Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
baik baik saja


__ADS_3

" Gus, jangan sampai kehilangan jejaknya Gito ya" pinta Agnes di sela sela perjalanan mereka


Agus hanya mengangguk dan tetap fokus si jalanan yang padat itu..sesekali matanya menatap ke depan, mengawasi Gito yang berboncengan dengan Pheby di depan agar tidak ketinggalan jejak..


sebab, hanya Pheby yang tau arah.sedangkan ketiganya hanya ikutan saja..bahkan mungkin pertama kali bagi mereka berada di daerah ini..


Sementara di depan mereka, tampak Gito dan Pheby juga tidak kalah konsentrasi,sesekali menyalip bis kota yang berjalan pelan..Kadang tangan Pheby juga ikut bergerak, memberikan arahan untuk berbelok


" Gus, mereka kayaknya berhenti di depan..kita ikut berhenti di belakang mereka"


" Eh, sudah sampai? " tanya Agnes sama Pheby yang sudah turun dari boncengannya.


" belum tau rumahnya. kalo alamatnya, daerah sini..tunggu sini saja, biar aku tanya rumah depan itu" Pheby beranjak pergi menuju rumah di pinggir jalan dan nampak seorang bapak bapak yang sedang duduk di teras rumahnya..


Entah apa yang mereka bicarakan, tapi sepertinya hasil yang bagus..terlihat wajah pheby berbinar sekembalinya.

__ADS_1


" 3 rumah dari sini,kiri jalan, rumah bercat krem, pagernya besi dicat coklat..ada pohon mangga di depan rumah." jelas Pheby tanpa sempat ditanya


Bergegas kami berempat menuju rumah yang dimaksud.


Pheby sebagai tuan rumah, mengucapkan salam duluan.sementara yang lain menunggu diluar pagar.


Nampak bapak paruh baya mempersilahkan kami masuk..


' akhirnya ketemu juga rumahnya' batin Agnes mengikuti teman temannya..


Setelah dipersilahkan duduk , bapak itu yang ternyata ayahnya Yunan menatap rombongan satu per satu seperti meminta penjelasan..


Ayah Yunan nampak menghela nafas panjang dengan raut muka yang menahan amarah.


" Anaknya baru saja berangkat naik bis tadi. Saya juga tidak tau kalo dia gak masuk, karena gak cerita apa apa..dia dekatnya sama ibunya.." keluh sang ayah yang nampak meyesali sikap anaknya..

__ADS_1


" maafkan kami ,pak" sahut Agnes merasa tidak enak hati


" ayo, silahkan diminum dan dicicpi dulu itu" ibu Yunan yang keluar membawa minuman beserta cemilan mempersilahkan teman putranya menikmati minuman itu..


Tanpa basa basi, Agnes dan temannya langsung mengambil air minum itu dan meneguknya..karena memang mereka sudah kehausan dari tadi..


Setelah sedikit berbasa basi, Agnes dan kawan kawan berpamitan.


Setidaknya mereka merasa lega, Yunan baik baik saja. Ya kecewa juga sih sama sikap Yunan yang masih belum move on..padahal di kelas mereka, Yunan tuh paling tua dari segi usia..katanya sih, doi tuh terobsesi main bola Ajax Amsterdam mpe bela belain kabur ke jakarta dan ke Belanda buat ketemu idola..jadinya ya gak fokus kuliah, akhirnya DO dari teknik sipil.


Tapi cerita ini, cuman Agnes yang tau..secara, mereka berdua suka ngobrol pas kuliah, mpe ditegur dosen pengajar..soalnya, ngobrolnya pas jam kuliah, bukan jam istirahat..


Kalo kata si Afing, Agnes dan Yunan dah kayak surat ma perangko..kayak orang pacaran, padahal sejatinya mereka bersahabat..bagi Yunan, Agnes cocok diajak curhat kayak kakak perempuannya.


Sementara bagi Agnes, Yunan seperti sosok adik buatnya, terlepas umur mereka yang terbalik..

__ADS_1


'ups, malah gibhah..hehehe...'


Dan akhirnya, mereka berempat kembali ke kampus.. sementara, si Yunan malah masih dalam perjalanan..maklumlah, naik angkutan umum selain penuh, juga oper oper.


__ADS_2