JODOH KU

JODOH KU
TERIMAKASIH


__ADS_3

Setelah kejadian tempo hari, nadia dan angga masih berusaha untuk bersikap normal dan tak pernah sekalipun keduanya membahas hal tersebut. Tapi kali apa yang marini lakukan benar-benar melukai hati nadia. Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut ibu mertuanya membuat luka dihati nadia kembali terbuka. Semua kejadian menyakitkan yang dulu pernah terjadi kembali terulang dipikiran nadia.


"Sayang" panggil angga saat melihat nadia yang melamun sambil menyusui aruna.


"Mas, udah pulang?"


"Hmm, ayank tidur?"


"Iya, baru mejem-mejem ayam."


"Kamu kenapa melamun?"


Nadia menggelengkan kepalanya.


"Cerita, ada apa."


"Ga apa mas."


"Jangan bohong, pasti ada yang kamu pikirin."


"Ga ada, mas capek ga?"


Kini giliran angga yang menggelengkan kepalanya.


"Kita kedepan beli sate sama soto yuk. Aku lagi pengen makan yang pedes pedes."

__ADS_1


"Mas mandi dulu ya."


"Iya"


Nadia memperhatikan langkah angga yang memasuki kamar mandi.


"Maaf mas, aku ga mungkin bilang kalau aku sakit hati lagi sama mama." Batin nadia.


Dengan mengendarai sepeda motor. Angga membonceng nadia kedepan gerbang perumahan untuk mencari penjual sate kambing yang juga menjual soto keinginan nadia. Aruna yang sedang tidur mereka titipkan pada mba marni.


"Sudah buka mas."


"Iya, sudah buka. Tadi pas mas pulang baru dateng gerobaknya."


Mereka turun dari motor dan memesan makanan yang mereka inginkan. Nadia memesan satu porsi sate ayam dan soto ayam lengkap dengan lontongnya, sementara angga memesan sate kambing nasi dan gulai kambing.


"Merangkak terus mas, ga mau diem. Sampe capek ngejarnya, mana semua barang dipegangi bikin was was banget." Cerita nadia terdengar seperti keluhan, namun angga selalu mendengarkan dengan seksama. Ia akan dengan tenang mendengar setiap cerita nadia mengenai tingkah aktif putri mereka.


"Apa mau cari baby sister lagi?"


"Ga ah mas, aku masih trauma. Lagian mba marni selalu bantuin kalau pekerjaannya sudah selesai."


"Kita tambahin aja gaji nya mba mar gimana?"


"Aku juga kepikiran kayak gitu sih mas."

__ADS_1


"Ya sudah mulai bulan ini bakal mas tambahin, soalnya dia jadi kerja double."


Pesanan mereka datang membuat angga dan nadia menghentikan sejenak obrolannya. Mereka menikmati sate dengan sesekali mengobrol.


"Kayak waktu pacaran dulu ya?" Angga menggenggam tangan nadia yang melingkar di pinggangnya.


"Hmm, dulu mas selalu ngajak aku makan pecel ayam dekat rumah."


"Iya, kapan kapan kita kesana ya?"


Nadia diam tak menjawab, setelah keluar dari rumah dan menempati rumah pemberian bramantyo dan rumah lama orangtuanya direnovasi nadia belum pernah pulang kesana lagi padahal sonya dan nadira sudah tinggal disana lagi.


"Ga apa, nanti tinggal bilang aja kalau kita sempat tinggal jauh dari sini dan ga bisa pulang karena ayank masih bayi."


Angga mengerti diamnya nadia, dengan menggenggam erat tangan istrinya angga mengendarai motor dengan pelan. Tapi sebelumnya mereka sudah memesan martabak manis untuk para pekerja.


"Mas"


Suara nadia menghentikan langkah angga yang akan memasuki pintu samping dari arah garasi.


"Ya"


"Terimakasih, karena sudah mau mengerti aku."


"Hei"

__ADS_1


Angga langsung menarik nadia kedalam pelukannya. Sejatinya angga tak percaya jika nadia sedang baik-baik saja karena melihat nadia melamun sudah bukti nyata bagi angga jika istrinya sedang menyimpan sesuatu didalam hatinya.


__________


__ADS_2