JODOH KU

JODOH KU
PAPA SUDAH SEHAT MA


__ADS_3

Angga yang terlalu lama libur karena kesehatannya ditambah kehamilan nadia yang semakin membesar saat ini sedang getol merayu nadia. Sepulangnya angga dari kantor, tak semenit pun angga melepaskan istrinya. Bahkan sampai mandi pun angga belum karena rayuannya pada nadia belum juga berhasil.


"Papa sudah sehat ma, kalau mama ga percaya ayo kita coba dulu makanya."


Antara kesal bercampur lucu, nadia hanya bisa mengulum senyum mendengar perkataan suaminya.


"Mas, udah ih. Mandi dulu sana."


"Tapi nanti mau ya? Mumpung ayank dibawa pergi sama ibu."


Nadia tetap dengan gelengan kepalanya.


"Ck, nanti jadi odol ini." Rengek angga lagi dan sontak saja nadia menyemburkan tawanya.


"Masih sore mas, udah ah sana mandi dulu. Terus kita makan, aku laper banget."


Melangkahkan kaki malas, angga masuk kedalam kamar mandi. Angga berlama-lama didalam kamar mandi padahal ia hanya duduk diatas kloset guna menetralkan gejolak didalam tubuhnya yang sudah terlanjur bangkit.


"Coba dihitung dulu, sudah berapa lama ini si otong libur."


Angga sedang sibuk mengingat kapan terakhir kali dirinya dan nadia berhubungan suami istri. Nadia pun tengah sibuk diruang ganti mencari pakaian dinas yang sekiranya masih muat ditubuhnya.


"Duh, udah pada sempit."


Sekitar lima baju dinas sudah nadia coba dan semuanya tidak muat. Beruntung nadia masih memiliki dua pakaian lagi yang belum dicoba dan beruntungnya yang berwarna hitam muat ditubuhnya yang sudah mengembang sempurna akibat kehamilannya.

__ADS_1


"Duh kayak gajah." Nadia mematut dirinya di cermin.


"Apa pakai daster aja ya?"


"Tapi pengen pakai yang beginian."


Wajah nadia bersemu merah, tentu saja nadia tidak lupa kalau angga sangat menyukai saat nadia mengenakan pakaian dinas. Momen seperti ini tentu membuat nadia maupun angga merasa rindu dan kali ini nadia ingin mengulanginya kembali.


.


.


"Waw" dari pantulan cermin angga bisa melihat bagaimana penampilan nadia malam ini. Walau perutnya sudah membuncit dan berat badan nadia bertambah entah berapa kilogram tapi bagi angga nadia tetap seksi dan menarik.


"Mama"


"Jelek ya? Aku gendut banget, semuanya ga muay cuma ada ini aja." Ucap nadia dengan wajah malu malu.


"Mama cantik, papa suka."


Angga berjalan mendekat dan langsung memeluk nadia dari samping. Walau sekarang tangan angga tak bisa menangkup tubuh nadia sepenuhnya seperti sebelum nadia hamil anak kedua.


"Hmm, wangi. Duh, ga sabar."


Pelan tapi pasti, angga menyelesaikan tugasnya sebagai suami. Mereka berdua saling memeluk satu sama lain setelah angga berhasil selesai setelah bermain selama 15menit. Tak lama karena mengingat kondisi nadia yang sedang hamil besar.

__ADS_1


"Adek gerak mas."


"Senang ya nak habis papa tengokin?"


"Au, aduh."


Nadia menghadiahkan cubitan di lengan suaminya.


"Ngomongnya suka gitu. Ga bagus mas didengar sama anak."


"Adek juga belum keluar dia juga mana ngerti."


"Ih, dikasih tau yang bener juga." Nadia langsung memasang wajah cemberut.


"Iya iya, maaf besok ga gitu lagi. Jangan ngambek ya sayang, baru juga enak enak masak sekarang ngambek sih."


"Mas ih" mendengar perkataan angga malah membuat nadia bertambah kesal.


"Mama ngambek dek, apa kurang kali ya?"


Bugh


"Au, sakit sayang."


"Ngomongnya mas ini, kok gitu terus sih. Ngeselin ih."

__ADS_1


"Hehehe" angga memeluk nadia yang terlihat kesal karena diledek.


__________


__ADS_2