
" Nes, kita istirahat disini dulu sebentar. nanti baru nyari akbid nya" akhirnya Meta memecah keheningan dengan mengajak Agnes berbicara
"iya, Met.gak apa apa..Ini bulikmu tinggal disini?" tanya Agnes melihat bangunan yang mirip asrama tentara itu
" bukan bulik sih,tepatnya sodaranya bulik ada yang jadi tentara, dan dinas disini. yuk, kita masuk.disini asrama tentara yang khusus untuk marching band nya.makanya banyak alat musik disini." jelas Meta
" ohh.."
" Assalamualaikum" Meta menghentikan langkahnya di depan pintu salah satu rumah dan mengucapkan salam
Nampak sesosok ibu paruh baya menghampiri Meta dan menjawab salamnya
"Waalaikumsalam. Eh, ada nak Meta. ayo masuk..kok gak ngasi tau kalo mau kesini..ini siapa? " tanya ibu itu sambil melihat ke arah Agnes
" itu teman Meta ,bulik..mau daftar sekolah disini.sekalian tadi bareng,soalnya dia belum pernah ke semarang dan belum tau tempatnya"
" ohh..siapa namanya?"
" saya Agnes , bu." jawab Agnes
__ADS_1
" kalian duduk dulu disitu, bulik buatkan minum..Om gak ada di rumah, jadi santai saja..kalo mau ke kamar mandi, ada di belakang..atau kalo mau liat liat juga gak apa apa,tapi jangan jauh jauh..bulik mau menyelesaikan masak dulu"
" iya bulik..makasih"
Meta merebahkan badannya di kursi kayu itu dan mulai memejamkan matanya,. mungkin dia terlalu lelah..sementara Agnes memilih berjalan jalan menghilangkan penat.
Sejenak pandangan Agnes menyapu ruangan rumah dinas itu..kecil,dan minimalis..hanya ada 2 kamar tidur yang kecil, dapur dan ruang makan juga kecil serta ruang tamu yang hanya muat 4 kursi kayu sederhana..
Nampak didinding ada foto seorang tentara dengan istrinya yang memakai seragam hijau khas ibu persit.
Pikiran Agnes pun melayang..Saleko,, apa kabarnya dia sekarang? apakah nanti mereka akan berfoto seperti itu juga? akankah dia juga akan memakai seragam ibu persit juga?
Tapi, rumahnya kenapa kecil sekali dan terkesan kumuh, dan kurang terawat..apakah nanti dia juga akan tinggal di rumah dinas seperti ini?
Mendadak hatinya mencelos..satu pertanyaan ini, apakah dia akan krasan tinggal di asrama seperti ini?
apakah menjadi keharusan seorang prajurit harus tinggal di asrama?
Keraguan kembali menyelimuti hati Agnes..ternyata dia tidak sesiap itu.
__ADS_1
Dia masih punya mimpi, menjadi wanita karir, berkelana, mengejar impian..melihat dunia yang lain.
Sungguh, dia belum siap terjebak dalam situasi ini..menjadi ibu persit, berdiam di asrama, menunggu suami pulang tugas..
Kembali Agnes berjalan berkeliling, mengamati setiap penjuru asrama dan menemukan banyak fakta yang kembali membuat hatinya meragu.
Ternyata, cinta saja tak cukup membuatnya kuat..ada kenyataan yang harus dia hadapi, jika kelak dia memang berjodoh dengan Saleko, seorang prajurit TNI..dimana negara dan bangsa adalah priotitas pertamanya dan keluarga hanyalah prioritas kedua..
Apakah orang tuanya akan rela, melihat putri tercintanya hidup di asrama seperti ini?
Belum lagi kalo nanti ditinggal suami bertugas di daerah konflik berbulan bulan tanpa kabar..
Apakah suaminya akan kembali dengan selamat ataukah hanya tinggal namanya saja??
" Mas, kenapa aku jadi meragu seperti ini? Tolong kuatkan aku, mas..kuatkan hatiku dengan cintamu, dengan perhatianmu..agar aku bisa melangkah yakin, bisa hidup berjuang dalam suka dan duka bersamamu..Tolong jangan abaikan aku, agar cintamu menguatkan kesetiaanku..kesetiaan akan komitmen kita untuk bersama"
lagi lagi Agnes tak dapat menahan air matanya..
mengingat kembali bahwa sudah 3 bulan ini, Saleko tak berkabar padanya..
__ADS_1
sungguh, hatinya terasa sakit..