JODOH KU

JODOH KU
MASA LALU


__ADS_3

Ingat dengan tiara mantan istri angga yang berselingkuh hingga hamil? Dia datang kerumah utama, tempat dimana nadia sekarang tinggal sejak marini keluar dari rumah sakit pasca kecelakaan terjatuh dikamar mandi.


Nadia yang baru mengetahui wajah mantan istri pertama suaminya hanya bisa duduk diam di sofa single ruang tamu rumah mewah itu. Nadia diam karena menunggu si tamu yang sedang sibuk mengedarkan pandangannya guna menelisik isi ruangan tersebut.


"Semuanya masih sama seperti saat gue tinggalin rumah ini dulu. Letak perabotannya bahkan semua perabotannya juga masih sama."


Diam tak bergeming, apa yang tiara ucapkan sama sekali tak penting bagi nadia. Jadi nadia masih duduk dengan tenang sampai akhirnya tiara menyampaikan niat kedatangannya kerumah itu.


"Mama marini kemana?"


"Sedang istirahat di kamarnya, kebetulan mama sedang tidak enak badan. Jika ada yang ingin disampaikan bisa beritahu saya saja." Jawab nadia sopan.


"Terimakasih mba mar."


Mba marni datang dengan nampan berisi minuman hangat dan camilan. Saat tiara sedang sibuk menelisik setiap sudut ruangan, nadia sempat meminta mba marni untuk membuatkan minuman.


"Silahkan diminum mba." Nadia menawarkan minuman pada tiara.


"Ya terimakasih. Papa dan mas angga dimana?"


Saat berbicara, tak sekalipun tiara melihat kearah nadia. Mata tiara fokus melihat kearah tangga dan dua pintu yang yang ia ketahui adalah ruang kerja bramantyo dan angga yang letaknya memang bersebelahan.

__ADS_1


"Papa sama mas angga dimana?" Tiara mengulang pertanyaannya karena nadia diam tak bergeming.


"Sedang keluar kebetulan hari ini ada meeting penting. Silahkan diminum dulu."


"Ya,"


Hampir setengah jam keduanya hanya berdiam diri. Nadia menerka apa yang membuat mantan istri suaminya sampai datang bertamu. Sementara tiara, sedang menunggu sembari berfikir bisakah rencananya membuahkan hasil.


"Bisa kamu panggilkan mama, bilang ada saya datang."


"Maaf, mama sedang beristirahat jadi saya tidak akan membangunkan mama." Suara nadia terdengar tegas.


"Kamu itu cuma menantu jadi ga usah sok disini."


Menghembuskan nafas berat, nadia tetap diam tak menjawab. Menurutnya, meladeni orang seperti tiara hanya akan membuang energi saja pikir nadia.


"Kamu denger ga sih."


"Maaf, jika memang ada urusan penting bisa disampaikan melalui saya saja."


Dua orang yang tak saling kenal itu masih betah duduk diruang tamu tanpa ada percakapan yang berarti. Sampai akhirnya angga datang setelah menyelesaikan meeting pentingnya.

__ADS_1


"Lagi ada tamu?" Tanya angga saat masuk ke ruang tamu dan mendapati nadia duduk menghadap kearah pintu luar.


"Sepertinya tamu ini mencari mas." Jawab nadia sambil melirik kearah tiara.


Saat angga duduk disebelah nadia baru ia bisa melihat siapa yang datang bertamu. Angga bersikap biasa saja berbeda dengan tiara yang sedikit salah tingkah. Entah merasa sungkan atau bagaimana tapi tiara langsung terlihat gelisah dari cara duduknya.


"Ada perlu apa datang kesini?" To the point, angga tak berbasa-basi dalam bertanya.


"Silahturahmi."


"Lebaran masih jauh."


Angga bangun dari duduk ya dan menarik lengan istrinya untuk ikut masuk kedalam rumah.


"Mas tamunya." Tegur nadia.


"Ga usah perduliin dia, masa lalu kalau sudah muncul lagi pasti hanya akan menjadi penyakit dalam hubungan suami istri. Ga usah ladenin dia."


Nadia mengikuti langkah angga membiarkan tiara terbengong-bengong mendengar dan menyaksikan bagaimana angga sangat lembut dan penuh cinta dalam memperlakukan istrinya. Berbeda saat bersama dirinya.


___________

__ADS_1


__ADS_2