JODOH KU

JODOH KU
PERAYU SUAMI ORANG


__ADS_3

"Memangnya wajah ku seperti perempuan perayu suami orang mas?" Tanya nadia dengan raut wajah kesal bercampur geli.


"Ga tau juga, mas sih lihatnya biasa aja."


"Ck'


Nadia sebenarnya tak begitu menanggapi tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya hanya saja nadia merasa heran kenapa disaat dia diam tak melakukan hal apapun malah muncul sebuah tuduhan menjadi perayu suami orang. Tak pernah terbesit dibenak nadia untuk melakukan hal semacam itu. Memikirkan urusan suami anak dan pekerjaannya saja sudah membuat nadia kelelahan kok mau nambah beban lagi.


"Memangnya kamu ketemu sama herlambang berapa kali?"


"Baru sekali, saat pertemuan kedua untuk fitting. Waktu pertemuan pertama cuma orangtua dan kedua calon mempelai aja yang dateng.'


"Dia punya kontak mu?"


"Ya ga lah mas, dari awal aku buka usaha nomor yang aku cantumkan memang khusus untuk urusan kerja aja dan itu ibu yang pegang dari dulu."


"Memang herlambang dari dulu punya seribu macam cara untuk mengelabui maya."


"Kalau sudah tau suami kelakuan seperti itu buat apa lagi dipertahankan."


"Anak mereka banyak, ada lima kalau ga salah. Entah udah nambah lagi apa belum."


"Astaga, apa yang perempuan itu pabrik anak?"


"Hus kalai ngomong jangan suka gitu."

__ADS_1


"Hehe maaf mas."


"Mas juga ga ngerti, sepertinya maya ga bisa kalau harus cerai dari herlambang soalnya anaknya banyak pasti akan sulit. Tentu soal uang, maya itu cuma tamatan SMA dan ga ada penghasilan sendiri, kalau dia sampai nekat gimana sama anak-anaknya yang banyak itu."


"Nah itu, kaum wanita memang selalu yang mendapat imbas besar dari perceraian selain anak-anak."


Angga setuju dengan apa yang nadia ucapkan.


"Udah mas, ga usah kita bahas rumah tangga orang lain. Ga elok rasanya kita mengurusi mereka sementara kita saja belum sempurna.'


"Hmm'


.


.


Angga yang kesal karena baru saja akan mencari pahala bersama nadia haru terganggu karena panggilan dari nomor eyang tak dikenal. Satu dua tiga kali ponsel angga terus berdering dan penelpon dengan nomor yang sama.


"Halo, siapa?" Angga mengangkat telpon dengan suara ketus.


"Gue ga, herlambang."


"Ada apa? Lu tau ini udah jam berapa?" Ketus angga kesal aktifitasnya bersama nadia harus terjeda karena dering ponsel yang berulang-ulang.


"Bini gue ga mau buka pintu."

__ADS_1


"Urusannya sama gue apa mbang?"


"Tolong lu telpon dia ga, gue ga bisa masuk rumah."


"Tidur dihotel aja sana, jangan ganggu gue untuk urusan rumah tangga lu.'


Tut


Dengan perasaan dongkol angga mematikan ponselnya dan berusaha fokus kembali pada kegiatannya yang baru saja dimulai. Walau susah tapi angga berusaha fokus agar baterai angga malam ini ter cas penuh


"Mau dilanjut mas?" Tanya nadia dari bawah kukungan angga dengan wajah bingung.


"Harus lanjut, besok mas harus berangkat subuh lusa baru pulang. Kalau ga dicas nanti bakalan lemes dan ga bisa fokus kerja."


"Hihihi, au. Pelan mas ih, sakit."


"Ssttt udah jangan berisik nanti konsentrasinya bubar lagi. Mas ga mau kalau malam ini kita sampai gagal."


"Iya tapi mas yang pelan dong. Auh,"


"Hmm'" angga hanya bergumam tak menjawab lagi.


Aktifitas *** *** nya kita skip ya, takut yang belum berkeluarga jadi kepengen coba kan jadi berabe nanti. Maaf yang berharap ada adegannya mak outhornya ga sanggup nulis takut nanti hihihihi🤭🤭🤭.


__________

__ADS_1


__ADS_2