
# dia lelaki yang baik,tolong bahagiakan dia#
Hari Sabtu seminggu kemudian....
Sejak pagi hati Agnes sudah gelisah. sudah sejak semalam dia tak bisa tidur, memikirkan kata kata apa yang pas ketika menyalami mantannya. Soal kado, dia telah menyiapkannya minggu lalu, sebuah lukisan kristik bergambar sepasang kucing nan manis yang pernah Saleko sukai waktu berkunjung ke rumahnya, menjadi pilihan Agnes..Hanya kado itu yang terlintas di benaknya. dan juga waktu nya gak akan cukup lagi memikirkan kado yang lain.
Mengikuti perkuliahannya dengan setengah hati, karena pikirannya sudah di rumah.
Agnes sudah mengencani Agus siang itu..mau nebeng sampai halte, agar tidak kelamaan nunggu angkot.
Agus tampak mengiyakan permintaan sahabatnya itu tanpa banyak tanya.baginya sahabat adalah segalanya di kampusnya itu. Dia dengan penampilannya yang culun dan gak bisa rapi, selalu bersyukur masih ada yang tulus berteman dengannya tanpa melihat penampilannya.
Setelah menyelesaikan 2 mata kuliah siang itu, Agnes segera mengajak Agus pergi, tak peduli tatapan mata Yunan yang mengikuti mereka seakan tak rela Agnes dekat dengan Agus melebihi kedekatan mereka sebelumnya.
Agnes bukan tak tau pandangan Yunan yang mengikuti mereka, tapi dia sudah mencoba untuk tidak peduli dengan apa yang Yunan lakukan.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, Agnes mendapati rumahnya telah kosong.artinya bapak dan ibunya masih di tempat pernikahan Saleko.
Memilih untuk mandi dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak sambil menunggu orang tuanya pulang. Dia akan datang setelah acara selesai agar dia punya banyak waktu untuk berkenalan dengan rival eh mantan rivalnya.
__ADS_1
Lagian motornya juga dipake bapaknya, gak mungkin dia akan berkebaya jalan kaki.
Pukul 2 siang, bapak dan ibu Agnes nampak memasuki pelataran rumah.Tak ingin menunggu lama, Agnes menghampiri bapaknya..Dia telah bersiap sebelumnya, kebaya putih bawahan batik pekalongan warna biru dan kerudung putih dengan sedikit polesan bedak dan lipstik warna pink.,membuat penampilannya terlihat anggun dan ayu.
" Pak, sudah selesai acaranya?" tanya Agnes
" baru saja selesai, kamu kok gak nyusul?" tanya ibunya
" gak papa buk..Agnes pergi sekarang..tolong antar ya pak?"
Mendekati rumah Saleko, Agnes meminta berhenti.meski acara telah selesai, tapi sepertinya tamunya masih banyak dan suara hiburan campur sari juga masih terdengar.
" Bismillah" ucapnya dalam hati dan mulai melangkah.
" Hai Nes..baru datang?" sapa Sutar yang nampak baru dari tempat Saleko.
" eh.iya Tar..udah selesai acaranya?" tanya Agnes
" iya, kenapa baru datang?" tanyanya
__ADS_1
" baru pulang .tadi masih ada kuliah..aku kesana sebentar ya..nanti kalo pulang, boleh minta tebengan?" tanya Agnes
Sutar mengangguk.diikuti Agnes yang meninggalkannya.
Dari kejauhan, tampak Saleko sedang duduk di teras menyalami tamunya, pun dengan kedua orang tuanya.
Dia segera beranjak ketika melihat kehadiran Agnes. senyumnya merekah dan berbahagia
" Dik Agnes..?" ucapnya seraya tangannya menyalami dan menggenggam tangan Agnes erat, seakan gak ingin dilepaskan.
" maaf telat mas, tadi masih ada jadwal kuliah" ujar Agnes melepaskan genggaman tangannya takut khilaf.
" masuk yuk" ajaknya menggandeng tangan Agnes membawanya masuk.
Agnes masuk mengikuti Saleko ke ruang tamu yang telah disulap menjadi pelaminan itu.
Duduk bersebelahan dengan Saleko yang masih memakai kemeja putih dan celana hitamnya.
Ibu Saleko kemudian datang dan memeluknya seraya menangis...
__ADS_1