
Agnes and the gengs mendengarkan cerita Yunan dan merasa prihatin dengannya..
Yunan masuk ke akper itu dengan usia 23 tahun, usia tertua se angkatannya..tapi karena wajah imutnya, bahkan takkan ada yang menyangka ia setua itu..
" trus..sampe kapan kamu marahan sama ayahmu?" cecar Agnes
" ups..aku gak marahan ya! aku tuh cuma malas ngomong dan berdebat sama ayahku saja..kasihan ibuk soalnya" sanggah Yunan gak trima.
" iya, gak marahan. cuma gak mau ngomong" cibir Agnes
" Nanti lah..kalo ayahku sudah mereda..aku hanya kasihan sama adikku..dia masih sangat muda, masih belum menikmati masa mudanya.lulus SMP dipaksa masuk SPK dan melanjutkan program bidan setahun..baru ditempatkan PTT sudah mau dijodohkan" sesal Yunan mengingat adik satu satunya..
" Mungkin ayahmu gak ingin kuatir ,Yun. adikmu kan PTT sendirian, di desa terpencil lagi..kalo menikah, kan ada yang jagain, nemeni juga..yang penting adikmu sendiri gimana?" tanya Agnes ikut sedih, membayangkan dulu dirinya juga hampir saja terjebak dalam perjodohan dan pernikahan muda.
" adikku kan nurut, mana berani dia membantah orang tua..apalagi ayahku yang otoriter itu" keluh Yunan mengingat sosok ayahnya yang tegas.
"ya, kalo adikmu setuju..ya biarkan saja..bukankah jodoh adikmu juga bukan sembarangan?"
" iya sih..anak temannya ayahku, tentara yang ditugaskan di sana juga..seumuranku lebih muda setahun..ayahku memang pilih pilih soal jodoh anaknya..katanya harus pegawai yang punya gaji tetap, pensiunan ada..biar terjamin di masa tuanya"
" berarti cuma kamu yang bandel?" goda Agnes
" gak bandel kali..cuma berani mempertahankan diri" elaknya gak terima
__ADS_1
" iya..sampe mau kabur ke Belanda?"" sindir Agnes terkikik menahan tawa membayangkan Yunan nekat ke jakarta tanpa bekal apa apa.
" jangan diungkit lagi dong! masa abu abu itu!" elak Yunan yang juga menahan malu mengingat kebodohannya waktu itu.
" pelajaran yang kemarin, sudah dapat copiannya?"
" susah..dikasih sama Heri..dipalak 10 ribu lagi.katanya buat foto kopi."
" syukurin dipalak..fotokopi segitu paling cuma 5 ribu"
" wah,beneran nih aku dipalak? kurang ajar si heri..tega ma teman sendiri.."
" yang 5 ribu,, ongkos jalan kaki tuh.."
Mereka berempat kemudian turun ke asrama.
Sudah hampir jam 9 malam, ketika mereka melewati asrama putra.
Masih nampak beberapa penghuni aspa yang masih duduk di taman depan asrama dan bermain gitar, memandang ketiganya penuh selidik.
Agnes and the gengs bergegas turun ke asrama mereka sebelum dicerca pertanyaan un faedah dari para penghuni aspa tersebut.
Sementara di asrama putri, keadaan tak jauh berbeda..beberapa penghuni aspi juga sedang berkumpul menonton TV di ruang tengah itu..melihat ketiganya dengan selidik..
__ADS_1
"Ah, peduli apa..kepo!" pikir mereka
Tanpa menoleh, ketiga memilih langsung masuk ke lorong asrama dan menuju ke kamarnya..
" dik, darimana? " tanya mbak Yuli yang tiba tiba muncul dari kamarnya
" eh..mbak Yuli..dari lokal atas mbak?" jawab Agnes nyengir..merasa gak enak samasenior sekaligus mentornya itu.
" cuma kalian saja? yang lain kayaknya gak ada yang ke atas.." tanya mbak Yuli masih curiga
" eh iya, Mbak..tadi kita lagi ada tugas kelompok yang belum selesai..duluan ya mbak" pamit Agnes langsung kabur masuk ke kamar menyusul gengs nya yang sudah kabur duluan.
" syukurlah!" guman Agnes begitu sampai di kamarnya dan langsung menutup pintu.
Sementara teman temannya memilih pura pura tidur..
yah, begitulah Agnes..gak enak ketahuan senior deket ma cowok meski gak sendiri, apalagi mereka juga sebatas sahabat..tapi seperti sudah menjadi etika di asrama itu, terutama yang ikut kajian di masjid untuk menjaga perilakunya terhadap lawan jenis atau dia akan ditatar mentornya.
Tapi begitulah Agnes yang memang belum bisa sepenuhnya hijrah..hehehe..
^^^^^^^^^
.
__ADS_1