
Semakin hari Yunan semakin mengacuhkan Agnes..Bahkan dia sengaja memamerkan kedekatannya dengan Tripy sebagai sahabat barunya.
Agnes yang sudah terluka, mencoba lebih sabar dan menerima.Ia yakin Yunan akan menyadari kesalahannya. Yunan hanya perlu waktu untuk sendiri..yah, itu yang selalu Agnes tanamkan dalam hatinya ,agar dia tak ikut ikutan membenci sahabatnya itu.
Siang itu, Agnes sedang mencari literatur buku di perpustakaan ketika dia melihat Yunan dan Tripy sedang mengobrol.
Pura pura tak melihat ,Agnes mencoba mencari di sela yang lain.
Tapi Tripy yang melihatnya segera beranjak dan menghampirinya..
" mbak, maaf..." ujarnya dengan wajah penuh rasa bersalah
" maaf buat apa, Phy?" tanya Agnes pura pura tak tau
__ADS_1
" aku sama mas Yunan gak ada apa apa lho, mbak..kami hanya berteman..mbak Agnes tau sendiri aku deket sama Gito.jangan salah paham ya" ujar Tripy nampak khawatir
" aku gak berpikiran kayak gitu, Py..Aku ngerti kok, Yunan mungkin butuh tempat curhat, dan mungkin bukan aku. santai saja." jawab Agnes mencoba menghibur, meski hatinya menolak.
" maaf mbak..kalo aku ikut campur..mas Yunan bilang gak nyaman sama mbak, karena....." Tripy menggantungkan kalimatnya seakan ragu
" karena apa, Py?" tanya Agnes yang sudah terlanjur penasaran
" iya..tenang saja.aku juga gak punya hak buat marah sama kamu kan?" hibur Agnes. Dia sudah terlanjur penasaran.
" karena mbak Agnes suka marahin dia, padahal dia butuh untuk ditenangkan" akhirnya suara Tripy keluar meski dia harus tertunduk takut dengan reaksi Agnes selanjutnya.
Agnes menghela nafas panjang..Dia sudah tau, bahkan Yunan juga sudah mengatakannya kan. Jadi seperti itu definisi sahabat yang dibutuhkan Yunan.
__ADS_1
' andai kamu tau, Yun.dibalik kecerewetanku,dan omelanku sama kamu, itu karena aku sayang kamu..aku gak ingin kamu dianggap lemah, aku ingin kamu kuat..aku ingin kamu bahagia ,Yun" lagi lagi batin Agnes sakit dan kecewa. Tapi dia berusaha menangkalnya.
" gak papa ,Py..kalo Yunan merasa nyaman berbagi cerita sama kamu. Mungkin dia butuh sahabat yang membuatnya senang dan membenarkannya..aku bukan orang yang tepat untuk itu..bagiku persahabatan adalah ketika aku ingin sahabatku menjadi lebih baik, meski aku harus memberinya obat yang pahit, agar dia sembuh kan? " jelas Agnes yang membuat Tripy tersindir.
" kalo kamu bisa buat dia nyaman, aku gak papa..aku rela melepas persahabatan kami.. btw, aku pergi dulu ya..tuh Yunan kayaknya masih perlu ngobrol sama kamu" ujar Agnes kemudian pergi meninggalkan perpustakaan yang terasa sesak baginya.
Agnes memilih menenangkan pikirannya di asrama..air mata yang ia tahan sejak tadi, tak lagi terbendung..Dia sakit, dia kecewa tapi dia juga merindukannya.." maaf, Yun..kalo aku dah mengecewakan kamu, aku dah nyakiti hati kamu..hiks..hiks..hiks.."
Suara tangisan Agnes tak terdengar, karena dia menahan suaranya, sehingga membuat dadanya terasa sesak.." astaghfirullahaladzim.." mulutnya merapal istighfar, menyadarkan hatinya untuk kuat..masih ada Dia tempat mengadu, masih ada Dia tempat curhat..
Setelah puas menangis, Agnes menyeka air matanya dan mengambil wudhu..melaksanakan 4 rekaat dhuhurnya dalam keheningan..melanjutkan doa dan permohonannya.
#Cinta dan persahabatan, hanyalah sarana kehidupan..Dia akan datang dan pergi seperti takdir.
__ADS_1