
Huaaa
Suara tangis kenzo menggema di seluruh rumah. Putra kedua angga itu terbangun dari tidur siangnya dan langsung menangis. Angga dan nadia yang sedang bersantai diruang tengah langsung berlari menuju lantai dua untuk mencari tau apa yang terjadi.
"Pelan sayang."Jerit angga pada bella yang dengan cepat menaiki anak tangga.
Nadia terus berlari agar cepat sampai dan tak menghiraukan peringatan yang angga ucapkan.
"Sayang pelan."
"Gimana mau pelan mas, anaknya nangis gitu ga ketauan kenapa-napa nya."
"Iya pelan aja. Kalau kamu sampai jatuh gimana."
"Kalau jatuh kan kebawah."
"Nadia" angga menaikkan nada suaranya.
"Mas" nyali nadia seketika ciut dan langsung berjalan pelan.
Ceklek
Kenzo sudah duduk ditengah kasur dengan hansel yang masih terlelap disebelahnya.
"Kenapa nak? Kenapa kenzo nangis."
__ADS_1
Nadia langsung memangku kenzo dan mengusap kebasahan dipipi putranya.
"Hiks hiks hiks."
"Cup sayang, cup udah. Mama kan ada disini."
"Hiks hiks ga mau ma, aku ga mau."
Angga dan nadia saling pandang, bingung dengan maksud perkataan yang kenzo ucapkan.
"Ga mau apa? Kenzo ga mau apa?" Giliran angga yabg bertanya.
"Aku ga mau, pokoknya aku ga mua ma."
"Iya iya, kenzo ga mau apa emangnya nak?"
Nadia sampai terkejut kenapa kenzo bisa mengatakan hal seperti itu.
"Emang siapa yang mau kasih kenzo adil lagi? Mama ga lagi hamil kok nak. Udah, kenzo jangan nangis lagi. Nanti hansel bangun kan jadi kasihan."
Butuh waktu yang lama sampai kenzo selesai dengan tangisannya. Sambil sesenggukan kenzo menceritakan mimpinya, didalam mimpi kenzo memiliki banyak adik dan dirinya kewalahan saat menjaga adik-adiknya maka dari itu kenzo menangis dan tidak mau lagi memiliki adik cukup hansel saja yang menjadi adiknya.
Melihat kenzo menangis membuat nadia merasa kasihan tapi juga lucu. Mimpi sampai membuat kenzo menangis dan ketakutan. Sebenarnya nadia memang tidak memiliki rencana untuk menambah momongan lagi karena tiga anak sudah cukup baginya.
"Jangan lagi ngajakin aku buat tambah anak ya mas. Lihat nih kenzo karena mimpi aja dia udah sampe nangis gini gimana kalau beneran dia kita kasih adik lagi."
__ADS_1
"Tapi mas pengen nambah satu atau dua lagi."
"No, sudah jangan masang wajah memelas kayak gitu karena aku ga akan terpengaruh sama sekali."
"Banyak anak banyak rejeki sayang."
"Iya, alhamdulilah rejeki mas memang luar biasa tapi aku udah ga pengen nambah anak lagi."
"Kenapa sih?"
Obrolan yang terus diulang dan belum mendapat keputusan bulat yang tidak boleh diubah lagi.
"Selain karena usia, aku juga merasa tiga anak sudah cukup. Mas, pikiran ku sudah ga sehat seperti dulu, sekarang juga badan ku cepat capek." Secara tak langsung nadia mengeluhkan dirinya yang saat ini cepat sekali merasa lelah.
Angga memilih diam, nadia tetap pada keputusannya untuk tidak menambah anak berbeda dengan angga yang masih mecari celah untuk bisa mewujudkan keinginannya untuk memiliki empat atau lima anak agar rumah terasa semai ramai.
"Mama" hansel bangun dan langsung ikut duduk dipangkuan nadia bersama kenzo yang baru saja berhenti menangis.
"Sudah bangun nak?" Tanya nadia lembut.
"Hmm, mau mandi telus beli telang bulan.'
"Oke, lets go. Anak lelaki mandi sama ayah semua."
Menggendong hansel dan menggandeng kenzo, angga memandikan kedua putranya secara bersamaan.
__ADS_1
__________