JODOH KU

JODOH KU
LEPAS SATU


__ADS_3

Angga menceritakan apa penyebab putusnya kontrak kerja antara perusahaannya dengan satu rekanan yang merupakan rekanan lama. Ternyata kejadian tempo hari, nada mengaku hamil diluar nikah dengan angga membuat kontrak kerja mereka harus diputus secara sepihak. Kerugian yang dialami memang tak besar tapi bramantyo menyayangkan kenapa bisa sampai terjadi hal seperti ini.


"Papa ga habis pikir, kenapa mama mu selalu membawa permasalahan kedalam kehidupan kita. Uang memang bukan segalanya, tapi kerja keras papa dari nol semuanya ada disini. Masa muda papa disini ga, papa ga bisa bayangkan kalau terus seperti ini bisa saja hal yang lebih buruk bisa terjadi."


"Aku ga bisa ngomong kalau sudah soal mama. Keras kepalanya mama ga bisa dikalahin lagi."


Brak


Pintu ruangan angga terbuka kasar ternyata marini datang dengan wajah penuh amarah.


"Kamu kenapa selalu aja buat ulah? Kenapa selalu buat mama malu?"


"Kamu tau? Kemarin kamu usir nada ditepat umum begitu bikin mama ditelpon orangtuanya nada dan mereka mengeluh karena anaknya sudah dipermalukan dimuka umum."

__ADS_1


Angga yang menjadi tersangka hanya bisa diam melongo. Sudah pasti nada mengarang cerita pada ibunya atas kejadian kemarin siang. Angga terlihat santai berbeda dengan bramantyo yang sudah sangat jengah dengan semua perilaku istrinya hang semakin hari semakin menjadi saja.


"Harusnya kamu ga perlu usir nada pakai satpam segala, pakai diseret-seret sampai tangannya lecet."


"Mama sudah tanya apa penyebab angga sampai meminta satpam untuk mengusir nada?" Bramantyo akhirnya buka suara.


"Angga yang selalu menolak kehadiran nada karena perempuan itu. Apalagi? Padahal mereka bisa saling mengenal dan dekat tapi karena angga sudah dipengaruhi oleh perempuan itu jadinya angga selalu berlaku kasar pada nada."


Pertikaian sengit sepertinya akan terjadi. Aura mencekam sudah mengelilingi tiga orang yang berada dalam satu ruangan itu. Mereka yang awalnya saling menyayangi penuh kasih kini menjauh hanya karena kegoisan yang diutamakan.


Ruang kerja bramantyo hanya dipenuhi dengan suara omelan marini yang tetap ngotot dengan cerita nada yang menurutnya benar dan tentang gengsinya yang terus ditagih janji atas perjodohan yang ia rencanakan dengan orang tua nada tanpa sepengetahuan bramantyo dan tanpa persetujuan dari angga.


Wajah ayah dan anak itu sudah tanpak pias, lelah menahan emosi yang mulai mengikis apalagi mereka baru saja kehilangan satu rekanan. Permasalahan yang terus ditambahkan pasti membuat siapa saja bisa meledak kapan pun tanpa ada yang tau.

__ADS_1


Deru nafas marini menandakan dirinya sudah lelah mengomel, marini terduduk disofa tunggal dan menelisik satu persatu wajah suami dan anaknya bergantian.


"Kalau mama sudah selesai, sekarang papa yang akan bicara. Dengarkan baik-baik, jangan memotong perkataan papa sampai papa selesai."


"Pertama kita baru diputus kontrak kerja oleh satu rekanan dengan jumlah kerugian sebesar .......... Dan yang kedua penyebab putusnya hubungan kerja ini karena kejadian kemarin siang yang nada adalah penyebabnya."


"Kenapa nada? Karena kemarin siang angga dan agus baru selesai meeting dengan rekanan kita dan akan makan siang bersama tapi ternyata nada datang dan membuat kegaduhan dengan mengaku tengah hamil anak angga dan meminta angga untuk segera menikahinya diri."


"Sampai disana mama sudah mengerti?"


Selesai bramantyo berbicara, marini hanya bisa menatap dengan wajah pias. Ia bisa memperkirakan dampak apa yang akan terjadi akibat dari putusnya kontrak kerja dan kemungkinan serupa bisa saja terjadi lagi.


__________

__ADS_1


__ADS_2