
.
.
"~ini bukan warteg pinggir jalan!!! ini mah restoran gede!!! Kenapa dia kesini??"batin seorang perempuan dengan muka aneh nya disebuah restoran.
"Udah milihnya?" Tanya laki-laki disampingnya.
"Ehh??? Ah belum...."Jawabnya terbata-bata sambil melihat menu.
"~ yaa ampunn!!!, ini mahal semua emang dia ada uang buat bayar ini??"batinya lagi.
"Hhh Lo lama, udah biar gw aja yang pesenin"kata Reza melihat Killa yang bingung mau pesen apa.
"Hah??"
"Mas permisi"panggil Reza ke seorang pelayan.
"Iya dek ada apa?"tanya pelayan.
"Yang ini 2 ya mas Ama minumanya" kata Reza lagi.
"Oh yang ini,ok tunggu ya" jawab pelayan
Itu.
"Dah ayok duduk"kata Reza diikuti Killa dibelakangnya.
"Ah ok..." Jawab Killa bingung, ia baru pertama kali makan disebuah restoran jauh dari rumahnya apalagi restoran mahal.
Setelah itu Reza dan Killa pun menuju sebuah meja dipojok dekat dengan kaca besar dan duduk disana.kebetulan restoran ini belum terlalu ramai yah mungkin masih sore jadi belum banyak orang.
"Kamu pesen apa??" Tanya Killa berusaha tidak gugup.
"Tar juga elo tau" jawab Reza sambil memainkan hp-nya malas.
"Iya..."jawab Killa singkat.ia baru kali ini makan di restoran bersama laki-laki makanya tidak heran kalau dia sangat gugup dan lagi banyak perempuan direstoran ini yang melihat Reza dari tadi ia jadi seperti ubur-ubur kecil yang tidak percaya diri.
"Reza..." Kata Killa berusaha mencairkan suasana.
"Hmm..."jawab Reza malas.
"Kok kita kesini?"tanya Killa lagi.
"Kenapa emang?"ucap Reza tidak berpaling dari HP-nya.
"Ehh gak kenapa' sih tapi ini jauh banget dari rumah saya nanti kamu capek lagi"ujar Killa khawatir.
"Gak papa"kata Reza santai.
"padahal kamu ga usah jauh-jauh kalo kamu mau makan, tadi didekat sekolah saya ada warung makan,gak mahal lagi..."kata Killa ia terkejut ia kira Reza mau bawa dia kemana tadi.makanya selama diperjalanan ia selalu berdoa diberi perlindungan dan keselamatan agar tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
"Gak mau,gak biasa gw"jawab Reza datar
"Kamu harus biasa,kalo lagi gak punya uang kan kita jadi terbiasa hidup sederhana jadinya" kata Killa menyarankan.
"Hhh iya..iya tapi gw udah terlanjur milih ini tempat, masa iya harus balik lagi"ujar Reza mulai kesal.
"Ya gak juga sih...tapi ini mahal Rez kamu emang bawa uang??" Tanya Killa takut.
"Ngga bawa"
"Dihhh yang benar?" Ucap Killa terkejut.
"Ya bawalah masa ngga, terus gw beli bensin pake apa tadi?pake daun gitu!!?" Kata Reza kesal dengan cewek aneh ini.
__ADS_1
"Itu takutnya uang kamu habis buat beli makanan ini"
"Yaelah gapapa gak bakal habis elo tentang aja,dah diem gw makin laper kalo diajak ngomong...ehmm...apa perlu gw makan elo dulu buat penunda laper??" Ucap Reza sambil menyeringai melihat Killa.
"Apa?makan saya? Ohh iya!!!nih tadi saya bawa minuman penunda lapar kalo mau ambil aja, bentar ada di tas" kata Killa polos lalu mengambil minumanya di tas.
"Nih Rez ambil aja,lagian kamu tau aja saya beli ini tadi"kata Killa sambil memberikan minuman penunda lapar.hemm sepertinya ia tidak mengerti arti kata-kata Reza tadi.
"......"
"Loh muka kamu kenapa?"kata Killa yang melihat wajah Reza aneh.
"Gak,Lo polos apa rada-rada??"tanya Reza malas.
"Menurut kamu saya bagaimana?"
"Dua-duanya..." kata Reza spontan dan mengambil minuman yang diberikan killa.
"Tukan kamu nyebelin, harusnya saya langsung balik tadi"kesal Killa.
"Balik aja Sono gw ikhlas" jawab Reza sambil tersenyum.
"Giliran udah nyampe sini baru suruh balik...kamu aneh emang"jawab Killa dengan kesal.
"Hehh?,kaya elo ga aneh aja"ucap Reza sambil menaikkan alisnya heran.
"Emang saya aneh?"tanya killa ia mulai kesal lagi sebab ia dikatai Mulu oleh Reza.entah itu nenek-nenek,aneh,dan banyak lagi apa segitu bencinya ia dengan killa?
"Banget..." Jawabnya santai.
"Apa kam..." Ucap Killa namun berhasil dipotong karena pelayan sudah datang membawakan makanan.
"Permisi ini makanannya..." Kata pelayan.
"Ya..." Jawab Reza.
"Ga ada mas,makasih oh iya jangan panggil saya adek..." Ucap Reza.
"Ah... maafkan saya"
"Iya gapapa"
"Kalau ada lagi anda bisa panggil saya ya" kata pelayan itu dan pergi meninggalkan Reza dan Killa berdua.
"Kenapa kamu ngga mau dipanggil adek?"tanya Killa ke Reza.
"Ga suka gw,keliatan muda" jawab Reza malas.
"Tapi kan kamu emang masih muda apalagi umur kamu Ama mas-nya beda jauh" ucap Killa.
"Yaa gw ga suka aja"
"Padahal imut loh dipanggil adek" kata Killa ia merasa Reza kalo dipanggil adek kaya anak kecil gitu apalagi umurnya dibawah Killa.
"Gw gak imut!! dah makan gw laper" kata Reza mulai memakan makanannya.
"Okk..." Ucap Killa dan mulai makan.
"~ini steak ya... kok Mirip sama rendang yang ada di warung Padang Deket rumah saya sih? Cuma agak gedean dikit..."batin Killa.
"Kenapa?" Tanya Reza ia merasa Killa hanya memperhatikan makananya.
"Ehmm...ini makanya bagaimana?"tanya Killa malu ia belum pernah makan seperti ini sebelumnya.
"Pake Piso yang ada di situ Ama garpu"jawab Reza datar.
__ADS_1
"Oh kaya yang ditvi itu?" tanya Killa
"Yaa..." Jawab Reza.
"Ok..." Lalu Killa pun mencoba memotong steak itu seperti yang dilakukan di TV-TV rumahnya.tapi ia merasa sangat susah berbeda saat ia melihat di tv yang gampang banget.
"~kok susah sih... perasaan di tv gampang" batin Killa ia tidak tahu kalau Reza melihatnya dari tadi sambil menahan tawanya.
"Lo lucu ya..." Beo Reza tersenyum tanpa Killa sadari.
"Hah??"
"Bisa ga??" Tanya Reza.
"Hmm...bisa kok"jawab Killa malu.
"Yang bener?" Tanya Reza datar.
"Iya bener" kata Killa spontan padahal aslinya ngga bisa
"Hhh sini kalo ngga bisa gw potongin" ujar Reza dan mengambil piring milik Killa.
"Ehh?? Ga usah kamu makan aja" kata Killa terkejut ia malu banget sekarang.
"Kelamaan kalo gitu,dah diem aja" ucap Reza tidak peduli dan memotong steak milik killa. Dan tanpa Killa sadari jantungnya berdegup tidak karuan
"Hmm Lo kenapa??" Tanya Reza yang melihat muka Killa memerah.
"Ah...ngga..gak papa kok haha..." jawab Killa gugup.
"Oh..."
...
"Hei lihatlah dua anak muda itu...manis banget gak sih??" Kata seseorang kepada temannya.
"Iya benar apalagi cowoknya itu ganteng banget" jawab temannya lagi.
"Wah aku iri dengan pasangan disana itu..." Ucap seseorang lagi yang melihat tingkah Reza dan killa.
"Yang aku juga mau digituin" begitulah reaksi orang-orang yang melihat Reza dan killa.
....
"Ok nih udah..." Kata Reza dan memberikan piring milik Killa.
"Ma... makasih" jawab Killa ia merasa sekarang ia menjadi pusat perhatian orang yang ada disitu.
"Hmm..."
"Wah...kamu hebat bisa makan kaya begini" ujar Killa melihat potongan daging yang sudah diiris rapih oleh Reza untuknya.
"Kan gw udah bilang udah biasa makan kaya begini" kata Reza sombong
"Iya..." Jawab Killa malas dan mulai memakan makanannya tidak lupa ia berdoa dulu.
"~wahh enak banget" batin Killa tersenyum.
"Enak?" Tanya Reza yang melihat ekspresi Killa yang tersenyum seperti anak kecil.
"Iya enak banget!!"kata Killa spontan.
"Yaudah abisin yaa..." Ujar Reza lembut sambil tersenyum manis membuat Killa geer, baru kali ini melihat tingkah Reza seperti itu.
"Eh i..iyaa" kata Killa malu entah kenapa jantungnya selalu berdetak hari ini.
__ADS_1
***