
.
.
.
Keesokan harinya Killa pun berangkat ke rumah tunangannya dengan memakai pakaian yang sesederhana mungkin dan terlihat sopan.namun ia hanya sendiri karena mamanya harus beli bahan makanan dengan Tante Meira begitu pun bapa nya jadi ia hanya berdua saja dengan kak raja.
untung saja hari ini hari libur jadi ia tidak akan ditanya sama teman-temanya disekolah jika ia tidak masuk, terutama dengan Mey sahabatnya yang ember.
killa berangkat dengan menggunakan mobil walaupun model nya kecil tapi Killa tau kalau mobil ini sangat mewah dan pasti sangat mahal berbeda dengan mobil kebanyakan.apalagi yang menjemput orang yang tampan dan lembut.killa tidak percaya kalau orang ini adalah tunangannya, walaupun dia agak tua sepertinya ia adalah mahasiswa tingkat akhir.
akhirnya mereka pun berangkat dan hanya kesunyian yang ada selama perjalanan yang lumayan jauh itu.
"Hhhhh...apa aku harus"batin Killa didekat kaca mobil depan.
"Ehmm kailla jangan gugup ya"kata seorang disampingnya yang sedang menyetir
"Eh aku ngga kok"
"Ga usah malu kakak tau kok"
"Ah iya maaf"
"Gapapa wajar kan kalau gugup"
"Iya kak..."
"..... Kailla jangan sedih kamu bisa kok kakak yakin apalagi kamu cocok pas banget jadinya"
"Hah cocok apa~masa sih kakak ini bilang aku cocok Ama dia"
"Iya kamu hari ini cantik kok, ga usah malu ya santai aja"
"Eh aku ga cantik maksud ku makasih kak"
"Iya gapapa, ternyata kamu lucu ya"
"Ng.... Ngga kok"
"Tu kan kamu gampang malu-malu"
Canda nya yang membuat Killa salting sendiri karena gugup.
"Emm kak aku boleh tanya"
"Tanya apa?"
__ADS_1
"Kenapa aku harus bertunangan?aku masih sekolah"
"Hmmm itu juga kakak tau tapi ini udah diatur jadi gemana ya jelasin nya...."
"Kira-kira apa pertunangan ini benar-benar bisa dibatalkan?"
"Yah tergantung kalo kamu bisa meyakinkan nya dan punya alasan yang jelas kamu bisa membatalkan nya tapi rasanya tidak mungkin"
"Kenapa harus saya kak kan saya aja ga kenal keluarga kakak?"
"Masa sih kamu ga kenal kita padahal dulu bunda temen baik mama kailla loh sering main lagi"
"Emang iya kak?"
"Iya tapi semenjak kami pindah jadinya udah jarang ketemu sih wajar kamu lupa"
"OOO jadi keluarga kakak pernah tinggal di daerah sini"
"Iya"
"Kalau gitu apa kakak terima pertunangan ini..."
"...."
"Kak?"
"Tapi kenapa?"
"Ah udah sampai Ayuk turun..." Kata kakak itu lalu membukakan pintu mobil untuk kailla
"Hmm udah cepet amat?" Tanya nya
"Wahhhh besar banget!!!" Puji Killa ia baru pertama kali melihat rumah semewah itu
"Iya ini rumah nenek kami" kata kakak tampan menjelaskan
"Bukan rumah kakak?" Tanya Killa heran padahal kemarin mau kerumahnya malah kerumah neneknya dan lagi rumahnya sangat mewah.
"Bukan,udah yuk semua udah nungguin"
Katanya sambil mengarahkan tangannya layaknya pangeran ingin mengandeng tangan sang putri untuk pergi ke pesta dansa...tentu saja itu membuat hati Killa berdetak tak karuan.
"Ah...i..iya kak" katanya sambil memberikan tangannya gugup.setelah itu mereka pun bergandengan masuk kerumah mewah itu karena semua sudah menunggu.
"Lama..." Kata seorang laki-laki yang duduk dengan wajah yang selau ditekuk malas
"Maafkan kami terlambat karena tadi ada kendala dijalan"jawab kak raja
__ADS_1
"Gapapa yang penting kalian selamat itu sudah bagus" tambah sang bunda yg mengahmpiri kami dengan mama killa
"Makanya sopir aja yg jemput gausah kakak reportin doank kerjanya"ucap Reza kesal
"Reza..."
"Maafkan saya"
"Udah kailla ga usah dengerin kata Reza"
"Nah kailla kemari kamu lelah kan"
"Iya" lalu Killa pun duduk dekat mama dan bunda Meira
"Killa kamu gapapa kan?"
"Iya ma gapapa"
"Kailla maafkan bunda ya padahal kamu masih kecil bunda ga tega"
"Iya Bun gapapa"
"Maaf ya Killa"
"Iya.." kata Killa dengan suara pasrah ia sebenarnya sangat ingin mengomeli orang-orang disini tapi apa daya ia hanya seorang anak yang harus menuruti perintah orang tuanya.dan ini mungkin memang sudah takdirnya yang penting ia akan mencoba memutuskan pertunangan tak jelas ini.
entah kenapa kailla sangat gugup dan tidak tenang ia merasa pertunangan ini akan berjalan dan tidak bisa dibatalkan apalagi sekarang anak kasar itu memperhatikan dirinya dengan muka tidak suka jadi ia merasa sangat gugup dan tertekan.
ingin rasanya ia menangis sekencang-kencangnya.
TBC...
Maaf garing ^\_^
Jangan lupa like sama vote ya
Apalagi di share ke teman kamu
boleh banget pastinya
Ok stay safe and healthy
~ Assalamualaikum
\*\*\*
Coffee71\_
__ADS_1