
Hari ini, perpisahan terakhir di SMU Agnes..
3 tahun di sekolah itu, cukup memberi kenangan buatnya..
Meski nilainya ujian tidak bagus, tapi setidaknya tidak mengecewakan dan cukup membuat Agnes percaya diri untuk bisa diterima di akademi kebidanan milik pemerintah di Semarang.
Sejenak Agnes memastikan diri untuk melihat terakhir kalinya ke ruang BK.
Ruang yang terakhir kali menjadi ruang favorit Agnes di SMU itu..apalagi kalo bukan untuk mencari surat dari Saleko.
"hahh, masih seperti kemarin..belum ada surat masuk lagi" guman Agnes mendesah kecewa.
Sudah 3 bulan ini Agnes menunggu surat balasan dari Saleko yang hampir terlupakan karena persiapan ujian akhirnya.
Tapi sepertinya, Saleko memang tidak berkirim kabar atau setidaknya memberikan semangat padanya untuk menghadapi ujian akhir..
"Selalu seperti ini. selalu aku yang menunggu.." agnes keluar ruang BK dengan raut kekecewaan yang tak dapat dia sembunyikan.
"Apakah sesibuk itu tugasnya sampai gak sempat membuat surat untukku. Tidakkah dia tau, aku disini berusaha untuk tetap menjaga perasaanku?"
"mungkin, sebaiknya memang aku tidak terlalu berharap agar aku tidak terlalu kecewa"
guman Agnes menenangkan dirinya sendiri.
----------------
" Nes, jadinya mau daftar dimana? ud daftar belum? kok kayaknya anteng saja kamu?" tanya meta, sahabat Agnes waktu SD yang juga baru lulus SMU
" InsyaAllah mau daftar kebidanan di semarang, Met. Tapi aku juga belum tau kampusnya. kamu ada sodara atau kenalan di semarang gak?"
__ADS_1
" oh, akbid yang mana? yang negeri? alamat kampusnya mana?"
" di daerah tembalang kayaknya"
"oh..daerah situ.. gampang lah itu kan area kampus, gampang nyarinya.kapan mau daftar? ntar aku temeni, sekalian aku mau ke semarang ke tempat bulikku"
" benarkah? pendaftarannya sampe akhir bulan ini,Met..selonggarmu saja,yang penting gak telat"
"oke, ntar aku kabari lagi kalo dah siap"
"oke"
Meta, salah satu sahabat Agnes waktu SD..mereka 3 bersahabat, Agnes, Meta dan Mami..ketiganya termasuk murid berprestasi waktu itu..
Sempat ketiganya punya janji untuk melanjutkan di SMP yang sama di kecamatan setelah lulus..
Nasib kurang beruntung buat mami, dia tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena keterbatasan biaya.. Dan terakhir, dia harus rela menikah dini, 2 tahun setelah kelulusannya..
Meta pun sebenarnya juga berasal dari keluarga yang kurang mampu..tapi tekadnya cukup kuat unyuk bersekolah, meski harus rela ikut buliknya yang lebih mapan agar bisa membantu biaya sekolahnya..
Dan selama tinggal dengan buliknya itu, Meta mulai berhijab..meski untuk pergaulan, masih pergaulan remaja pada umumnya..
" Nes, sudah siap semuanya? gak ada yang ketinggalan kan? soalnya Semarang kan jauh, mending kamu bawa persyaratannya dilebihkan biar gak bolak balik" tanya Meta sekali lagi untuk memastikan bawaan Agnes
"iya, udah , Met..ini juga udah dobel kok"
Disinilah mereka sekarang, di dalam bis jurusan Semarang..pagi pagi sekali mereka berangkat, agar tidak terkena macet..
Di sepanjang perjalanan, banyak pedagang asongan yang menawarkan dagangannya berlalu lalang dan silih berganti..
__ADS_1
maklumlah, mereka naik bis ekonomi untuk menghemat uang..
Tak segan mereka mengobrol untuk memecah keheningan dan kebosanan..perjalanan ke Semarang akan memakan waktu 4-5 jam tergantung kemacetan yang dilalui.
" Met, kamu udah lama pake kerudungnya? "
" Ya lumayanlah, Nes.sejak masuk SMU. kenapa? kamu mau juga pake jilbab?"
" iya sih, dah lama pengen berhijab. Tapi keluargaku belum kasih ijin.katanya hijabin dulu hatinya..pake hijab tanggung jawabnya berat..akhlaknya juga harus baik..kalo masih remaja, masih labil..jangan sampe pake hijab, tapi kelakuannya gak sholihah. masih haha hihi ma lawan jenis, masih suka kluyuran..pokoknya banyak banget deh, Met."
" gak gitu juga kali, Nes. kayak aku nih, meski pake kerudung, aku masih bisa main sama teman temanku, masih bisa nonton film di bioskop..teman temanku juga gak cuma cewek, ada cowoknya juga. bikin have fun aja"
" kamu ke bioskop? sama teman teman cowok juga?"
" iya, emang kenapa? kan cuma nonton film"
" tapi kan film di bioskop kayak gitu, Met?
kamu gak risi apa, diliatin orang..cantik cantik berhijab kluyuran di bioskop?"
" ya enggaklah. ngapain risi!"
" hal beginian yang kadang aku belum siap untuk berhijab, Met? aku takut merusak citra wanita muslimah dengan kelakuanku. bagiku bioskop itu identik dengan tempat maksiat"
" jadi menurutmu, aku bukan gadis baik? suka bermaksiat gitu?" suara Meta mulai emosi
" ya gak gitu, Met..itu kan cuma pendapatku. kalo kamu punya pendapat sendiri, ya gakpapa..maaf, kalo dah buat kamu tersinggung"..
Dan setelah perdebatan itu, suasana di antara mereka menjadi canggung..tak ada lagi obrolan, masing masing sibuk dengan pikirannya sendiri sampe tak terasa mereka sudah sampe di pertigaan menuju tempat buliknya Meta.
__ADS_1