JODOH KU

JODOH KU
DITEMPAT UMUM


__ADS_3

Seperti tak memiliki harga diri, dengan suara lantang nada menjerit meminta angga untuk menikahi dirinya. Berdiri didepan meja angga yang baru saja selesai meeting.


"Aku mau mas nikahin aku, segera karena aku sudah hamil anak mas."


Angga yang awalnya cuek tak perduli dengan ocehan yang nada ucapkan sontak saja dibuat terkejut dengan pengakuan nada yang mengaku sedang hamil anaknya.


Bagaimana bisa hamil pikir angga, menyentuh ujung kulitnya saja angga tak pernah apalagi sampai membuat bayi.


"Pulang nada, sebelum saya minta petugas keamanan mengusir kamu secara tidak hormat dari sini."


Dengan menahan amarah angga masih berusaha bersikap santun mengingat nada adalah seorang wanita. Tapi sepertinya nada tak mengerti sopan satun dan memaksa angga untuk melakukan hal kasar padanya.


"Aku ga akan pergi sebelum mas angga tentukan tanggal pernikahan kita. Sekarang,"


Agus yang menemani angga meeting sudah sejak tadi tak sabaran ingin menyeret nada dari sana.


"Pak" bisik agus yang berdiri disebelah angga.

__ADS_1


"Hmm, lakukan apa saja terserah kamu gus. Saya lelah"


Memilih duduk dan mengabaikan semua perkataan nada yang semakin membuat mereka menjadi tontonan banyak orang. Restoran sedang ramai, kebetulan jam makan siang jadi banyak pengunjung yang berada disana.


"Mas, aku akan buat kamu malu sekalian kalau kamu tetap diam seperti ini." Nada terus mengancam.


"Martabatmu sebagai wanita ada dimana? Buktikan jika kamu memang hamil anak saya. Bawa saja permasalahan ini ke pihak berwajib karena saya tidak pernah merasa menghamili kamu dan saya tidak akan mau bertanggung jawab. Lebih baik kamu pergi dari sini, saya lelah meladeni orang seperti kamu."


"Dan berbicara soal membuat malu. Yang seharusnya malu itu kamu, kenapa sampai mau dihamili padahal belum menikah. Wanita baik-baik kah kamu?"


Telak, jawaban angga membungkam mulut nada. Dan saat itu juga agus datang dengan dua satpam yanh sudah siap untuk membawa nada keluar dari sana secara paksa.


Dengan menebalkan muka, angga meminta maaf pada kolega kerjanya yang juga menyaksikan bagaimana drama yang nada lakukan. Mereka memaklumi tapi angga tak tau apakah hal itu akan berpengaruh pada kerjasama mereka selanjutnya.


.


.

__ADS_1


"Pak"


"Percaya saja gus, kalau memang mereka percaya melalui kinerja kita selama ini hal tadi tidak akan berpengaruh sama sekali. Tapi jika mereka menganggap hal tadi itu adalah dampak buruk bagi kelangsungan perusahaan mereka ya sudah pasrahkan saja."


Angga langsung bisa menebak kegamangan diwajah agus.


"Semoga saja mereka selektif dalam menilai."


"Hmm, semoga saja."


"Saya lelah, meladeni masalah yang mama timbulkan. Pekerjaan kita sedang menumpuk tapi gangguan seperti itu terus saja muncul tak tau tempat."


"Yang sabar pak."


"Paling nanti kalau papa miskin baru mama menyesal. Berurusan dengan mama tidak akan pernah ada habisnya, mama itu susah dibelokkan kalau sudah punya kemauan." Kembali angga menghembuskan nafas berat, kebahagiaannya menjadi orang tua baru harus diselingi dengan permasalahan yang tetap membuat dirinya pusing.


Obrolan angga dan agus terus berlanjut, membahas mengenai beberapa pekerjaan dan tentunya ada cerita bagaimana perasaan angga yang menjadi orang tua baru. Tuhan selalu menyelingi peliknya permasalahan hidup dengan suatu hal yang masih bisa membuat tersenyum.

__ADS_1


__________


__ADS_2