Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
stasiun balapan


__ADS_3

Keesokan harinya, sesuai dengan janji mereka sebelumnya, Agnes bertemu Saleko di rumahnya. Sengaja dia datang sebelum waktu dhuhur agar bisa salat berjamaah dengan kekasihnya itu..


Tak berapa lama, Saleko keluar kamarnya sudah rapi dengan kaos dan celana jeans,yang menampakkan aura pria dewasa.


Tak berselang lama, terdengar suara azan dhuhur dari masjid sebelah rumahnya..Ia pun mengajak Agnes untuk salat jamaah di masjid sebelum berangkat..


Selesai salat, Saleko berpamitan dengan orang tua dan adik adiknya dan mengajak Agnes meninggalkan rumahnya menuju terminal.


Agnes pun tak pula berpamitan juga.


Mereka berjalan beriringan menuju terminal yang berjarak 1 km dari rumah Saleko..


Sesekali berpapasan dengan tetangga dan menyapa mereka.


Agnes tak dapat menyembunyikan wajahnya yang menahan malu saat berpapasan dengan para tetangganya itu..terlihat jelas tanda tanya dan pandangan penuh selidik mereka melihat Agnes dan Saleko berjalan beriringan..


Apalagi melihat tas ransel yang dibawa Saleko.


Saleko melihat Agnes dan tersenyum..


" Gak usah malu" bisiknya


Agnes hanya tersenyum menanggapi bisikan kekasihnya..


Setelah 15 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di terminal..beruntung, bis jurusan Solo sudah mangkal di terminal, dan keduanya bergegas naik..

__ADS_1


Mengambil tempat duduk 2 kursi yang kosong, Saleko mempersilahkan Agnes untuk duduk dulu dekat jendela dan dia juga mengambil tempat duduk di sebelah Àgnes..


Tak lama kemudian, bis pun melaju.


Agnes yang tidak terbiasa duduk dengan cowok, merasa risih dan canggung..Saleko yang duduk di sebelahnya dapat menangkap kecanggungan itu.. kemudian digenggamnya tangan Agnes yang dingin..


Agnes yang kaget, refleks menoleh..didapatinya Saleko yang tersenyum manis membuat Agnes tak dapat menyembunyikan rona wajahnya..


" buka mulutmu," perintah Saleko sambil memasukkan sebongkah permen mint ke dalam mulut Agnes dengan tangannya..


Agnes yang kaget dengan perlakuan Saleko itu hanya menurut dengan malu malu membuka mulutnya dan menerima permen itu..


Sungguh, ini adalah permen termanis yang pernah ia rasakan, lantaran permen itu disuapkan langsung dari kekasihnya..


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, keduanya tiba di stasiun balapan..Saleko beranjak turun dari becak dan membantu Agnes turun dari becak yang mereka naiki setelah turun dari bis sebelumnya..


Berjalan bergandengan, keduanya menuju loket penjualan tiket..Saleko langsung membeli tiket jurusan Solo Bandung, sementara Agnes menunggu di ruang tunggu..


Tak berapa lama, Saleko datang menghampiri Agnes dan membawa selembar tiket.


" Ayo dik, kita masuk..nunggu di dalam saja" ajak Saleko sambil kembali menggandeng Agnes.


Agnes pun beranjak dan mengikuti Saleko masuk ke dalam setelah membayar peron..


Di dalam stasiun, nampak kereta jurusan Surabaya sedang menurunkan penumpang, sementara disisi yang berlawanan, Agnes dan Saleko duduk bersebelahan denga tangan masih bergenggaman seakan akan tak ingin melepaskan satu sama lain..

__ADS_1


Seolah olah juga menggambarkan suasana hati Agnes yang tiba tiba merasa sedih yang amat sangat mengingat perpisahan di depan mata. seakan akan mereka tidak akan bisa melewatkan waktu bersama lagi di masa yang akan datang.


" mas, kapan pulang lagi?" tanya Agnes tak mampu menahan buliran air matanya yang tak bisa lagi dia tahan..


" gak tau dik. mungkin ke depannya mas akan lebih sibuk..kan mas juga harus kuliah" jawab Saleko sambil mengusap air mata Agnes dengan jari jarinya.


"Tapi mas janji kan untuk selalu kasih kabar"? tanya Agnes lagi tanpa mampu membendung kesedihan hatinya.


" Insya Allah, dik..lagian ini juga demi masa depan"


Tak berapa lama, kereta yang hendak dinaiki Saleko pun tiba. Dengan langkah tergesa, Saleko masuk ke dalam kereta setelah sirine tanda kereta akan berangkat berbunyi.


Agnes hanya mampu memandang sosok Saleko yang perlahan menghilang seiring laju kereta meninggalkan stasiun balapan, membawa separuh hati Agnes yang juga pergi.


Entah kapan lagi mereka akan bertemu dan mengnabiskan waktu bersama.


Agnes hanya mampu melepas bayangan kereta itu sampai menghilang dari pandangannya dengan hati hampa.


Semua serasa mimpi, menyandang status sebagai sepasang kekasih sudah 2 tahun, tapi baru kali mereka bisa mempunyai quality time layaknya orang berpacaran dan itu hanya dalam hitungan jam.


Agnes melangkah keluar stasiun dan kembali pulang..


Sayup sayup terdengar lagu " Stasiun Balapan" yang dinyanyikan didi kempot lewat audio bis yang dia naiki.semakin menambah kesedihan dan kehampaan di hati Agnes..


# Mengapa ada pertemuan kalo hanya untuk berpisah#

__ADS_1


__ADS_2