
.
.
.
"Ini serius...?" Batin Killa yang berada diruang tamu dimana sudah ada 4 orang disana.ada yg seperti ibunya namun kelihatan muda dan cantik lalu laki² seperti sudah tua namun masih terlihat gagah dan berwibawa dan ada laki² memakai kaca mata yang membuat nya terlihat pintar dia juga tampan dan manis hmmm maaf...lalu terakhir orang yang baru kukenal hari ini yg membuat aku memikirkannya dari tadi.
"Hmm?"
"......"
"Wahhhh kailaa akhirnya kamu keluar juga"
"Hah??"
"Teryata kamu udah besar ya nambah cantik,kok kamu belum ganti baju sih sayang?"
"Ah aku ketiduran tadi"
"Oh maaf ya ganggu kamu istirahat"
"Ah ngga kok"
"~apa ini kenapa begini, sekarang aku seperti ingin diintrogasi oleh orang² ini dan lagi ngapain dia disana si orang kasar itu...masa iya sih dia kesini bawa keluarga buat minta ganti rugi"
"Nah killa ini Tante Meira kamu ingat kan?"
"Eee...ah ingat mama nya Dino kan?"
"Puhh"
"Eh?"
"Hei bukan ini mama nya Reza masa lupa" jelas mama nya kesal dengan anaknya yang cepat sekali lupa dengan orang
"Ah emang iya ya"
"Duh masa lupa sih dulu Tante suka kesini waktu kamu kecil"
"Maaf Tante saya lupa"
"Maaf ya Meira ini memang pelupa sama orang jadi wajar dia tidak ingat"
"Gapapa toh sudah lama sekali"
"Oh iya kailla biarkan kami perkenalkan diri lagi aku Meira ini suami ku rama, kalo ini raja dan ini si bungsu reza."
"~aku ga nanya suer..."
"Ah iya Tante saya Killa ah maksudnya kailla"
"Jangan pakai tante,"
"Apa?"
__ADS_1
"Bunda aja"
"Eh...?"
"Ah kamu belom biasa ya maaf"
"Iya Tante akh maksud kill...bukan maksud aku bunda..."
"Aneh" kata orang kasar itu walau kecil suaranya tapi masih kedengaran di telingaku dan aku hanya menunduk saja karena masih ingat kejadian itu.
"Hmm...nak kailla" kata suami Tante meira
"Ya"
"Kamu tau kan apa yang membuat kami datang kesini"
"Hmm..itu"
"Ini memang berat bagi kamu tapi kami harap kamu mau mengerti"
"~tunggu apa katanya mengerti? mengerti apa?"
"Anu paman... Paman kesini mau minta ganti rugi kan"
"Ganti rugi?"
"Iya kan? maaf paman bapa saya tidak punya uang sebanyak itu buat ganti kuenya tapi kalo 500 ada"
"Hah apa maksud kamu?" Katanya yang seakan tidak mengerti tapi aku malah melirik laki² kasar itu seakan dia sedang menahan tawanya.
"Nak kailla ganti rugi apa maksud mu?" Sambung Tante meira yang ikut bingung
"Paman kesini sama keluarga mau minta ganti rugi kan soal kue??" tanya ku yang malah membuat seisi ruangan ini malah bingung.tapi si laki kasar itu malah masih menahan tawanya walau aku tau mukanya sudah merah.
"Kue? Kue apa maksudmu?"
"Kue yg aku jatuhkan di dekat gang dan punya anak Tan.. maksudnya bunda ini"
"Hah?"
"Iya kan" tanya ku ke anak kasar itu tapi yang ditanya malah diam tidak peduli sambil menopang dagunya malas.
"Paman tidak mengerti maksud kamu kenapa kok tiba-tiba kue"
"Iya bunda juga tidak mengerti coba kamu jelaskan"
"~aneh kenapa malah balik nanya kan harusnya mereka tau lagian tanya aja anak laki aneh ini dia kan tau juga"
"Killa kok kamu diem?"
"Killa coba jelaskan ke paman maksud kue kamu apa"
"Ehh tapi paman sama Tan..bundaaa jangan marah"
"Hmm... Iya kamu tenang aja ayok cerita"
__ADS_1
"Itu apa tadi eh apa aku..aku..." Jelas ku dengan terbata bata yang membuat orang menunggu
"Aku kenapa?" Tanya Tante meira
"Aku..aku"
"Ya?"
"Aku malu paman...." Jawabku sambil menutup muka ku bingung yang membuat semua wajah menjadi aneh
"Ehh...kailla ga usah malu kamu bisa ceritakan kekami" kata seorang laki-laki tampan yg mengenakan kaca mata dengan suara yang lembut
".... Ah iya maaf" jawabku seakan takjub dengan sikap nya yang lembut
"Gapapa ayo ceritakan" tambahnya lagi yg kali ini disertai senyuman manis nya yang membuat siapa saja pasti langsung geer dibuatnya
"I..iya makasih"
"Iya gapa..."
"Ekhemm" bunyi suara yang aku tentu saja kenal yah siapa lagi kalo bukan laki kasar itu.
"Ah maaf, nah kailla silakan dimulai" kata kakak kaca mata itu
".... Iya kak makasih"
"Ck lama amat sih!!! makasih Mulu, ceritain noh malah ngobrol" kesal laki kasar itu seakan aku tidak boleh mengobrol dengan kakaknya yang tampan ini.
"Reza.."
"Iya itu tadi apa..." Lanjut Killa ingin cerita
"Apa aja ... dari tadi itu Mulu" kesal nya lagi sepertinya ia sangat membenciku sekarang
"Reza... "
"Abis lama Bun"
"Iya saya minta maaf" jawabku kearah nya Dan memulai cerita walaupun dengan gugup dan muka merah bagaikan tomat.
TBC...
Maaf garing ^\_^
Jangan lupa like sama vote ya
Apalagi di share ke teman kamu
boleh banget pastinya
Ok stay safe and healthy
~ Assalamualaikum
\*\*\*
__ADS_1
Coffee71\_