JODOH KU

JODOH KU
PEGAL


__ADS_3

Huft


Nadia menarik nafas kasar setiap kali mengingat bagaimana angga semalam. Bukan tak ikhlas melayani suami hanya saja, angga selalu tak pernah kehabisan tenaga saat mereka memiliki waktu berduaan. Nadia pasti kehabisan tenaga melayani angga dan akan lemas seharian setelahnya.


"Maaf sayang, mas lepas kontrol."


Tak henti angga meminta maaf saat mereka sedang diperjalanan pulang dari hotel.


"Basi mas ah,"


"Jangan desah lagi dong, nanti mas jadi konak."


"Otak mesum."


"Eh, jangan ngomong gitu. Mas mesum begini juga kamu keenakan."


Wajah nadia langsung bersemu merah karena apa yang angga katakan memang benar. Nadia sangat menikmati saat mendapat sentuhan jari nakal angga walau setelahnya tubuhnya seperti remuk tak bertulang.


"Nah kan senyum senyum mukanya merah. Pasti ingat rasa yang semalam kan?"


Bugh


Pukulan langsung mendarat di lengan angga dan sontak angga langsung mengaduh kesakitan.


"Astaga sayang, sakit."


"Sakit banget ya mas." Nadia langsung terlihat panik dan mengusa lengan angga yang tadi dipukulnya.

__ADS_1


Cup


Angga berhasil mencuri kecupan dipipi kanan nadia saat nadia khawatir dan mengusap lengannya yang tadi terkena pukulan.


"Ih, mas. Udah tua masih aja suka iseng."


"Mas cinta kamu."


Entah kenapa angga tiba-tiba saja mengucapkan kalimat itu, semuanya keluar begitu saja. Kening nadia sempat berkerut heran, tak biasanya angga spontan seperti ini.


"Mukanya biasa aja. Kayak yang ga pernah dikasih kata-kata cinta sama suami."


"Aneh aja, kok tumben spontan gitu."


"Ga tau, yang pasti mas emang cinta sama kamu."


"Seriusan"


"Makasih mas."


Nadia luluh dan langsung merangkul lengan angga dengan sangat erat. Hal sepele semacam ini memang selalu berhasil membuat ikatan diantara keduanya semakin erat. Obrolan tak bermutu dan waktu berduaan yang singkat bisa menjadi indah jika mereka menikmati setiap menit yang terlewati.


"Nikmati waktu yang tinggal sepuluh menit lagi, karena begitu sampai rumah kita akan kembali ke realita. Ayank yang bawel, kenzo yang kepo dan hansel yang pasti nangis karena baru sadar kalau kamu udah mas bawa kabur."


"Hehehe, iya. Anak-anak pasti bakal nempel seharian padahal kita pergi pas mereka tidur dan pulang juga masih pagi."


"Mereka terlalu cinta sama kita sama seperti mas yang terlalu cinta sama kamu sampai termehek-mehek."

__ADS_1


"Termehek-mehek. Itu kata-kata tahun berapa mas? Aku lupa."


"Ga tau juga, mas lupa. Tapi ayo lihat mereka bertiga sudah jaga kita didepan pintu."


Benar saja, nadia langsung menegakkan duduk ya setelah melihat ketiga anaknya berbaris rapih dengan saling bergandengan tangan berdiri didepan pintu rumah.


"Mereka belum mandi mas."


"Sepertinya begitu."


Terlihat aruna kenzo dan hansel masih memakai piyama mereka. Sepertinya ketiga anak itu menanti kepulangan kedua orangtuanya, karena terlihat dari wajah-wajah kesal bercampur rindu dari ketiganya begitu melihat mobil angga memasuki halaman rumah.


"Seharian kita temani mereka bertiga, ngeruntel dikasur sampe bosen."


"Hmm"


Nadia bergegas membuka pintu mobil dan berlari mendekati ketiga anaknya. Walau hanya semalam, rindu nadia untuk buah hatinya seperti sudah menumpuk sangat banyak.


"Kok belum pada mandi?" Tanya nadia saat berjongkok guna mensejajarkan tinggi tubuhnya.


"Mama pergi kemana sama papa?" Kenzo yang sering kali ketus langsung bertanya dengan wajah cemberut.


"Semalam mama temani papa keacara makan malam mas, kami kemalaman jadi menginap dihotel."


"Curang" jawab aruna menimpali.


Sementara si bungsu langsung merangkul leher sang ibu untuk mencium aroma yang selalu menenangkan hatinya.

__ADS_1


__________


__ADS_2