JODOH KU

JODOH KU
TIMBUNAN LEMAK


__ADS_3

"Mas bisa tolong pegang ayank sebentar? Aku sakit perut."


"Oke siap."


Angga meninggalkan laptopnya yang masih menyala dan menghampiri buntalan kecil ditangan nadia.


"Hey cantik, kamu maunya digendong terus? Iya iya."


"Anak papa"


Angga tau putrinya belum bisa memberi jawaban tapi ia tak pernah sama sekali merasa bosan untuk berceloteh didepan aruna raya wijaya. Bayi berusia satu bulan itu masih sedikit rewel jika ditinggalkan seorang diri.


Angga lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Pekerjaannya yang bisa ia kerjakan dari semua semua diantar oleh agus kerumah. Nadia sempat menggunakan jasa baby sister selama dua minggu tapi naas baby sister yang mereka sewa melakukan kesalahan fatal sehingga membuat nadia trauma untuk kembali mencari jasa baby sister.


Walau sedikit kerepotan tapi angga tak pernah menolak jika nadia sedang membutuhkan bantuannya untuk sekedar menjaga aruna. Bahkan bramantyo kerap datang menginap, tentunya tanpa marini. Karena sampai saat ini marini masih belum mau membuka hati untuk menerima si cantik aruna sebagai bagian dari dirinya.


"Ayank cantiknya papa."


Berada dalam dekapan hangat ayahnya, aruna selalu dengan cepat terpejam dan tertidur lelap.


"Pasti tidur."


"Hmm"

__ADS_1


"Kapan sih ayank ga tidur kalau sudah digendong papa." Gerutu nadia karena putrinya akan dengan mudah tidur jika sudah angga yang menggendong.


"Ini anak papa."


"Aku tau dia anak mas."


"Jangan ngambek. Nanti mas kasih suntikan semangat, mau?" Angga mengerling nakal kearah nadia yang saat ini sedang mengerucutkan bibirnya.


"Ga"


"Ga nolak pasti."


"Mas ih"


"Nanti papa menginap lagi disini."


"Iya, nanti aku minta mba marni untuk stok makanan jadi."


"Papa makannya banyak ya?"


"Ga masalah, aku senang papa mau makan banyak tapi ga sebanyak yang tuduhkan ya."


Nadia memicing menatap suaminya yang menuduh bramantyo makan banyak padahal yang benar adalah angga yang selalu makan dengan porsi jumbo.

__ADS_1


"Ikut aku olahraga mas, perut mas itu sudah jadi berapa lingkarnya sekarang. Buncit"


"Huft" angga mendesah malas.


Semenjak memiliki bayi, angga jadi sering begadang dan membuat dirinya makan banyak. Sebentar-sebentar angga akan merasa lapar jadi membuat tubuhnya yang tadinya atletis berubah jadi timbunan lemak.


"Males banget sekarang mau olahraga." Rajuk angga sambil memeluk nadia dari belakang.


"Terserah mas aja, kalau nanti kolesterolnua naik gula darah asam urat dan yang lainnya juga jadi ga normal jangan ngeluh. Dan kalau mas mati aku ga tanggung jawab."


"Hey, kenapa ngelantur."


"Mas susah sekali disuruh olahraga padahal kan mas sudah tau kalau badan mas ini sekarang. Yaampun aku pusing lihatnya."


Hampir semua setelan jas yang angga miliki tak ada satupun yang muat. Bobot tubuhnya terus bertambah bahkan lemak sudah berkeliaran bebas.


"Oke, mas akan mulai dua hari lagi. Hari ini dan lusa ada meeting penting."


"Hmm" nadia menjawab malas.


Sebelum nadia kembali mengomel angga segera kembali pada laptopnya untuk memeriksa dokumen yang baru saja intan kirimkan. Angga berusaha fokus untuk menyelesaikan semuanya agar ia bisa membuat janji dengan seorang pelatih olahraga agar tubuhnya bisa kembali seperti sedia kala. Mendapat protes dari istri adalah beban berat bagi angga karena penampilannya juga menjadi nilai penting atas curahan perhatian yang bisa ia dapat dari istrinya.


__________

__ADS_1


__ADS_2