JODOH KU

JODOH KU
GANTI ISTRI


__ADS_3

Nadia mengernyitkan kening saat melihat wanita glamor didepannya ini menyapa suaminya dengan gaya genit. Angga yang belum menceritakan siapa dewi membuat nadia hanya diam memperhatikan.


"Duh, ga sangka bisa ketemu pak angga disini. Ini anaknya pak? Cantik banget sih yaampun. Namanya siapa?"


"Arruna" aruna yang baru bisa mengucapkan R selalu memanjangkan namanya yang berisikan huruf R.


"Aruna ya, ih namanya secantik orangnya." Dewi mengelus gemas pipi tembam aruna.


"Eh, loh pak angga kok bawa tas bayi nya sih. Ih suruh aja baby sister nya yang bawa."


Dewi langsung saja menyerahkan tas yang berisikan perlengkapan aruna kepada nadia dan meraih aruna kedalam gendongannya. Semuanya terjadi secepat kilat membuat nadia tak bisa merespon apa-apa.

__ADS_1


"Bu dewi, maaf. Bawa sini putri saya,." Dengan sedikit hentakan angga meraih aruna untuk ia gendong.


"Kenalkan bu, saya nadia istrinya mas angga. Dan bukan baby sister nya aruna tapi saya ibunya aruna. Dengan ibu siapa ya kalau boleh tau?"


Setenang air, suara nadia begitu lembut tapi dibalik itu tersimpan kemarahan yang bisa angga lihat. Nadia yang selalu bisa mengontrol dirinya dan hanya orang terdekatnya yang bisa mengetahui setiap perubahan emosi yang terjadi pada diri nadia. Tapi terkadang, angga pun yang notabene adalah suaminya masih sering terkecoh karena nadia begitu rapih bisa menyimpan segala isi hatinya dan mengatur mimik wajahnya.


"Sayang" panggil angga saat melihat wajah nadia sudah tidak bersahabat.


"Kenapa bu? Penampilan saya berbeda ya dengan ibu?" Nadia langsung menembak sebelum kembali mendapat nyinyiran dari mulut dewi.


"Hahahahaha, cantik sih. Tapi bener bener ga sepadan dengan pak angga yang tampannya paripurna ini. Maaf ya mba nya, lihat dong anak dan suaminya good banget penampilannya lah situ kok malah kayak suster yang jagain nih anak." Dewi menunjuk kearah aruna yang tenang berada didalam gendongan sang ayah.

__ADS_1


Nadia hanya bisa menggeleng, lagi-lagi orang selalu menilai penampilan seseorang sebagai penilaian awal mereka. Tak kenal maka tak sayang, tapi sejatinya bagi nadia hal semacam ini bukanlah hal penting. Apapun penilain seseorang terhadap dirinya terhadap pakaian yang ia kenakan tak sama sekali mempengaruhi nadia. Hanya saja, dihina didepan suami membuat nadia sedikit kesal kali ini.


"Harusnya istrinya dibelikan barang branded dong pak, jangan dibiarkan berpenampilan lusuh seperti ini. Kok saya yang kasihan lihatnya."


"Hmm, pak angga apa ga malu? Atau mau ganti istri aja pak? Saya siap loh menggantikan istri bapak ini."


Plak


Tak menunggu lama, tangan nadia langsung bekerja. Memberi tamparan langsung kewajah dewi yang dengan lancang berbicara seprti itu didepan madia bahkan didepan umum dan saat ini mereka sedang menjadi tontonan.


"Jaga ucapan anda, ada sopan saya segan. Tapi kalau anda sudah melewati batas saya tidak akan pernah segan untuk melakukan kekerasan."

__ADS_1


___________


__ADS_2