JODOH KU

JODOH KU
XV Pertama kali...


__ADS_3

.


.


.


"Oh ini tempatnya..." Kata reza.


"Iya... kamu mau ikut apa nunggu disini?" Tanya Killa keluar dari mobil.


"Gw ikut, mager didalam" jawab Reza ikut keluar mobil.


"Gapapa? lama loh, banyak soalnya" kata Killa takut Reza bosan.


"Nanti kalo gw bt kedalam lagi"


"Iya deh..." Jawab Killa malas.


"Bibi mau Poto kopi..." Kata Killa melihat penjaga warung.


"Ah nak kai ada apa?" Tanya seorang penjaga yang biasa dipanggil bibi oleh anak-anak yang biasa Poto kopi disini.


"Ini mau poto kopi sekalian di jilid" ucap kailla.


"Oh ok,hemm?? Ya ampun... Ganteng banget mas-nya" puji bibi penjaga saat melihat Reza tapi Reza-nya malah biasa aja kaga peduli.


"Hmm.."


"Ada apa ya mas bisa saya bantu?" Tanya bibi ke Reza.


"Oh ini mah bukan bi, dia kenalan saya" kata Killa biar tidak salah faham.


"Ohh kirain orang lain,abis ganteng banget pangling bibi" ucapnya cengengesan.


"Hahaha bukan dia Reza anak teman mama saya" kata Killa memperkenalkan.


"Bukan pacar kamu" tanya bibi itu.


"Bukan lah yakali kita pacaran ya kan Reza" jawab Killa asal.


"Ah iya..." Jawab Reza nurut saja Ama Killa.


"Yah kirain pacar kamu kan sayang dari pada Ama yg itu mending ini lebih ganteng" kata bibinya meledek.


"Yang itu?" Tanya Reza.


"Iya pa..." Jawab bibi namun keburu dipotong sama Killa.


"Bukan, bukan apa-apa kok bibi ini suka ngelindur. dah bi Poto kopi ini aja" kata Killa takut Reza marah.


"Yah sayang banget, kalo kamu mau anak bibi nih nganggur" katanya sambil memperlihatkan anaknya yang ikut pangling karena Reza.


"Apa sih maaa" jawab sang anak malu.


"Hhhhhhh bibi...." Desah Killa.


"Hahahaha maafkan bibi ya canda kok" kata bibinya.


"Mama suka aneh emang mba " ucap anaknya dia memang sudah kenal Killa tapi dia masih adik kelas killa dan umurnya sepantaran dengan Reza masih kelas 1 SMA.


"Iya mama kamu mah emang aneh" jawab Killa.


"Iya mba mohon maklum ya" katanya minta maaf.


"Dah biasa kok" ujar Killa biasa aja.

__ADS_1


"Ok ini semua dipoto kopi mba?" Tanya anaknya lagi.


"Iya ini semua nya terus dijilit"


"Wih banyak amat Kai ada apa nih" sambung bibi.


"Oh ini buat presentasi bi Minggu depan" jawab Killa.


"Wih semangat ya" kata bibi itu.


"Iya makasih" kata Killa.


"Woi..." Panggil Reza.


"Ya?"


"Gw duduk disitu ya kaki gw pegel" katanya.


"Kan tadi udah saya suruh ga usah ikut.... Yaudah sana" ucap Killa tapi Reza diam saja mungkin sudah terlalu capek jadi dia malas melayani Killa dan langsung pergi ke tempat duduk.


"Dasar..." Beo Killa melihat Reza yang duduk terlihat lelah.


"Mba itu temen mba?" Tanya anak bibi Poto kopi.


"Bukan...cuma kenalan doang" jawab Killa.


"Masa kenalan doang sih mba" ucapnya lagi.


"Iya kebetulan mamanya kenal sama mama aku" jawab killa.


"Ohh kok Ganteng ya mba?" Puji cewe itu sambil melihat Reza dari jauh.


"Ya iyalah namanya juga cowok ganteng kalo cewek cantik pasti" kata Killa aneh.


"Ya saya tau tapi ini beneran ganteng banget mba buat saya boleh ga mba? kenalin gitu" tanyanya kekilla.


"Aslinya?"


"Yahhh gitulah...."


"Anak mana mba?"


"Bukan orang sini, tapi sama kok kaya kamu masih kelas satu SMA" kata Killa menjelaskan.


"Wihhh bener mba?!!! Jodoh kali saya Ama dia ya?"


"Hahahaha ga tau dah, udah Poto kopiin udah sore kasian dia mau balik" ujar Killa.


"Ohh rumahnya bukan disini" tanyanya.


"Bukan, jauh rumahnya"


"Kenalin dong mba"


"Hhhhhhh" desah Killa pasrah.


.....


Ditempat duduk Reza hanya diam.ia sangat lelah ia ingin cepat-cepat pulang dan mengistirahatkan tubuhnya di kasur, awalnya ia juga tidak percaya kalau dia akan kembali kesini menjemput cewe itu ia pikir hasilnya akan sama saja tapi ternyata malah kebalikannya ia mau pulang dengan Reza malah meminta nya mengantarkan dia ke Poto kopi.


menurut Reza ini pertama kali Killa mau ada disampingnya dan mengobrol dengan dia Tapi entah kenapa dia malah kesal bukanya senang apalagi saat melihat Killa dapat berinteraksi dengan orang lain yang caranya sangat berbeda saat bersama Reza terutama dengan laki-laki tadi. Rasanya ia ingin memarahinya namun ia terlalu lelah dan cuma bisa diam saja apalagi perkataan Killa waktu itu yang mengatakan kalau mereka belum ada hubungan apa-apa. jadi ia belum ada kewajiban untuk memarahinya.


"Reza..." Panggil suara yang tiba-tiba muncul membuyarkan lamunan Reza dan itu adalah Killa yang datang sambil membawa sebotol minuman untuk Reza.


"Apa?" Tanya Reza.

__ADS_1


"Ini buat kamu..." Kata Killa memberikan minuman untuk Reza.


"Hah??"


"Iya ini ambil, kamu capek kan habis main futsal" ujar Killa.


"Kok elo tau?" tanya Reza heran.


"Tu pakaian kamu, terus wajah kamu juga bilang begitu" jawab Killa sambil menunjukan kaos futsal yang sedang dipakai Reza.


"Ohh emang Lo bisa liat?"


"Ga tapi saya bener kan?" Tanya killa.


"Iya sih" beo Reza.


"Udah ini minum dulu kamu capek jauh-jauh kesini mana abis main futsal"


"Hm makasih..." Kata Reza.


"Iya..." Ucap Killa sambil tersenyum manis yang membuat Reza salting sendiri.


"Kamu kenapa?" Tanya Killa melihat tingkah Reza aneh.


"Gapapa..." Jawabnya gugup.


"Ohhh... Oh iya maaf ya lama" tanya killa.


"Iya"


"Kamu main futsal juga?" Tanya Killa.


"Iya"


"Emang kaga tanding?"


"Nanti"


"Kapan?"


"Elo mau nonton emang?" Tanya Reza.


"Ga juga, saya aja ngga tau kamu sekolah dimana" jawab Killa.


"Kalo Lo tau, mau Dateng nonton?" Tanya Reza.


"Ga saya males"


"Yaudah"


"~ni anak sombong amat sih kan saya cuma nanya" batin Killa kesal dengan sikap Reza.


"Oh iya gw..." Ucap Reza namun terpotong oleh bunyi dering ponsel milik Killa.


"Bentar ada yg telepon" kata Killa.


"Siapa?" Tanya Reza.


"Bima.." jawab nya dan pergi menjauh dari Reza untuk menjawab panggilannya.


"Ya haloo..." Jawab killa.


"Kenapa kalo gw telepon dia malah dimatiin Mulu....?" Ucap Reza saat melihat Killa menjawab panggilan temannya dengan cepat.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2