JODOH KU

JODOH KU
BOLEH?


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, tapi angga masih membungkus tubuh polosnya dengan selimut tebal. Semalaman ia mengerjai nadia tanpa henti dan hasilnya sampai matahari sudah meninggi angga masih terlelap dengan sangat damai. Berbeda dengan nadia yang sudah menimang aruna karena baru saja selesai dimandikan. Rutinitas nadia setiap pagi hanya mengurus buah hatinya dan menyiapkan keperluan angga jika angga akan pergi kekantor. Selebihnya mba marni dan para pekerja yang lain akan melakukan semua pekerjaan rumah. Mulai dari membersihkan rumah halaman dan lain-lainnya.


Walau hidup nadia sangat terjamin dan memiliki suami yang begitu sayang dan memanjakan dirinya tetap saja ada yang kurang bagi nadia. Apalagi kalau bukan kerukunan antara dirinya dengan sang ibu mertua yang sampai hari ini masih terus bersitegang dan tak mau membuka diri.


Dalam diamnya, nadia terus memohon agar marini segera terketuk hatinya untuk mau sekedar menimang aruna sebagai cucunya. Rasa tak dianggap sudah tak lagi nadia hiraukan, ia hanya ingin anaknya bisa merasakan kasih sayang dari sang nenek. Walau ada sonya yang begitu mencintai aruna tapi tetap saja nadia ingin marini pun turut melimpahkan cinta kasih pada putrinya.


"Sayang"


Angga terbangun dan mendapati istrinya tengah duduk bersandar sambil mengasihi aruna yang terlihat mulai memejamkan matanya.


"Sstt"


"Tidur?" Tanya angga dengan bisikan.


"Iya, baru aja merem."


Angga menghampiri nadia di sofa.


"Mas mandi dulu sana gih, malu sama ayank cuma pake daleman aja."


"Eh, hehehe"

__ADS_1


Angga berlalu kekamar mandi karena baru menyadari dirinya masih tanpa busana. Nadia melihat tingkah suaminya hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepala.


Memang beruntung nadia dan angga bisa dipersatukan walau dalam sebuah kesalahan. Mereka begitu saling menyayangi dan saling melengkapi. Setelah drama nadia kabur saat masih mengandung aruna, mereka jadi semakin kompak. Semua hal selaku dibicarakan berdua dan bersama-sama mengurus aruna buah cintanya.


.


.


"Mas ga kekantor?" Tanya nadia saat menemani angga sarapan padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang.


"Hari ini free, cuma periksa dokumen yang agus kirim lewat email."


"Masih kerja juga?"


Nadia menggeleng. "Ga ada yang mau dicari kok. Aku cuma agak bosen aja dirumah. Suntuk mas."


"Mau keluar?"


"Boleh?"


"Mau kemana?"

__ADS_1


"Aku pengen ke konveksi lihat anak-anak produksi, udah lama banget ga kesana."


"Hmm"


Angga berfikir sejenak. Ragu ingin membiarkan nadia pergi tapi ia juga merasa kasihan karena baru saja nadia mengeluhkan bahwa dirinya merasa bosan terlalu lama berdiam diri dirumah.


"Kamu pergi diantar supir aja ya? Ayank biar sama mas dirumah, soalnya ada beberapa dokumen penting yang harus mas periksa hari ini."


"Boleh? Mas ga kerepotan nanti kalau sambil jaga ayank?"


"Ga apa, kan ada mba marni sama yang lain juga pasti mereka mau nemenin ayank main pas mas kerja."


"Iya deh mas, aku juga ga akan lama kok. Paling setelah jam makan siang aja udah pulang."


"Stok asi aman?"


"Masih banyak kok di freezer asinya. Nanti biar aku ngomong ke mba mar."


"Ya sudah, kamu siap-siap sana."


"Oke. Makasih mas sayang."

__ADS_1


Sebelum pergi kekamar nadia menyempatkan diri untuk mengecup pipi angga. Bisa bebas sejenak sudah membuat mood nadia meningkat jadi lebih baik.


__________


__ADS_2