
" Di...aku pernah punya janji main ke Bandung..kamu pernah kesana?" tanya Agnes hati hati , dia tak ingin membuka kenangan lama, tapi dia juga penasaran dengan kehidupan Saleko sebenarnya.
" maksudmu tempat Saleko?" tanya Hadi
" iya.."
" belum sih..tapi dia juga pernah minta aku main kesana..kalo kamu mau , kita bisa kesana" tawarnya
" benarkah? kalo minggu depan gimana? sabtu pagi ,aku habis jaga malam, libur 2 hari sampai minggu.lumayan kan"
"aku sih nurut selonggarnya kamu saja..aku sabtu minggu kan libur" ujarnya
" oke..deal ya sabtu depan.."
" oke,,nanti aku samperin kamu"
****
Sabtu kemudian....
" Nes..buru buru amat, habis jaga malam udah cantik..mau pergi?" tanya Dewi teman seruangan Agnes yang tiba untuk operan.
" iya ,Wi..mau pergi..biar fresh , gak liat pasien terus tiap hari." jawab Agnes yang kemudian pergi menuju area finger print untuk absen pulang.
__ADS_1
Dia bergegas kembali ke kos, dilihatnya Hadi sudah di depan kosnya.
" eh, Hadi..dah lama? tunggu sebentar ,aku ambil tas dulu ya"
" yuk ,Di" ajak Agnes yang telah bersiap membawa tas ransel
" wuih..yang mau menginap!" goda Hadi
" emangnya kamu gak nginap? jauh lho" tanya Agnes..
" iya, nginap lah. tapi laki laki kan lebih simpel" jawabnya
Mereka kemudian naik bis menuju terminal Lebakbulus dan mengambil bis jurusan cimahi.Selama perjalanan, Agnes yang duduk berdampingan dengan Hadi berkali kali menguap menandakan rasa ngantuk yang sudah akut.
Agnes nyengir karena ketauan ngantuk, tapi dia juga mengangguk dan langsung mengambil posisi..habis jaga malam memang idealnya molor dulu kan..
Tak dapat menahan kantuk, akhirnya Agnes tertidur hingga tak sadar kepalanya telah bersandar di bahu Hadi. sementara Hadi justru merasa senang dengan posisi itu tanpa bermaksud merubahnya.
Hingga tak terasa sudah 2 jam perjalananan dan Agnes terbangun karena lapar.
" hoahmmm...eh..Hadi, maaf ya..aku nyablak ya" ujar Agnes tersipu mendapati posisinya dah bersandar di bahu Hadi.
" gak papa Nes..paling cuma pegal"
__ADS_1
" maaf ya.." jawab Agnes merasa tidak enak
" nih cemilan, kamu belum makan kan?" tawar Hadi memberikan sebungkus cemilan
" tau aja kamu" jawab Agnes nyengir tapi menerima cemilan itu karena perutnya memang sudah lapar.
" masih jauh, Di?" tanyanya
" gak, setengah jam lagi kok. nanti mau dijemput..kita turun di dekat jembatan trus oper angkot ke cimahi, dah sampai" jawabnya
" oh..kamu dah ngasi tau Mas Saleko?"
" iya, kemarin aku telpon dia.mau datang, tapi gak bilang kalo sama kamu..biar surprise" Hadi mengedipkan matanya menggoda Agnes.
Setelah menghabiskan beberapa keping cemilan dan setengah botol air mineral, mendadak perut Agnes terasa mual..Diambilnya sebotol minyak kayu putih dari tasnya dan mengoleskannya ke perut , tengkuk dan lehernya dilanjutkan menghirup aroma kayu putih itu melalui hidungnya untuk meredakan mual yang mendera.Dia gak mau menyusahkan Hadi jika sampai muntah karena mabuk perjalanan.
Hadi yang merasakan Agnes seperti mabuk perjalanan segera menoleh gadis itu.
" kamu gak papa Nes?" tanyanya khawatir
" aku mual Di..habis jaga malam, perut kosong, kena ac" jawab Agnes masih membaui minyak kayu putih ke hidungnya." masih jauh ,Di?" tanyanya
" gak kok..di depan nanti kita turun istirahat dulu ya?"
__ADS_1
Agnes mengangguk karena dia juga sudah tidak sanggup lagi menahan mual..