
Malamnya, selepas isya, Saleko datang ke tempat Sutar, tetangga dekat sekaligus sahabatnya..
Sutar, satu satunya teman dekat Saleko yang punya motor..
Malu rasanya, apel ke tempat gadis jalan kaki..karena itu, Saleko sengaja mengajak Sutar dan memintanya menemani ke rumah Agnes..selain Saleko juga malas harus ketemu banyak orang di jalan nanti dan ketahuan ngapeli gadis..
"Tok tok...Assalamualaikum"
"Masuk!" suara sahutan dari dalam rumah
cekrek..
"wah, pak tentara..kapan balik nih? kok aku baru liat? gimana kabarnya ,fren??" tanya Sutar sambil memeluk sahabatnya itu
" baiklah. aku baru sampe tadi pagi, belum sempat kemana mana, biasalah, ngobrol dulu ma ortu"
"sendirian saja di rumah?"
"gak lah, ortu dah tidur, biasa dah sepuh..kalo adikku masih di masjid"
" kamu longgar gak?" tanya Saleko sambil pandangannya berkeliling mencari motor Sutar
" longgar lah, pengangguran juga" sahut Sutar asal
" emangnya mau ngajak jalan?" tanya s
Sutar lagi
" iya, kalo kamu gak ada acara, temeni jalan yuk"
" kemana?"
" ada deh. ke rumah teman"
" ya bentar, tak ambil jaket dulu. jauh gak?"
"gak..deket saja"
__ADS_1
Berboncengan dengan Saleko, Sutar melajukan motornya sesuai arahan Saleko.
Mereka berhenti di halaman rumah Agnes. ,
Nampak lampu utama rumah itu masih menyala, pertanda penghuninya belum pada tidur.
"lah, ada perlu apa ngajak kesini malam malam?" tanya Sutar sambil memarkirkan motor kesayangannya
" cuma main..yuk ah..nanti kamu juga tau" ajak Saleko
tok tok tok...
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam" sahutan dari dalam rumah
Adalah kakak Agnes yang pertama membuka pintu.
"Eh, kamu..masuk saja" ajaknya
Nampak di dalam ruang tamu yang juga ruang keluarga tersebut, keluarga Agnes sedang berkumpul dan menonton TV..
Dengan canggung, Saleko dan Sutar menyalami semuanya.
" Nak Sale, kapan pulangnya? Sehat saja kan? " sapa bapaknya Agnes dengan senyum mengembang
" Alhamdulillah baik pakdhe..baru sampai tadi pagi"
Agnes yang berada di kamarnya, mengintip lewat pintu siapa tamu keluarganya malam itu..
Dan deg...
serasa dunia berhenti berputar ketika sorot matanya melihat sosok laki laki yang duduk dekat bapaknya..laki laki yang dia rindukan..kekasihnya..benar benar datang??
dia tidak bermimpi kan??
Bergegas Agnes merapikan dirinya dan keluar kamar.mendekati sofa tempat Saleko duduk dan menyalaminya..
__ADS_1
" Mas,,apa kabar?" tanyanya kikuk..tangannya yang mendadak dingin, masih bersalaman dengan tangan Saleko yang juga dingin.
" Baik, dik" Saleko mengakhiri salaman mereka
" eh, ada Sutar juga" Agnes ikut menyalami Sutar yang duduk di sebelah Saleko
Selesai menyalami keduanya, Agnes bergegas ke dapur membuatkan minuman, sementara Saleko asyik ngobrol dengan bapak dan ibu Agnes.
Terlihat Sutar hanya diam mendengarkan obrolan mereka.
"diminum mas, adanya cuma ini" Agnes meletakkan teh hangat di meja
" ayo diminum ,Le..buat hangat hangat" bapak Agnes juga mempersilahkan tamunya
" iya, pakdhe..ayo,Tar diminum"
" cuti berapa hari, Le?" tanya bapaknya Agnes
" 4 hari, pakdhe"
" sekarang kerja dimana?" tanya ibunya Agnes
" di jakarta , bude" jawab Saleko sopan
Dan obrolan malam itu lebih didominasi oleh ortu Agnes dan Saleko..sementara, Agnes dan Saleko malah tidak bisa ngobrol dengan leluasa..meski sekali kali, kaki Saleko menendang kaki Agnes di bawah meja dana pandangannya mengerling nakal pada kekasihnya itu.
Dan acara apel malam itu pun, gagal total..karena ortu Agnes malah tidak memberi kesempatan sepasang kekasih itu untuk saling bertukar obrolan..
Agnes hanya mendesah kecewa, ketika kemudian Saleko ijin pamit..penantian panjangnya untuk ketemu dengan kekasihnya, hanya seperti ini??
bahkan dia gak bisa ngobrol banyak.
padahal, Agnes sudah merancang banyak cerita yang ingin dia obrolkan..
Mengingat, waktu pertemuan mereka begitu singkat, sedangkan agenda Saleko di rumah juga padat untuk berkunjung ke rumah sanak saudaranya juga..
Entahlah, mungkin gak akan ada kesempatan lagi bagi Agnes untuk melepaskan rindunya yang tertahan..
__ADS_1