
.
.
.
"Killa kamu sudah balik?" Sambut sang mama yang sedang menjahit kain
"Ah iya ma..."jawab Killa
"Loh Reza-nya mana?" Tanya mamanya sambil menengok ke pintu
"Eh..itu tadi dia aku suruh balik" ucap killa berbohong
"Kenapa suruh balik? Biar dia mampir dulu kesini"
"Ga usah, lagian katanya dia lagi capek,...hmm kok mama tau aku balik sama Reza?"
"Oh tadi Oma telepon mama kamu balik sama Reza" ucap mama Killa
"Ohh Oma toh..." beonya
"Iya"
"~ ternyata dia ngga bohong" batin Killa tersenyum
"Kamu ganti baju sana terus mandi biar seger" suruh mama nya
"Ah iya ma.." kata Killa langsung pergi.
Saat sampai kamar Killa langsung mengistirahatkan tubuh nya di kasur kecilnya ia rasanya sangat lelah hari ini.padahal kalau tidak ada Reza ia mungkin sudah kabur dari rumahnya dan entah lagi dimana ia sekarang.
"Gapapa besok aja masih ada kesempatan" Ucapnya, lalu tiba-tiba handphone Killa berbunyi.
"Nomor tak dikenal? Siapasih iseng banget..." Ucap Killa dan langsung mematikan handphone nya. Tapi handphone nya justru berbunyi terus padahal ia tidak tahu ini nomor milik siapa jadi dia malas mengangkat nya takut orang aneh yang ingin melakukan tipuan kepadanya.
"Ahhhh berisik siapa sih kurang kerjaan banget Dahlah mode pesawat aja!!!" Ucap Killa kesal lalu mama nya pun memanggil nya dari luar kamar
"Killa kamu lagi apa??? Bisa bantu mama bentar? Didepan ada yang mengetuk pintu tolong bukakan Killa mama lagi di toilet"
"Ah iya maa..." Kata Killa keluar dari kamar nya dan membukakan pintu ternyata seorang kurir pengantar barang
"Permisi dengan mbak kailla"
"Iya saya sendiri ada apa ya mas?"
"Oh ini mbak ada kiriman kue dari ibu Meira"
"Ibu Meira?"
"Silakan mba tanda tangan"
"Oh iya mas"
"Terima kasih mba kalau begitu saya pergi dulu, permisi"
"Iya mas hati-hati" ucap Killa kepada mas kurir itu dan langsung masuk kedalam rumah
"Siapa tadi Killa?" Tanya mama nya
"Orang nganterin barang dari Tante Meira" jawab Killa sambil memperlihatkan sebuah kotak cantik berwarna biru
"Oh ya?!! apa isinya?"
"Katanya kue" ucap Killa
"Kalau begitu bukalah"
__ADS_1
"Iya ma" lalu Killa pun membuka kotak berisi kue tersebut dan memperlihatkan sebuah kue coklat yang sangat cantik selain itu juga ada sebuah amplop berisi surat dari Tante Meira.
"Ada surat dari Tante Meira ma"
"Coba kamu baca"
"Ok..." Lalu Killa pun mulai membuka surat itu dan membaca nya
Untuk anak ku kailla tersayang....
Assalamualaikum kailla tersayang...
Bagaimana kabar mu semoga kamu
selalu diberikan kesehatan dan
keselamatan termasuk keluarga mu
Maaf ya untuk masalah kemarin bunda
Harap kamu mau mengerti
Oh iya ini kue untuk kamu
Tadinya mau bunda suruh Reza yang
Mengantarkan tapi dia sudah pergi
Duluan ke sekolah kamu ^\_^
Dimakan ya sayang anggap saja
Ini untuk menggantikan kue yang
kemarin rusak oleh Reza
Titip salam buat mama dan bapa mu
Ok tetap semangat Kailla jangan
bersedih
Dan teruslah semangat belajar ok!!
Bunda tau kamu anak yang kuat
Dari bunda Meira...
"Katanya gitu maa Tante meira titip salam buat mama sama bapa terus ini kue buat aku" kata kailla
"Oh ya coba mama lihat" ucap mamanya dan mengambil surat dari tangan Killa
"Mama punya nomor Tante Meira?" Tanya Killa ke mamanya yang sedang membaca surat
"Punya kenapa emang?" Jawabannya
"Oh kalau begitu bilang terima kasih buat kue ini"
"Itu sudah pasti"
"Ehmm mama Ama Tante Meira udah kenal dari kapan?" Tanya Killa lagi sambil mengambil pisau untuk memotong kue
"Dari kecil mama udah main Ama dia Mulu" jawab mama Killa
"Ohh pantesan kata Oma mama Ama Tante meira sering main bareng" kata Killa sambil memberikan pisau ke mamanya
"Bukan bareng lagi... sekolah aja sama tempatnya, Ampe dia punya suami juga mama tau" kata mamanya
__ADS_1
"Berarti kata Oma bener donk"
"Iyalah Oma mu bener dulu nenek kamu sama Oma Deket banget jadi mama sering ketemu Meira jadinya akrab deh"
"Ohh"
"Terus awalnya tu mama Ama Meira mau dijodohin tapi ya gara-gara sama-sama perempuan ga jadi"
"Oma juga bilang begitu" ucap killa
"Iya jadi mama minta maaf ya Killa mama tidak bermaksud... awalnya mama sama Tante Meira udah coba bilang tapi Oma itu tipe keras kepala jadi susah dibilangin"
"Iya aku tau.."
"Tapi gapapa kan toh Reza Tampan ini udah gitu pinter lagi pokoknya cocok Ama kamu"tambah mama nya sambil tersenyum
"Hhhhhh~ tampan sih tampan mama aja belom liat kelakuan aslinya kaya apa nyebelin banget" batin Killa tidak merespon dan hanya diam
"Yaudah makan sana kuenya kasian Tante Meira" suruh mamanya menyodorkan kue yang telah dipotong
"Iya aku tau lagian sayang dibuang kue mahal begini" jawab Killa ia ingat dengan kejadian waktu itu saat pertama kali bertemu dengan Reza
"~ oh kenangan kelam kenapa harus ingat lagi sih..." Batinya
"Iya tapi mama minta ya sisain juga buat bapa"
"Ambil semua juga boleh aku takut ada peletnya haha" ledek Killa aneh
"Hei gaboleh ngomong begitu..."
"Kan siapa tau maa"
"Kamu ini, oh iya katanya Reza bakal jemput kamu lagi besok" ucap mama ya sambil memakan kue coklat
"Hah apa jemput lagi???!!!" Teriak Killa kaget mendengar besok akan dijemput lagi oleh orang yang menyebalkan
"Iya Oma ngechat mama tadi"
"Bilang aja kaga usah aku mau balik sendiri"
"Kamu bilang aja"
"Killa mana punya nomornya maaa!!"
"Nih mama kasih" kata mamanya
"Ga perlu, ribet" jawabannya nanti yang ada malah nyusahin pikir killa
"Hhh yaudah yang penting mama udah kasih tau"
"Lagian ngapain sih dijemput rumah dia kan jauh ngapain pake kesekolah Killa abisin bensin aja" kesal Killa
"Biarin aja sih kan enak dijemput Ama orang ganteng" ucap mama nya memuji Reza
"Maa plis mama ga tau dia kaya gemana" ucap Killa menyadarkan mama nya ia tidak tahu saja kalau sikap Reza sama sekali tidak sopan ke Killa dan mama nya bilang dia anak yang baik-baik ya ampun ingin sekali dia memarahi mama nya ini
"Hmm??"
"Udahlah Killa mau kekamar bt!!! Killa bawa nih kuenya sedikit" kesal Killa dan mengambil kue coklat untuk dimakan nya dikamar
"Yaudah Sono" ucap mama nya tidak mengerti dengan kelakuan putrinya satu ini
"Dasar...." Lalu Killa pun masuk kekamar nya dan memakan kue cokelat pemberian bunda Meira
****
TBC
__ADS_1