
"Kita mau kemana sih mas?"
"Makan malam, kenapa?"
Angga menoleh kearah samping dimana nadia duduk. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat dimana angga akan memberikan kejutan ulang tahun pernikahan mereka yang ketiga. Angga menyiapkan sebuah acara kejutan untuk nadia dan menghadirkan seluruh anggota keluarga dan orang-orang terdekat mereka.
Perjalanan hampir setengah jam lamanya akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Tempat yang indah dengan nuansa romantis, angga mempersiapkan segalanya dengan begitu matang. Kejutan yang pasti akan membuat nadia bahagia sekaligus terharu nantinya.
Satu dua tiga
Angga membuka penutup mata nadia dan tersaji lah kejutan yang berhasil meluncurkan cairan bening dari mata nadia.
"Mas"
"Happy anniversary sayang."
"Mas" ulang nadia dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
Biasanya angga hanya akan memberikan sebuah kejutan sederhana, itupun dilakukan dirumah dan hanya mereka berdua saja yang merayakannya. Namun kali ini berbeda, angga benar-benar memberikan kejutan yang berbeda.
Meja meja panjang dengan tamu undangan yang sudah siap dengan pakaian berwarna senada. Beberapa orang yang dapat nadia kenali tersenyum bahagia dengan apa yang mereka lihat sekarang. Kebahagiaan nadia tak bisa ditutupi, isak tangis dan senyuman melebur menjadi satu.
"Cup, kenapa malah nangis?"
"Makasih banyak mas untuk kejutannya."
"Segalanya untukmu, apapun itu."
Nadia langsung masuk dalam pelukan angga. Ia langsung teringat bagaimana perihnya perjalanan cinta mereka, sejak awal restu menjadi penghalang bahkan sampai sekarang pun mereka belum mengantongi restu secara 100%.
Seolah tau apa yang membuat air mata nadia meleleh tanpa henti sampai nadia sesenggukan. Cukup lama nadia bisa mengontrol dirinya. Sekitar sepuluh menit angga membiarkan nadia larut dalam tangisannya. Membiarkan nadia melepaskan segala beban yang selama ini menghimpit.
"Ayo, yang lain sudah menunggu. Acara selanjutnya harus segera dilangsungkan."
"Memang acara apalagi mas?" Tanya nadia mendongakkan wajahnya.
__ADS_1
"Bernyanyi tiup lilin lalu bagi bagi kue." Jawab angga dan sontak mendapat cubitan di pinggangnya.
"Au sayang, sakit. Ampun ampun"
Dengan wajah cemberut nadia mengikuti langkah angga menuju ketengah tempat acara. Kue berwarna putih dengan hiasan mawar sudah siap dengan angga tiga serta ucapan happy anniversary sudah siap diatas meja bundar kecil.
Meniup lilin berdua dengan menyelipkan seuntai doa untuk kelangsungan pernikahan mereka. Angga dan nadia saling menyuapi kue sebelum membagikan kue tersebut pada tamu undangan yang lain.
Suasana berubah riuh, momen romantis penuh air mata sudah terlewati. Sekarang mereka sedang menikmati hidangan makan malam sambil sesekali mengobrol. Banyak pegawai nadia yang angga undang dan anggota keluarga terdekat.
"Makasih untuk semuanya mas, aku seneng banget. Mas sampai repot nyiapin semua ini."
"Tenang aja, mas ga repot sama sekali karena agus yang atur semuanya. Mas hanya bilang tema dan tempat yang mas inginkan."
"Ya ya, agus adalah orang yang paling tau dan bisa segalanya. Apalah mas angga bila tanpa agus."
"Hahahahaha" tawa angga pecah, menjahili nadia sudah menjadi keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan yang menjadi sasaran keusilan angga bukan hanya nadia karena putri semata wayang mereka pun kera kali menjadi korban sama hal nya dengan nadia.
__ADS_1
"Stop stop, jangan cubit lagi. Cubitan mama adalah cubitan paling mematikan." Angga langsung meringis takut bila harus kembali merasakan capitan kepiting kebanggaan nadia.
___________