Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
praktek di rumah sakit


__ADS_3

" Yang mau praktek, sudah ditunggu bis jemputan di depan aula.!" teriak salah satu aspa memanggil para mahasiswa yang akan praktek pertama mereka di RS.


Berseragam putih putih, jilbab putih dengan pita orange,sepatu juga putih ditambah lencana nama berwarna merah..mereka bersemangat naik bis jemputan satu per satu dengan hati riang..


Hari ini adalah hari pertama mereka masuk RS sebagai calon perawat. Setelah satu semester kemarin mendapatkan teori dan praktek mandiri di laborat..


Kini mereka akan dihadapkan langsung dengan pasien, dan lingkungan kerja yang sesungguhnya.


Pagi itu, setelah didrop di depan RS, mereka menuju aula diklat untuk penyambutan praktikan baru..Setelah melalui perkenalan dan pembekalan praktek, mereka kemudian diantarkan ke bangsal masing masing sesuai dengan kelompoknya..


Tiap kelompok terbagi 5 mahasiswa yang ditempatkan di bangsal bedah dan interna.


Masing masing dari mereka hanya boleh melakukan perasat sesuai kompetensi mereka di tingkat 1.


Di bangsal itu ,mereka akan dibimbing oleh 1 pembimbing praktek yang berasal dari perawat yang bekerja disitu dan mempunyai kompetensi sebagai pembimbing praktek.


Setelah mendapatkan jadwal prakteknya, para mahasiswa mulai diberikan orientasi ruangan oleh pembimbing..Mereka dikenalkan dengan ruangan yang ada, petugas jaga serta aturan di ruangan tersebut.


Untuk hari pertama, semua masuk shift pagi.


" Dik..kalian antar pasien kamar 1A, an Ny.Y ke ruang radiologi untuk rontgen ya..pake kursi roda saja..ini pengantarnya.." perintah salah satu perawat kepada Agnes.


" baik kak" jawab Agnes sopan


Agnes menerima pengantar itu dan Afing segera membantu Agnes mengambil kursi roda.


Mereka berdua menuju kamar 1A dan memanggil pasiennya

__ADS_1


" pasien an Ny.Y?" panggil Agnes melihat ruangan itu yang nampak 6 bed dengan 6 pasien wanita di dalamnya karena mereka memang di tempatkan di bangsal kelas 3.


" saya mbak!" salah satu pasien mengangkat tangannya


Agnes dan Afing segera menghampiri pasien tersebut dan memeriksa gelang identitasnya..memastikan bahwa pasien yang dimaksud sudah benar.


" Bu, perkenalkan saya Agnes dan ini teman saya Afing, kami akan mengantarkan ibu untuk menjalani pemeriksaan rontgen pada dada ibu" Agnes memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan tujuannya.


Pasien tersebut mengangguk dan segera naik ke kursi roda yang dibawa Afing..


Mereka berjalan beriringan menuju lift.


Agnes segera memencet tombol lift.


Beruntung pagi itu tidak terlalu rame pengguna lift nya.


Thing...


" Awas minggir dulu dik..biar bed nya keluar dulu!" perintah perawat tersebut mendorong bed


Afing segera meminggirkan kursi rodanya ,memberi jalan kepada bed itu..


Sedangkan Agnes memencet tombol lift agar tidak menutup..


" Eh, Yun..darimana? " bisik Agnes melihat praktikan itu ternyata adalah Yunan, temannya sendiri.


Yunan tersenyum dan melihat Agnes

__ADS_1


" Ambil pasien dari kamar operasi" jawabnya kemudian berlalu masuk ke lorong bangsal


Afing segera mendorong pasiennya masuk lift dan Agnes menekan tombol no 1.


Dengan membaca petunjuk yang terpasang di koridor RS, Agnes dan Afing akhirnya menemukan ruang radiologi yang berada di samping UGD.


" mbak..mau daftar rontgen.." tanya Agnes ke salah satu loket


" taruh saja disitu dik..kalian bawa pasiennya di ruang tunggu.nanti kami panggil" jawab petugas radiologi itu


Setelah menunggu selama 5 menit, akhirnya pasien yang mereka bawa dipanggil.


" Dik, kalian berlindung di balik tembok itu" perintah petugas begitu pasien siap di rontgen"


Agnes dan Afing segera berlindung di balik tembok yang ditunjuk untuk menghindari radiasi.


Klik..


" sudah selesai..kalian boleh bawa kembali pasiennya.nanti hasilnya akan dikirim petugas kami" kata petugas radiologi itu sambil membereskan peralatannya


" makasih mbak" pamit Agnes , kembali membawa pasiennya ke bangsal


Sesampainya di kamar pasien ,Agnes membantu pasien kembali ke tempat tidurnya dan mengecek kembali tetesan infus yang terpasang.


Sementara Afing mengembalikan kursi roda ke tempatnya semula dan melaporkan hasil pekerjaannya kepada perawat jaga.


Hingga tak terasa jam praktek pun berakhir.

__ADS_1


Agnes dan temannya pamit dan segera naik ke bis jemputan yang sudah menunggu di depan RS..Nampak satu persatu teman temannya pun sudah naik dan bis pun melaju membawa tubuh lelah mereka kembali ke asrama.


****


__ADS_2