih basah, tiba-tiba Afifah memegang punggungnya yang terasa dingin dan basah.


"Apaan nih?!"


"Dek Liyah kamu ngences apa keringetan sih?! Basah tau!"


Aliyah ikut memegang punggungnya juga yang ikut basah, "Ih apaan kak Fifah nih!"


Keduanya mendongak ke arah belakang dan membeliakan mata, "astaga bundaaa!!!" keduanya langsung berdiri dan menjauh manakala menemukan Arion yang menggelinjang kegelian akibat mengompol.


"Eh!" Gale menjauhkan Arion dari bagian bajunya.


Fatur tertawa kencang, Andro dan Kanaya pun cukup terkejut dan menghentikan interview bodong itu karena keributan kecil yang ngga sampai bacok-bacokan di balik pintu kaca ruang makan.


"Ada apa sih?!" Andro menghampiri.

__ADS_1


"Aaahhhhh! Dedek pipi sin akuuu ih! Ngga suka ahhhh, Arion Rizki Al-Laillllll! " jerit Afifah melompat-lompat menepis-nepis bagian baju belakangnya sambil mewek, begitupun Aliyah yang berlari ke arah kamar mandi.


Gale tertawa, "ganti baju kaka, dek Liyah sayang...mandi sekalian,"


"Nah kan, karmanya tuh! Dibayar tunai!" imbuh Fatur.


"Kalian ngapain disini?" tanya Andro.


"Nguping tuh Ndro!" jawab Fatur, Andro hanya bisa geleng-geleng tak habis pikir dengan kelakuan Gale dan si kembar, lalu kemana Shania? Tanpa disadari ia sudah duduk sejak tadi di samping Arka dan menggelayuti tangannya manis, "ck! Ck! Kakak kamu tuh, suka want to know aja! Katanya biar kamu ngga digerebek kepala sekolah!" Shania bersuara.


"Ih momy! Apaan deh, momy juga tadi nguping disini!" jawab Gale tak terima, karena niatan menguping membuatnya lupa memasang kembali pampers Arion.


Kanaya tersenyum melihat kehangatan keluarga Andromeda, sejauh ini ia belum dapat memastikan seperti apa karakter mereka tapi yang bisa ia rasakan adalah, mereka memang baik.


Gale melirik sebentar ke arah Kanaya dan tersenyum, lalu kemudian menarik lengan kaos adiknya, "lo gimana sih brother?! Masa mau nembak cewek nanya udah punya pacar lagi belum?! Garing tau ngga?!"


Andro menarik alisnya ke atas sebelah, "emang siapa yang mau nembak dia?"


Gale setengah berbisik dengan geram, "ya elo lah, masa ayah?!"


"Gue mau langsung to the point, ngajak nikah. Ngapain mesti nembak segala kaya abg..." ujar Andro enteng, bukan ia namun Gale yang setengah terkejut sampai memukul bahu kekar Andro, "yang bener aja! Lo ngajak cewek kawin kaya ngajakin maen ular tangga aja, liat dulu sifat dia gimana, luar dalam! Keluarganya," geram si kakak seraya memelo rotkan celana putra bungsunya dengan mudah, terang saja baginya itu mudah, melor otin celana Fatur aja udah ahli!


Andro menghela nafas, "gue udah tau kak Le. Selama gue kenal beberapa hari udah cukup gue mengenal keluarga dan pribadi juga karakter dia."


"Ngga mau pacaran dulu gitu?! Kalo dia ngga mau gimana? Lo kira dia bakalan langsung syukuran gitu sambil joget ala cheerleader lo todong begitu? Yang ada dia lompat ke jurang!" sarkas Gale.


"Sekarang gue tanya, lo cinta sama dia?"


Andro diam....


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2