
Beberapa bulan setelah piknik , mahasiswa tingkat 2 itu mulai sibuk kembali dengan jadwal perkuliahan.Sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian semester terakhir di tingkat 2.
Dan seperti biasa, Agnes pun disibukkan dengan merangkum semua materi dengan tulisan tangannya sendiri.
Cara belajar seperti ini lebih efektif baginya.
Seminggu setelah ujian....
" Nes, kamu mau ikut semester pendek?" tanya Pheby pagi itu
" gak kayaknya Pheb. .gak ada duit. kalopun ikut, paling patfis saja.nilai patfis ku kurang memuaskan" keluh Agnes
Semester pendek adalah pilihan terakhir bagi mahasiswa yang menginginkan perbaikan nilai ujiannya.
Beruntung Agnes mendapatkan nilai yang cukup sehingga tidak perlu mengikuti semester pendek untuk mengejar nilai kelulusan.
" jadi..kamu mau pulang?"
" ya iyalah, ngapain di asrama, makan tidur doang..ngabisin duit" jawab Agnes.
Yah, hari ini Agnes memutuskan pulang.. Seminggu kemarin dia tidak pulang untuk fokus ujian..
****
Sesampainya di rumah, seperti biasa Agnes akan bersih bersih,mencuci dan mengepel..pekerjaan yang hanya bisa dia lakukan ketika di rumah..
kesibukan ibunya berdagang, membuatnya tidak punya waktu untuk bersih bersih rumah.
__ADS_1
" Nes, kamu jemput ibumu di pasar.sudah waktunya pulang" pinta Bapak sore itu
" iya,Pak." ..Bergegas mengendarai motor supra nya, Agnea pergi ke pasar menjemput ibunya.
Seperti biasa ,Agnes akan selalu digoda teman teman ibunya.
" Jeng, anakmu dah besar..dah punya calon belum? mau besanan sama aku gak?"
" ini calon mantuku?"
" sayangnya anakku perempuan semua"
Dan masih banyak lagi komentar komentar yang menggodanya.dan semua hanya ia tanggapi dengan senyuman.
Hingga kemudian Agnes secara tak sengaja bertemu dengan ibu Saleko.
" bulik?" sapa Agnes ramah
" eh, iya nduk..libur to?" jawabnya gugup
" iya bulik..gimana kabarnya? sehat?" tanya Agnes lagi
" baik baik semua, Nduk..gimana kuliahmu?"
" alhamdulillah baik ,..gimana kabarnya Mas Sale bulik?"
" eh, baik juga Nduk. sekolah nya juga lancar..maafkan Sale ya Nduk" ucapnya sendu
__ADS_1
" maaf untuk apa ,bulik?" tanya Agnes
" dia jarang mengabarimu ,Nduk..padahal dia juga sering nanya kabarmu ke bulik.Tapi dia gak berani ganggu kuliahmu" jelasnya lagi.
Ada gurat kesedihan yang terlihat dari raut wajah tuanya itu.
" oh..gak apa apa, bulik..Agnes mengerti kok" sahut Agnes membalas tatapan sendu itu dengan senyuman.
Dia tidak ingin ibu Saleko tau keretakan hubungannya dengan Saleko.
" ayo, Nes..kita pulang.ibu sudah selesai" ujar ibu Agnes yang kemudian muncul membawa sekantong belanjaan.
Dia agak terkejut melihat Agnes bercakap cakap dengan ibunya Saleko.
" Agnes duluan bulik," pamitnya
Sedangkan ibunya hanya memberi isyarat anggukan kepada ibu Saleko
Sesampainya di rumah, Agnes membantu ibunya membereskan belanjaan dan menaruhnya di kulkas, sementara ibunya membersihkan diri.
" Nes..kamu masih jalan sama Saleko?"tanya ibunya, menghampiri Agnes yang sedang menyiapkan makan malam
" sudah lama gak saling kirim kabar, buk" jawab Agnes jujur.
" ibu bukannya gak suka sama Saleko, tapi dari cerita ibunya, sepertinya kakeknya gak setuju sama hubungan kalian" tuturnya
" Saleko anak pertama, dan kamu anak ketiga..menurut kepercayaan adat kita, itu tidak baik.pamali ,Nes..kalo dipaksakan, nanti salah satu keluarga akan terkena dampaknya, bahkan bisa sampai mengakibatkan kematian" jelas ibunya lagi..
__ADS_1
" maksud ibu?" tanya Agnes tak mengerti