
Seperti yang telah mereka sepakati sebelumnya, siang itu Agnes bertamu kerumah Saleko..
Agak canggung Agnes berjalan disamping Saleko yang menggandeng tangannya dan membawanya ke ruang keluarga.
Disinilah mereka sekarang, di ruangan persegi beralaskan karpet coklat..duduk saling berhadapan dengan kecanggungan luar biasa.
Sesekali Agnes melirik ke arah Saleko yang duduk bersandar di depannya. Ekspresi wajahnya merona tatkala mendapati Saleko juga melihatnya..
" Dik, gak usah canggung gitu..biasa sajalah..Mas sudah disini, apa gak ada yang ingin adik bicarakan? kayak di surat itu lho, gak canggung" Saleko akhirnya memecah kecanggungan di antar mereka dengan mengawali percakapan
" emmm...aaa... adik belum ada omongan mas..mas duluan saja yang cerita, nanti adik dengerin" sahut Agnes terbata..masih belum bisa menghilangkan kecanggungannya
"ohh.. ya sudah..gimana kemarin tes nya? jadi ambil akbid?"
" gak mas..belum diterima..nanti tahun depan nyoba lagi ambil universitas sama akper saja yang dekat rumah biar bisa pulang tiap hari"
" oh..trus sekarang kegiatannya apa di rumah?"
" ya, nganggur mas..ngurusi rumah, bantu bantu saja kalo ada dagangan. pengennya juga kerja dulu setahun gitu biar bisa nabung sekalian ngisi waktu..mas, ada kerjaan gak?"
__ADS_1
" gak ada dik, mas kan masih baru disana.belum kenal banyak orang."
" oiya mas, kemarin pas adik telpon itu, ditegur gak sama atasan?"
" ah , enggak kok..cuma digodai aja sama temen temen..soalnya kan gak ada cewek yang telpon selain adik.."
" dulu itu aku dianter sama Sutar ,mas..takutnya nanti kalo yang ngangkat atasannya mas, mas ditegur karena ditelpon cewek"
" oh ya..adik sering ketemu sama Sutar?"
" gak juga sih, pernah dia kerumah waktu mau berangkat ke Bandung. ngajakin adik juga, tapi gak mungkin kan adik ikut..nanti dikira ada apa apa. dan lagian bapak juga gak bakalan kasih ijin"
" padahal mas pengen adik bisa mengunjungi mas di asrama..soalnya kalo mas yang pulang, kita jadi susah ketemu..mas kan gak bisa seenaknya ambil cuti "
" kayaknya gak dik. mas cuma ijin 3 hari saja, besok sudah harus balik.karna lusa dah tugas lagi..minggu ini, kesatuan lagi repot repotnya karena ada napi yang kabur.untungnya kemarin bisa ketemu di rumah mertuanya..jadi bisa ditangkap lagi..yah..meski prajurit yang piket hari itu juga kena hukuman atas kelalaian.."
" mas pernah dapat hukuman juga?"
" iyalah dik..namanya prajurit..kalo cuma dipukuli atau dihajar sudah termasuk hukuman ringan itu. asal tidak dikeluarkan dari kesatuan atau mutasi ke daerah konflik saja"
__ADS_1
" berat juga ya mas, tanggung jawabnya..ohya, besok mas balik jam berapa? naik kereta lagi?"
" agak siang dik, naik kereta jam 2. tempat mas dekat dengan stasiun..jadi lebih nyaman pake kereta, gak perlu oper lagi. kenapa? adik pengen nganter ke stasiun?"
"mmmmm....memang gak apa apa kalo adik nganterin ,mas?"
" ya gak apa apalah..mas malah seneng adik mau nganterin..biasanya mas dianter bapak. kalo pas Sutar longgar, dia yang nganterin."
" oh, mas sama Sutar akrab banget ya..jadi berangkat dari rumah jam berapa, mas?"
" iya dik, dia gak cuma sahabat, tapi sudah seperti saudara buatku..besok kita berangkat habis salat dhuhur aja dik, biar gak kelamaan nunggunya"
" iya mas..maaf ini sudah sore, adik pamit pulang dulu ya mas"
" eh iya, sudah sore ya. gak terasa ya dik.waktunya cepat sekali..padahal masih banyak yang pengen diobrolin..tunggu sebentar ya, mas pinjem motornya Sutar dulu..mas antar pulangnya"
-----
" makasih ya mas , sudah dianterin..gak masuk dulu?" ajak Agnes sambil turun dari goncengan Saleko
__ADS_1
" gak usah dik, mas masih ada acara. lain kali saja mampir. duluan ya. Assalamualaikum
" waalaikumsalam, hati hati mas"