JODOH KU

JODOH KU
TIDAK TERIMA


__ADS_3

Dewi mendapat email dan kabar via telpon dari pihak angga perihal pembatalan kerjasama mereka. Angannya untuk bisa dekat dengan angga dan menjalin kasih sudah pupus. Selangkah lagi tapi semuanya berubah menjadi kegagalan. Dewi yang adalah seorang wanita karir dengan bisnis yang berhasil ia kelola begitu tertarik dengan angga yang memang terkenal dengan ketampanannya.


"Ga bisa begini."


Brak


Dewi membanting ponselnya hingga pecah karena terlalu emosi. Wajahnya masih memerah karena bekas tamparan tangan nadia kemarin siang dan pagi ini ia menerima kabar yang sangat mengejutkan.


"Aku harus menemui pak angga untuk menanyakan hal ini. Bagaimana bisa kontrak sudah siap ditanda tangani tapi malah dibatalkan."


Dengan amarah yang menggebu-gebu dewi mendatangi kantor angga. Setelah cukup lama menunggu akhirnya dewi dipersilahkan untuk masuk keruangan angga. Dalam bayangan dewi dirinya hanya akan berdua saja bersama angga didalam ruangan tapi sayangnya agus sudah ada disana dan akan menjadi orang ketiga diantara mereka.


"Ck" dewi berdecak sebal saat melihat agus sudah berdiri dibelakang angga yang sedang fokus pada layar ponsel ditangannya.


"Pak, bu dewi sudah datang."


"Hmm"


"Silahkan duduk bu dewi." Angga mempersilahkan tamunya untuk duduk.

__ADS_1


"Terimakasih."


"Langsung saja pak, bagaimana bisa pihak pak angga membatalkan kerjasama kita padahal kesepakatan sudah sama-sama kita setujui."


Dewi langsung pada pokok permasalahannya. Keberadaan agus disana membuat dewi mengurungkan niatnya untuk merayu angga. Ia berfikir harus menggunakan ketegasan agar kesepakatan kerjasama ini tidak batal.


"Maaf sebelumnya bu dewi, saya secara pribadi meminta maaf. Bu dewi tidak perlu khawatir, saya akan mengganti kerugian waktu dan tenaga bu dewi serta membayarkan pinalti yang menjadi hak perusahaan ibu."


"Kenapa masalah pribadi dijadikan alasan pembatalan kerjasama ini."


"Karena memang ada masalah itulah saya harus membatalkan kerjasama kita. Keluarga adalah yang paling utama bagi saya."


Angga menggeleng dan tersenyum samar.


"Saya akan tuntut pak angga pengadilan."


"Silahkan, saya akan utus pengacara perusahaan untuk meladeni tuntutan bu dewi."


Melihat sikap tenang yang angga tunjukkan membuat dewi terbakar amarah. Dewi berteriak dan berkata kasar sampai membuat agus harus maju dan menghalangi dewi yang akan berbuat anarkis.

__ADS_1


"Bawa dia keluar." Tiga security datang dan memegang kedua tangan dewi yang tak berhenti berteriak dan membanting semua barang yang ada diruangan angga.


"Ambil salinan rekaman CCTV nya gus."


"Siap pak."


Mendengar hal itu membuat nyali dewi seketika ciut. Tenaganya langsung mengendur dan ia terduduk dilantai.


"Tolong bawa dia keluar, dan lain kali jangan ijinkan dia untuk masuk keruangan saya lagi."


"Tan, tolong panggil OB untuk membereskan semua ini."


Angga berlalu dari ruangannya untuk pulang kerumah. Bermain bersama aruna menjadi pilihan angga sembari menunggu ruangannya dibereskan. Angga berencana untuk bekerja dari rumah hari ini. Moodnya sudah tidak bersahabat untuk tetap berada dikantor.


Dewi memukul setir mobilnya setelah diseret keluar perusahaan angga oleh du security. Malu sudah pasti tapi dewi lebih merasa marah karena rencananya gagal untuk bisa mendekati angga yang menjadi obsesinya sejak awal mengajukan kerjasama.


"****"


"Rupa istri yang disembunyikan ku kira cantik bak dewi tapi ternyata lebih mirip rakyat jelata, tapi kenapa perempuan seperti itu tetap bisa menjadi ratu dihati pak angga sampai pak angga rela melepas komitmennya menjadi seorang pengusaha."

__ADS_1


___________


__ADS_2