JODOH KU

JODOH KU
VIII skip


__ADS_3

.


.


.


"Inaaa!!" Panggil seseorang disebuah kelas


"Ya ada apa?" Jawab seorang perempuan yg biasa dipanggil ina


"Hemmm aku mau ngomong sama kamu.." tanya perempuan yang bernama April


"Ngomong aja " sambung nya datar dan fokus membaca buku


"Gemana ya aku malu"


"Gausah malu kan biasanya malu maluin"


Ledeknya sambil tersenyum


"Ihhh apa sih kamu" kesal april


"Hahaha canda kok ada apa? hm.." tanyanya dengan serius


"Gini kan kita teman baik ya kan?"


"Emang iya ya?"


"Tuh kan kamu mah ngeselin!!!"


"Iya... emang ada apa?"


"Gini kita udah lama jadi teman terus kita pasti akan menikah" ucap nya pede namun yg ditanya malah menaikkan alisnya heran


"Hmm, kalo itu ga tau"


"Ihhh pasti kawin kita!!!" Bentaknya


"Kalo ngga bagaimana?"


"Aku kawinin kamu"


"Eits cewe Ama cewe kaga boleh pamali"


"Ya Ama laki lah ngeselin banget sih"


"Iya deh maaf terus ada apa?"


"Nah kalo menikah kan pasti punya anak tu"


"Tergantung, kalo Tuhan mengizinkan"


"Hhhhhhh iyaaaa deh tapi kalo misalnya kita punya anak beda jenis kelamin aku mau anak aku ama kamu jadi kita"

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Menikah gitu loh"


"Emang dia mau dijodohin gitu"


"Pasti mau"


"Tapi kan harus ada rasa suka di antaranya dulu" jawab ina serius


"Nanti bakal ada kok!!! Mama aku juga dijodohin Ama papa aku padahal ga saling suka tapi sekarang mesra banget"kata April meyakinkannya


"Itu kan mama papa kamu"


"Pasti ada kok kita lakukan pendekatan"


"Aku ga abis fikir ama otak kamu "


"Keren kan kamu mau yaa"


"Aku ga berani jamin"


"Dihhh ayolah kan kalo mereka menikah kita jadi saudara bukan sahabat lagiii"


"Sekarang aku dah anggap kamu saudara kok"


"Beda ini mah!!! Ayo donk mau yaa plisss"


"Iya sih... dah itu bisa nanti"


"Hhhhhhh serah kamu aja" begitulah respon nya malas meledeni temannya yang aneh.


Beberapa tahun pun berlalu dan tak terasa kedua sahabat itu akhirnya menikah dan memiliki anak namun anaknya ternyata memiliki kelamin yang sama yaitu perempuan.


"Wahhhh sepertinya keinginan kamu tidak terkabul ya hehe" ledek seseorang kepada temannya


"Hmmm ini gara² kamu" kesal april karena keinginan nya belum terwujud


"Makanya ga bakal mungkin kita bisa mengawinkan anak kita"


"Bisaaaaaaaa aku lagi hamil kali ini pasti laki-laki!!!"


"Oh ya emang udah USG?"


"Belum tapi pasti laki-laki" jawabannya mantap


"Yaudah aku tunggu oke"


"Iya liat aja"


Dan ternyata malah perempuan lagi yang keluar. Kasian sekali ya mungkin belum jodoh ^_^


"Hhhhhhh kayanya aku ama kamu ga boleh jadi saudara ya" ucap April lesu karena yang diharapkan tidak sesuai

__ADS_1


"Boleh kok buktinya kita akrab sampai sekarang terus anak kita juga jadi teman baik kan?" Kata Ina menyemangati teman nya


"Iya sih tapi aku maunya aku Ama kamu jadi kita gitu" rengek nya seperti anak kecil


"Gapapa kok mungkin belum takdirnya"


"Kamu hamil lagi dong nanti nikahin noh anak aku" suruh April aneh


"Enak banget ya ngomong"


"Abis anak kamu satu doank kan siapa tau kalo kamu hamil lagi anaknya laki"


"Amin... tapi udah ga bisa kamu kan tau rahim aku lemah jadi belum ada jaminan aku bisa punya anak lagi"


"Iya sih sabar ya aku turut prihatin" katanya menyesal


"Gapapa punya satu juga bagus kok nanti kan dia menikah dan punya anak siapa tau anaknya banyak" ucap Ina sambil meminum cangkir teh


"Nah ituuu bener kamu" teriak April yg membuat Ina dan tentu saja anak-anak mereka yang sedang bermain ikut kaget


"Bener apa?" Tanya April dia merasa aneh dengan sikap temannya ini padahal sudah punya anak 2 tapi kelakuan seperti anak kecil kalau berada didekatnya


"Kalo anak kita menikah dia bakalan punya anak nah kita kawinin aja cucu aku ama cucu kamu" ucap nya spontan


"Lah bisa gitu"


"Bisalah aku pinter kan"


"Ehmm ga tau deh... Tapi kalo sama lagi bagaimana?"


"Cicit kita"


"Ya Allah Ampe kesitu"


"Iya kalo sama lagi tungguin lagi Ampe 7 turunan"


"Hei umur kita udah ga ada lah"


"Aku suruh anak aku"


"Kalo mereka mau... Kalo ngga?"


"Pasti mau harus" jawabannya lantang


"Yaudah lah liat aja nanti" katanya lagi menurut saja dengan temannya satu ini.


Tahun pun berlalu anak-anak mereka pun sudah dewasa dan memiliki anak dan kedua sahabat ini sudah menua tapi keinginan untuk menikahkan putra Putrinya masih ada dan tidak berubah dan entah ini takdir atau bukan anak mereka melahirkan anak yang memiliki jenis kelamin berbeda.


namun takdir berkata lain Ina sang sahabat harus pergi duluan karena sakit yang dideritanya.padahal ia belum sempat melihat cucu perempuannya tumbuh dewasa.sedangkan april yang tahu sahabatnya meninggal sangat terpuruk dan bersedih. teryata takdir mempermainkan keduanya semudah itu dan lagi keluarga nya harus pindah karena pekerjaan anaknya dikota pusat.


sehingga ia tidak pernah lagi bertemu keluarga temannya itu dan mimpi mereka hanya menjadi buaian semata....


TBC...

__ADS_1


__ADS_2