JODOH KU

JODOH KU
MAS, TOLONG YA


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, nadia tetap bungkam. Nadira yang masih ikut bersama mereka juga tak mengeluarkan sepatah katapun padahal biasanya ia akan terus mengoceh tentang banyak hal.


"Nginep ya dir?" Pertanyaan nadia pada indira adalah sebuah perintah.


"Nginep nginep, tapi aku mau gofood."


"Ya, makan terus."


"Mba juga suka, jangan lupa tadi mba makannya paking banyak."


"Ck, iya iya. Sana kekamar, aku mau mandi. Ingat pesannya dilebihi, sekalian telpon ibu suruh kesini juga."


"Siap"


Angga yang sudah masuk kamar lebih dulu menunggu nadia ditepian ranjang.


"Sayang."


"Mas, aku mandi dulu ya? Kita bicaranya setelah sama-sama bersih aja. Aku beneran ga kuat, capek banget."


"Iya, kamu mandi aja dulu. Aku udah siapin air hangat."


"Makasih banyak ya mas."


Lima belas menit nadia membersihkan dirinya.

__ADS_1


"Pakai ini dulu ya? Pakaian yang tadi dibeli biar dicuci dulu."


"Iya mas, makasih ya."


"Makasih terus, kamu rebahan dulu. Mas mandi sebentar."


Nadia terus mengusap punggungnya yang terasa panas.


"Kalau saja beli baju online bisa nyobain dan sampainya cepet aku ga akan maj diajak belanja keluar rumah. Mana apes harus jadi tontonan orang banyak terus ikut sidang ga jelas kayak tadi."


Nadia menggerutu didalam hatinya.


Ceklek


"Sayang kenapa ngelamun?"


Angga menyadarkan nadia dari lamunannya.


"Mas selalu ganteng pantes aja nada sampai nekat mau jadi istri kedua. Apalagi dia tau mas ini sarangnya duit."


Angga menjawil gemas pipi istrinya.


"Kamu cemburu?"


Nadia menggeleng.

__ADS_1


"Aku hanya resah, nanti muncul nada nada yang lain. Tapi aku ga terlalu memusingkan hal itu, aku hanya lelah terus bersitegang dengan mama apalagi harus menjadi tontonan banyak orang. Malu, karena harga diri papa dan mas yang jadi taruhannya."


"Sudah, mama jangan kamu jadikan beban pikiran. Tadi hanya ga sengaja saja kalian bertemu dan mama langsung atur strategi buat bikin kamu marah gapi nyatanya kamu santai banget ga terpancing sama sekali."


"Aku tahan mas, padahal udah pengen jambak-jambakan tadi. Tapi aku inget, mama itu ibumu mertuaku jadi ya sudah aku sok tenang sok santai padahal pinggangku ini sudah mau patah."


"Mas bisa tolong aku kan?"


"Usap usap lagi?"


"Hmm"


Nadia langsung berbaring dan mengambil posisi nyaman untuk menikmati usapan tangan angga yang ia rasa bisa mengurangi nyeri dan panas pada pinggangnya.


"Mas memang yang terbaik, aku beruntung punya mas sebagai suami dan calon ayah dari anak ku."


Nadia bergumam sambil matanya perlahan-lahan tertutup karena lelah. Berendam air hangat membuat ketegangan pada tubuhnya mengurai, kamar yang sejuk ditambah usapan tangan angga membuat nadia terbuai dengan cepat.


"Selamat tidur sayang, terus berdiri disamping mas ya. Kita lewati ini bersama, maaf karena mas terus membawa kamu dalam situasi yang melukai perasaan mu. Percayalah, mas tulus mencintaimu mencintai buah hati kita."


"Ayank, bantu doa untuk kebahagiaan kita ya nak. Papa nunggu ayank lahir, sehat sehat ya kesayangannya papa."


Angga terus mengusap pinggang nadia tanpa henti sampai tanpa sadar ia ikut terlelap sambil memeluk perut nadia dari arah belakang.


__________

__ADS_1


__ADS_2