JODOH KU

JODOH KU
PULANG


__ADS_3

Tak terduga, angga harus mengikuti sebuah jamuan disebuah club malam. Sudah menolak tapi angga tak bisa mengelak, dengan terpaksa angga akhirnya ikut dan duduk dengan wajah menahan geram. Ternyata saat sampai disana mereka hanya disuguhkan minuman beralkohol dan ditemani oleh wanita penghibur. Tanpa diduga, saat dirinya sedang berada disana nadia menelpon dengan panggilan video.


"Mati aku."


Terpaksa angga pergi ke toilet untuk bersembunyi dan mengangkat panggilan dari istrinya.


"Ya sayang." Dengan wajah tegang angga mengangkat telpon.


"Mas dimana? Ngapain di toilet? Kenapa ada suara musik kencang begitu?"


Diberondong pertanyaan angga hanya bisa diam tak berani menjawab.


"Mas" bentak nadia.


"Ya sayang, ya."


"Mas lagi dimana ini?"


"Hmm, di toilet ini."

__ADS_1


"Mas"


"Di diskotik, diajakin sama yang lain."


"Pulang sekarang!"


Tut


Panggilan terputus begitu saja membuat angga mengelus dada. Yakin sampai di indonesia nanti dirinya akan mendapatkan hukuman dari sang istri.


"Mati aku, macam betina marah."


Nadia paling tak menyukai jika angga sudah berada dalam lingkungan wanita malam dan alkohol karena jika satu kali merasakan maka akan seterusnya terjerumus dilubang hitam tersebut.


Belum sampai dipintu keluar diskotik ponsel angga sudah menampilkan pesan email berisikan tiket kepulangannya ke indonesia dalam waktu dua jam kedepan. Power of emak emak, terbukti ampuh dan tidak terkalahkan.


"Pak, langsung saja ke bandara. Barang-barang pak angga sudah dikemasi oleh pihak hotel dan diantarkan langsung ke bandara sekarang."


Pesan singkat dari agus membuat angga mencebik kesal. Sejak dua hari lalu dirinya meminta agus untuk memulangkan dirinya tapi tak digubris tapi begitu nadia yang berbicara semua langsung terjadi dan terlaksana dengan mudah.

__ADS_1


"Bosnya si agus ini gue apa bini gue sih."


Gerutu angga sambil mencegat taksi didepannya.


"Airport."


Angga duduk gelisah dikursi penumpang saat taksi meluncur menuju bandara. Hukuman apa yang akan ia terima setelah sampai nanti. Tidur diluar atau tidak mendapatkan jatah atau apa, hal hal itulah yang terus berkeliaran dikepala angga sejak tadi.


"Mampus mampus, didalem sana gue ga ngapa-ngapain tapi besok sampe rumah habis gue ditebas sama nadia."


Tak pernah lupa, nadia pernah marah besar saat mengetahui angga mencoba sebuah minuman beralkohol karena rasa penasarannya terhadap minuman haram tersebut. Walau tak sampai mabuk tapi hampir selama satu minggu nadia marah dan mengabaikan dirinya. Susah payah merayu dan berjanji tidak akan pernah mau terlibat dengan dua hal yang jelas jelas nadia benci akhirnya nadia mau memaafkan.


"Mana nadia ga suka disogok kayak nadira lagi, duh pake cara apa nanti ini."


Angga memijat pelipisnya yang mulai terasa pening. Belum makan malam ditambah masalah yang menanti membuat angga jadi semakin pusing.


"Harus ngopi sih ini nanti kalau udah sampe bandara. Mana pake kemeja gini, astaga."


Sementara di indonesia nadia duduk di tepian ranjang sambil meremas ponselnya. Setelah menelpon agus nadia langsung duduk terdiam dengan perasaan campur aduk. Sadar betul pekerjaan suaminya tidak mungkin bisa dijauhkan dengan gemerlapnya dunia malam tapi nadia berusaha keras agar angga tak sekali kali sampai terlibat didalamnya. Ketakutan seorang istri memang selaku berlebihan biasanya tapi jangan lupakan jika yang istri lakukan adalah untuk kebaikan keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Maafkan aku mas, harus ikut campur dalam urusan pekerjaan mas. Tapi kalau sudah untuk hal ini aku ga akan pernah tinggal diam."


__________


__ADS_2