
Keesokan harinya..
" Hai ,Ririn..mau pinjam catatan biokimia dengan" pinta Agnes kala melihat Ririn menenteng buku diktatnya.
Ririn yang kaget, menoleh ke arah Agnes yang berdiri tak jauh darinya sedang tersenyum manis.." eh, iya..ada di kamar..nanti pas istirahat aku ambilin" jawabnya sedikit curiga karena selama ini dia dan Agnes tidak terlalu akrab. Hal yang aneh jika Agnes sampai meminjam catatannya..
Agnes mengangguk dan kemudian meninggalkan gadis itu.Dia memang berniat memdekati Ririn untuk menanyakan perihal perjodohannya..bukan demi apa, tapi demi Yunan, agar dia bisa memberikan saran terbaik untuk Yunan.." nanti aku ambil ke kamarmu saja ,Rin" teriaknya sebelum menghilang dari pandangan Ririn.
" Nes..tadi bicara apa sama Ririn?" cecar Yunan yang memang melihat sepintas Agnes sedang bicara dengan Ririn.
" kapan kamu liatnya?" tanya Agnes balik nanya
" barusan sebelum kesini, aku liat kamu lahi ngobrol sama dia..gak biasanya kan?" ujarnya penuh selidik
" ih kepo! emangnya kamu masih peduli ma dia?" pancing Agnes
" cuma tanya. mau ya dijawab, gak juga gak ngaruh ma aku" cetusnya ketus
__ADS_1
" ih..marah..ntar gak ganteng lagi kalo marah.. aku cuma mau pinjam catatan biokimia saja kok..hehhhehe..." jawab Agnes nyengir
" tumben pinjam? bukannya kamu lebih rajin soal mencatat? dan kalopun pinjam pastinya bukan sama Ririn" cecar Yunan
" pengen saja..kepo amat sih..cuma pinjam catatan doang kali" elak Agnes..Dia gak mau misinya diketahui Yunan.." tuh, Ririn dah datang" bisiknya lagi
Yunan menoleh dan pandangannya bertemu tapi keduanya sepakat memalingkan wajahnya masing masing.
" Lah..malah melengos!" cibir Agnes
Yunan menanggapi dengan senyum masam, seolah tak ingin membahasnya lagi..
Tok tok..
ceklek...
" masuk mbak" ujarnya..
__ADS_1
Agnes masuk dan duduk di tepi ranjang, sementara Ririn tengah mengambil buku catatannya..
" ni mbak bukunya..maaf kalo gak rapi" katanya sambil menyerahkan buku catatan itu.
Agnes menerimanya dengan senang hati.." gak kok Rin..ini rapi punyamu" jawab Agnes pura pura tertarik.
" ehmmm...Rin?.. kamu sama Yunan gimana? ups, sori kalo aku ikut campur ya..beberapa hari ini aku liat Yunan kayak gak semangat gitu"
" maaf mbak.sebenarnya aku juga gak mau buat dia kayak gitu.tapi aku juga bingung sama dia..dia deketi aku, tapi gak pernah bilang apapun sama aku..ketika orang tuaku tanya apakah aku sudah memiliki pacar ,aku jawab belum, karena memang Mas Yunan belum pernah menyatakan cinta sama aku..makanya ketika ada yang serius dan melamar aku, akupun menerimanya." jelasnya sendu..Agnes tau, Ririn juga memendam kesedihan.
"Tapi kamu sendiri, suka gak sama Yunan?" tanya Agnes hati hati, takut Ririn tersinggung.
Menghela nafas panjang, Ririn menjawab" aku suka sama mas Yunan, mbak..tapi dia gak tegas sama hubungan kami"
Agnes terdiam..sudah jelas sekarang..Ririn juga gak bisa disalahkan, karena dia juga butuh kepastian.
" aku mengerti, nanti aku bantu jelasin sama Yunan..makasih bukunya ya..besok aku kembalikan"
__ADS_1
Agnes pun keluar kamar Ririn menuju kamarnya..Memijit keningnya yang mendadak pusing.
' ih..gemesss...Yunan, kenapa kamu sebodoh itu.sudah pedekate sejauh ini, tapi belum juga nembak..wajar kalah duluan..kamu nya cemen sih" gerutu Agnes