JODOH KU

JODOH KU
Teringat kembali...


__ADS_3

.


.


.


"Killa gemana?" Tanya seorang disambungan telepon dan dia adalah bima.


"Bisa kok...kamu sendiri gemana tanding nya?" Jawab Killa.


"Yoo lancar dong tapi lagi istirahat dulu nih"


"Oh bagus deh! menangin ya" ucap Killa.


"Yap itu pastilah" kata Bima semangat.


"Ok semangat bimaa saya tutup ya."


"Iya...oh ya Lo ga papa kan?" Tanya Bima khawatir.


"Hah?" Beo Killa.


"Itu sama tu cowok..." Ucapnya.


"Ya gapapa lah" jawab Killa aneh.


"Hufffff takutnya...btw cakep ya Tu anak tapi cakepan gw sih hehe" ujar Bima meledek.


"Iya deh kamu mah cakep" jawab Killa asal.


"Oh iya dong" kata Bima bangga.


"Iyain aja" ucap Killa bodo amat.


"Yah kailla ngambek..." Kata Bima.


"Aku ga denger" kata killa.


"Hati-hati ya kai Ama tu laki, nanti lo dimakan lagi wkwkwk" kata Bima ngeledek.


"Emang dia macan?" Tanya Killa heran.


"Ya kan siapa tau dia mau makan elo yang manis kaya permen" ujar Bima menggoda killa.


"Apasih kaga jelas!!!" Kata Killa kesal.


"Makanya jelasin dong kailla" ucap Bima lembut.


"Bodo amat dah saya tutup, bay!!!" Kata Killa langsung menutup telepon nya kesal dengan Bima yang selalu saja menggodanya dan kembali ketempat Reza.


....


"Udah?" Tanya Reza yang melihat muka Killa memerah.


"Iya..."


"Kenapa muka elo?" Tanyanya.


"Gak papa" jawab Killa.


"Oh..."


"Iya."


...


Hening


...

__ADS_1


"Ehmm...tadi temen Lo nanya apa?" kata Reza membuka obrolan.


"Nanya Poto kopi bisa apa ngga" ucap Killa.


"Udah itu aja?" Katanya lagi.


"Udah."


"Terus kenapa Lo mukanya kaya gitu?" Tanya Reza belum puas.


"Dianya bikin saya kesel..." Ucap Killa masih kesal dengan Bima tadi.


"Kesel kenapa?."


"Ga papa saya cuma digoda aja" ujar Killa malas.


"Digoda?" Beo Reza.


"Iya nyebelin emang" omel Killa kesal tapi Reza malah diam saja dan ekspresi nya seperti agak berbeda dari biasanya.


"Hm? kamu kenapa?" Tanya killa heran.


"Ga" jawab Reza singkat.


"Oh..."


"Dia dekat banget ya Ama elo?" Tanya Reza lagi.


"Ga juga...tapi kita udah sekelas selama 2 tahun jadi wajar akrab, apalagi orang nya kaya begitu" kata Killa.


"2 tahun?."


"Iya saya sekelas Ama dia dari kelas 2 SMA kaga dipisah" jelas killa.


"Oh..."


"Kenapa emang?" Tanya Killa.


"Aneh?" Kata Killa ia rasa tadi pose Reza kaya mirip seseorang tapi entah siapa.


"Yaaa" jawab Reza malas.


"Hmm kok kamu kaya mirip seseorang ya?" Tanya Killa.


"Hah?."


"Aku Kaya pernah liat kamu tapi dimana ya??" Ucapnya sambil berpikir.


".....dimimpi Lo kali" kata Reza asal.


"Mimpi?."


"Ya mungkin,lagian muka kaya gw mana ada" jelas Reza sombong.


"Apa sih sombong banget" ucap Killa kesal dengan Reza yg sok percaya diri.


"Bener kan?" Kata Reza sambil memiringkan kepalanya menyeringai.


"....."


"Kenapa?" Tanya Reza heran melihat Killa yang diam terkejut.


"~tunggu dia kalo ga salah aku kaya pernah mimpiin cowok kaya dia ya ga sih???" Batin killa.


"Kok bengong?" Tanya Reza dan mengulurkan tangannya kearah Killa namun ditepis dan membuat Reza kaget.


"Ah...maafkan saya" kata Killa menundukkan kepalanya gugup ia mulai ingat lagi dengan mimpi aneh itu.


"Lo gapapa?" Tanya Reza berusaha biasa aja.

__ADS_1


"Ah gapapa kok hehe" jawab Killa tertawa garing.


"Ah saya liat Poto kopinya dulu ya" kata Killa dan beranjak pergi meninggalkan Reza sendirian.


"~ini serius??? dia yang dimimpi waktu itu bukan sihhh??? Tapi kayanya mirip banget!!! Masa iya saya mimpiin dia kaya begitu?!???? Dia... dia bahkan Ampe...." Batin Killa syok sambil memegang lehernya yang mulai panas.


"Loh mba ada apa kok mukanya merah gitu?" Tanya anak bibi Poto kopi yang melihat muka Killa memerah kaya tomat rebus.


"Eh...ah... gapapa...gapapa kok haha tenang aja" jawab Killa gugup.


"Hah?."


"Ini..ini udah Poto kopinya???" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Oh tinggal 2 lagi mba abis itu dijilit, tadi kurang" katanya.


"Okk."


"Sabar ya kai dah lanjutin aja Sono pacarannya" kata bibi Poto kopi ikut nyambung meledek.


"Ehh...!!!" Kaget killa.


"~pacar...pacar katanya??? Di mimpi saya dia udah jadi suami bahkan..." Batin Killa mengingat kelakuan Reza dimimpi waktu itu.


"DIA BUKAN PACAR SAYA!!!" teriak Killa yang kesal bercampur malu dan sudah memerah membuat orang yang ada di situ kaget termasuk Reza.


"Kailla Lo kenapa?" Tanya Reza mendekati Killa yang teriak.


"Ehh kamu ngapain kesini???" Katanya kaget dan menjauh.


"Ya elo kenapa??" Tanya Reza lagi bingung dengan sikap kailla kok jadi aneh.


"Eh kai kamu kenapa teriak???, Bibi hampir jantungan nih!!!??" sambung bibi Poto kopi yang aneh melihat killa.


"Tau nih si mba kenapa??" Tanya si anak.


"Sa...saya gapapa kok saya mungkin capek hahahaha" kata Killa malu tapi mukanya sudah merah apalagi pas melihat Reza.


"Lo capek?" Tanya Reza.


"Ya..mungkin" kata Killa menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Yaudah ke mobil aja Sono, biar gw yg urus nih sisanya" suruh Reza.


"Tau nih, dah Sono kemobil, untung pacarnya pengertian" sambung bibi Poto kopi lagi.


"Bibi pliss dia bukan pacar saya!!!" Omel Killa kesal ngomong nya begitu mulu.


"Ck dah Sono kemobil!!!! Nanti gw yang bawa proposal punya elo!" Omel Reza.


"Ga usah kamu aja kemobil saya aja disini" suruh Killa malu.


"Hah?."


"Dah Sono cepetan!!!" Katanya tidak ingin melihat wajah Reza.


"Lo kenapa sih??" Tanya Reza, kok Killa jadi kaya gini??? Pikirnya.


"Gak saya gapapa" katanya sambil mendorong tubuh Reza.


"Tapi Lo jangan kabur!!" Ucap Reza takut Killa melakukan hal aneh tiba-tiba.


"Gak saya ga kabur" jawab Killa spontan.


"Awas Lo kabur."


"Iyaaa udah Sono ihhh!!!!" rengek Killa kesal sama cowok satu ini dan entah kenapa Reza mulai menyukai sikap Killa seperti itu.


"Iya...iya" Jawab reza sambil menahan tawanya.

__ADS_1


***


__ADS_2