JODOH KU

JODOH KU
BUNTUTNYA OPA LEPAS


__ADS_3

Mendapat kejutan dari angga membuat senyum diwajah nadia mengembang sempurna. Satu hari diberi kebebasan memanjakan diri dengan berlama-lama di salon menjadi suatu kesenangan tersendiri bagi nadia. Tentu saja nadia tak dibiarkan pergi seorang diri, ada nadira yang dengan setia menemani kakaknya atas permintaan angga.


"Ck, kenapa mesti sama dira sih mas."


"Kenapa emangnya kalau sama aku mba?"


"Males."


"Heleh, gayanya males. Kalau aku ga ikut mba ga mungkin jadi berangkat."


"His"


"Sudah yang akur kalian berdua."


"Hmm"


"Anak-anak aman sama mas dan papa. Kamu have fun sama dira ya, mas udah minta ibu juga untuk ikut tapi ibu ga mau."


"Katanya badan udah tua malu kalau mau ikutan spa. Hihi"


"Kamu ngetawain ibu dir."


"Astaga sensi banget sih mba."


Mendapat tatapan tajam dari sang kakak membuat nadira menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


"Dia sekarang emang sering begitu dir, ga tau kenapa. Nanti kamu banyak sabar ya."


"Kenapa mas curhat sama dira sih."


"Nah kan salah lagi mas. Udah diem aja mas, ayo mba kita berangkat keburu hansel nongol dan kita ga bisa pergi."


Nadira langsung menarik pengan nadia untuk segera masuk kedalam mobil.


"Bye mas, baik-baik jaga keponakan ku ya."


"Oke."


Angga mengulas senyum saat melihat mobil yang nadia tumpangi menjauh dari halaman rumah untuk menuju salon yang sudah angga booking untuk memanjakan istrinya. Sekarang angga harus bisa mengatur tiga anaknya jangan sampai ada yang menangis atau mengalami mood yang buruk. Biasanya hansel si bungsu yang paling sering cepat merasa bosan dan mencari cari keberadaan nadia.


"Pa" kan, benar saja. Baru angga masuk kedalam rumah sudah disuguhkan dengan wajah hansel yang tampak kebingungan mencari sesuatu.


"Aku cali mama."


Duh, angga langsung memutar otak guna mengalihkan hansel dari sang ibu.


"Papa ga ada lihat mama. Bagaimana kalau kita tunggu mama diatas sambil main sama kakak dan abang."


"Oke."


Angga sedang beruntung, hansel langsung menurut tanpa drama merengek seperti biasanya. Dilantai atas, bramantyo duduk disofa memperhatikan aruna dan kenzo yang sedang menyusun puzzle sehingga tak menyadari kalau satu buntutnya sudah menghilang turun kelantai satu untuk mencari keberadaan ibunya.

__ADS_1


"Loh" bramantyo terkejut melihat hansel datang dan digendong oleh angga.


"Buntutnya opa lepas satu ga ketahuan."


"Perasaan tadi masih dipojok sana main robot. Kenapa cepat sekali menghilang." Jawab bramantyo sambil menunjuk ketempat dimana hansel bermain tadi.


"Yang ini sedikit berbeda pa, suka lepas lalu menghilang begitu saja."


"Iya, susah fokus dan lebih cepat teringat sama ibunya."


"Iya, tadi dia turun dibantu mba karena ingat sama nadia."


"Ck, kenapa hanya dia saja yang selalu apa-apa cari ibunya. Tidak seperti ayank dan kenzo yang sedikit lebih tenang dan tidak selalu mencari nadia."


"Karena dia bungsu."


"Kamu yakin dia akan jadi bungsu?"


"Sepertinya, nadia menolak menambah anak lagi."


"Papa yakin dia sekarang akan jauh lebih waspada karena kamu sudah dua kali menipunya."


"Haha, papa jangan terus ingatkan aku dengan kekonyolan itu."


Ayah dan anak itu terus mengobrol santai sambil sesekali menoleh kearah anak-anak yang sibuk bermain di karpet. Sejenak melupakan soal pekerjaan yang biasanya sering membuat pundak menegang karena tuntunan pekerjaan yang terus diburu-buru deadline.

__ADS_1


__________


__ADS_2