
.
.
.
tak lama kemudian datang paman dan bapa killa dengan seorang nenek yang sudah tua namun pakaiannya terlihat anggun berbeda dengan nenek² dirumah nya yang hanya menggunakan daster atau kebaya biasa.mungkin Killa fikir dialah biang keladi dari pertunangan ini.dasar nenek tua yang merepotkan.
"Hai semua cucuku yang manis..."
"Nah Oma silakan duduk disini"kata paman menyuruhnya duduk disebuah kursi goyang
"Ohoho tentu saja nak" katanya dengan suara aneh lalu duduk di kursi goyang dengan hati-hati
"Nah karena sudah kumpul disini Ayuk kita mulai" kata nenek tua itu memulai acara tak jelas ini
"Iya Oma" jawab Tante meira dengan senyuman yang manis
"Reza ada kan?" Tanya Oma
"Ada kok Oma nih" jawab Tante meira
"Oho teryata cucuku paling bungsu memang sangat tampan ya" ucap Oma sambil melihat cucunya yang sedang menompang dagu seakan malas dengan acara ini sama seperti ku
"Hei dipuji tu" kata kakak tampan meledek adiknya tapi yang dipuji malah masa bodo
"Hmm"
"Lalu mana tunangannya?" Tanya Oma lagi mencari ku
"~ tidak ada tunangannya kabur" batin Killa kesal
"Ini Oma"
"Emmm???... Wahhhh jadi ini tunangannya manis sekali" ucapnya saat melihat Killa
"Iya Oma dia ini kailla" sambung Tante Meira sambil menunjuk killa
"Nah kailla perkenalkan dirimu" tambah sang mama
"Oh halo nenek"
"Eits jangan panggil oma nenek"
"Ah maaf Mbah "
"Woi dia itu Oma bukan mbah!!! Emang Mbah dukun apa kata Lo" teriak sang lelaki kasar,hei kalo kamu tidak menyukai ku kenapa tidak bilang saja sekarang??!!
"Rezaaa!!!" Omel sang bunda heran melihatnya marah setiap kali melihat killa
"Ah maafkan saya,saya tidak tahu.."
"Whahahah teryata tunangan ku ini orang nya lucu ya kalian berdua memang serasi..." tawa Oma yang melihat tingkah Killa dan reza
"Ah ngga kok terimakasih.."
"Kamu bisa panggil oma sayang"
"I..iya Oma"
"Hmm kamu manis banget ini pertama kali ya kita ketemu"
"Iya Oma"
"Jadi siapa nama kamu sayang"
"Saya kailla nek..eh Oma"
"Oh kailla sekarang tinggal dimana?"
"Didesa sari nek sama mama bapa"
"Kayanya kamu belum biasa panggil oma ya sayang"
__ADS_1
"Ah iya saya lupa maaf Oma"
"Gapapa kamu anak nya jujur saya suka"
"Ngga kok ne...eh Oma"
"Nah berapa umur kamu sayang?"
"18 nek"
"Wah sudah dewasa toh beda dengan Reza donk dia masih anak-anak"
"Oma Reza bukan anak-anak" katanya kesal
"Oh iya, terus umur kamu berapa Reza ?"
"...."
"Hei ditanya tu"
"16"
"~ooo umurnya dibawah ku teryata tapi laganya sombong banget harusnya dia sopan dasar ABG"
"Tu berarti kailla lebih tua 2 tahun ya"
"Tapi dia pendek reza tinggi"
"~sombong banget sih"
"Ya kamu wajar laki-laki"
" Ga lah"
"Udah Reza diem"
"Cih"
"Dah reza"
"Dia masih sekolah oma,iya kan kailla?"
"Eh..iya kak"
"Masih sekolah?? Kelas berapa?"
"Kelas 3 Oma sebentar lagi lulus"
"Oh mau jadi wanita dewasa ya tapi sekarang udah keliatan dewasanya sih"
"Iya Oma beda sama Reza yang masih ga bisa ngendalin emosi" kata bunda Meira sambil tersenyum
"Iya bener kamu Ira" angguk Oma membenarkan kata bunda Meira
"Kok Reza sih jadinya?" Kesalnya
"Sabar ya res.." ucap kak raja menenangkan adiknya
"Kok kakak ikutan" tanya nya nambah kesal
"Hah? Ngga kok" ucap kakak nya aneh malah dituduh ikutan mengatai Reza
"Udah kalian, nanti dia marah" ucap paman menengahi pembicaraan ini
"Serah kalian"kata Reza sambil memalingkan wajahnya seperti anak kecil
"Nah nak kailla kamu tau kan kenapa kesini?" Mulai Oma berbicara lagi
"Iya..."
"Kalau begitu kamu setuju menikah dengan salah satu cucuku?"katanya
"Ngga"
__ADS_1
"Loh kenapa?"
"Saya ngga mau"
"Kenapa cucu nenek tampan loh udah gitu cerdas perempuan juga banyak yang suka pokoknya cocok sama kamu"
"Kalau gitu kenapa ga perempuan lain aja kenapa harus saya?"
"..."
"Killa...?"
"Bener kan? Kenapa harus saya Oma? sedang perempuan lain banyak yg suka dan lagi saya ngga kenal tau² dijodohin, walaupun saya mau lulus tapi saya masih mau ngejar mimpi saya"
"Kailla...."
"Oma?"
"Kamu memang benar sayang perempuan lain memang banyak tapi ini memang takdir kamu..."
"Takdir..."
"Memang kamu belum diceritakan sama orang tua mu?"
"Cerita apa?"
"Hhhhhhh.... Laila..."
"Ya oma"jawab mama Killa cepat
"Kenapa kamu ga ceritakan ke kailla?"
"Maaf Oma kami ingin cerita namun waktunya tidak pernah tepat" ucapannya ragu-ragu
"Lalu sampai sekarang kalian tidak bilang?"
"Ya oma maaf kan kami"sambung bapa ku yang ikut merasa bersalah
"Sekarang sudah terlambat"
"Iya kami tau Oma" kata mama
"Emang cerita apa?" Tanya Killa heran
"Yah ini kisah jaman dulu" jawab Oma
"Kisah?"
"Iya sayang cerita antara Oma dengan nenek kamu"
" Cerita Oma dan nenek?" Tanyanya
"Mari ikut Oma nanti Oma ceritakan" kata Oma sambil berdiri hendak pergi
"Kemana?"
"Kekebun belakang ceritanya disana saja jangan disini Ayuk.." tambahnya lagi diikuti oleh pengasuh nya
"Saya aja oma?"
"Ya dengan Reza juga"
"~apa tunggu kenapa harus dengan dia?" Batin Killa heran kenapa harus mengajak anak laki itu
"Ayo Reza" ajak Oma sambil tersenyum
"Ya..." Jawabannya singkat
"Hmm tapi..." Beo ku gugup
"Sudah Killa pergi saja tidak apapa" kata mama Killa menyemangati putrinya
"Iya Killa tenang saja kami mendukung mu" sambung bunda sambil mengelus kepala killa
__ADS_1
"Ayo silakan nak Killa" tambah paman yang dari tadi merasa kasihan dengan Killa disusul dengan senyum bapa ku dan tentu saja senyum kakak tampan itu yang membuat killa percaya diri
"Ahh iya terima kasih..." Jawabnya singkat dan mengikuti Oma dan Reza dari belakang.