JODOH KU

JODOH KU
RANDOM


__ADS_3

"Setelah hamil ini kamu mau nambah lagi ga? Satu lagi."


Karena terlalu banyak makan membuat perut mereka terasa penuh dan tak bisa tidur. Tak kunjung mengantuk akhirnya mereka mengobrol dan angga malah menawari nadia untuk hamil anak keempat.


"Yang ini ada belum lahir mas sudah mau nyuruh aku hamil lagi."


"Hehe"


"Ngebet banget pengen punya anak banyak."


"Iya, mas sebenarnya merasa sangat kesepian selama ini. Sendirian tak punya saudara walaupun mas ga kekurangan kasih sayang tapi rasanya tetap beda."


"Aku mau mau aja kalau punya anak banyak. Tapi aku merasa bersalah karena ayank kenzo ga puas merasakan kasih sayang kita. Memang ada pengasuh yang membantu tapi tetap saja rasanya berbeda."


Mengerti dengan maksud istrinya angga pun jadi berfikir kembali. Apakah tiga saja sudah cukup atau angga akan tetap menambah momongan lagi setelah yang ketiga ini lahir. Jaman dulu banyak anak banyak rejeki tapi untuk sekarang banyak anak harus siap finansial yang cukup dan kesiapan mental karena pasti karakter setiap anak berbeda-beda.


"Mas kenapa diam?"


"Kenapa selama ini mas ga pernah mikirin semua itu. Dalam pikiran mas hanya ingin rumah ramai dan ga kesepian lagi tapi ga pernah sama sekali mas mikir kalau anak-anak akan kekurangan waktu bersama kita."


"Makanya semua hal itu perlu dibicarakan, masalah kita sejak awal memang komunikasi. Seandainya mas mau lebih terbuka lagi sama aku, pasti kita bisa merencanakan semuanya dengan matang."


"Kamu benar."

__ADS_1


"Sejak masalah awal kita dulu kan aku sudah pernah bilang keterbukaan kejujuran harus selalu kita utamakan mas karena aku tau mau biasa apa-apa sendiri dan mandiri jadi terbentuklah pribadi mas yang sekarang. Sudah mendiskusikan apa yang menjadi pemikiran mas.'


Waktu berduaan seperti ini ternyata bisa membuat pasangan suami istri mengobrol lebih dalam. Biasanya mereka hanya akan berkumpul dengan anak-anak dan selebihnya sibuk dengan kegiatan masing-masing walau sebenarnya mereka adalah pasangan yang harmonis dan saling mencintai.


"Tapi nanti mau kan nambah satu lagi."


Bugh


Angga mendapat pukulan ditangannya karena tetap memaksa untuk menambah anak lagi.


"Ck, mas ini emang ga bisa banget kalau kemauannya ga kesampaian."


"Kamu tau mas gimana."


"Hahahaha" tawa angga pecah karena melihat wajah sebal yang nadia tunjukkan.


"Mas diem, ini udah jam satu malam. Pasien lain nanti ngira suara ketawanya mas itu setan."


"Hus, kamu kalau ngomong jangan sembarangan. Mana ada setan disini."


"Hihihi, aku tau mas pasti takut kan."


"Ck, mana ada mas takut."

__ADS_1


"Hmm, aku ga percaya."


"Sudah sudah, ayo kita tidur aja. Kamu dirawat disini supaya istirahat tapi malah bergadang sampai pagi."


"Huuuu"


Nadia langsung memejamkan matanya dan tertidur lelap sampai matahari meninggi. Bahkan perawat sudah dua kali datang tapi nadia tak kunjung bangun dari tidurnya.


"Maaf ya sus, istri saya belum bangun juga."


"Apa semalam pasien bergadang pak?"


"Iya, semalam tidurnya agak larut karena mengeluh susah tidur dan kangen sama anak-anak."


"Oh, ya sudah dibiarkan saja dulu pak. Tapi tolong nanti dibangunkan karena setengah jam lagi dokter akan visit."


"Baik sus"


Tak lama setelah perawat pergi akhirnya nadia bangun.


"Kamu tidur apa kenapa sih? Perawat dua kali datang ga juga bangun padahal udah mas bangunin tapi ga mau bangun juga." Omel angga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2