Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
perjodohan bulik


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Agnes segera membersihkan diri dan menuaikan kewajibannya.


Setelah makan siang, dia disibukkan kembali dengan urusan dapur..


Ibunya telah membelikan usus ayam mentah tadi pagi, memintanya untuk membuat kripik usus buat bekalnya di asrama..


Lumayan, buat lauk beberapa hari..itupun kalo gak berbagi dengan teman sekamarnya..


Ibu Agnes sudah jarang jualan di pasar..memanfaatkan lokasi rumah yang pinggir jalan, ibunya membuka toko jual beli hasil bumi berupa cengkeh , kopi dan sebagainya kemudian disetorkan kepada pedagang yang lebih besar.


Beruntunglah, dari hasil berdagangnya itu bisa memberikan uang saku buat Agnes..sementara untuk biaya semesteran, diambilkan dari hasil panen.


Bersyukur tinggal Agnes yang sekolah, sehingga orang tuanya tidak terlalu terbebani..sementara kakak keduanya sudah pergi merantau ke pulau seberang..hanya kakak tertuanya yang tertinggal di rumah, membanyu usaha orang tuanya.


" Nes,..sudah selesai masaknya?" tanya ibu yang masih memakai celemeknya


" tinggal yang digoreng ini saja bu" jawab Agnes sambil membalik gorengan kripik yang mulai menguning..


" jangan lupa, ni telur asinnya nanti juga dibawa.biar bisa buat lauk.." Ibu menyerahkan beberapa telur asin yanh sudah disiapkan di sebuah baskom.


" iya, bu..nanti kalo sudah dingin, Agnes kemasi..masih ada waktu kok..nanti Agnes berangkat jam 4 sore saja."


" oh ya sudah..jangan lupa nanti pamit sama eyang dan bulikmu..sebentar lagi bulikmu mau menikah, dan kalian akan terpisah karena bulikmu pasti akan dibawa suaminya ke luar pulau.."

__ADS_1


" bulik mau menikah bu? dengan siapa?" tanya Agnes kaget..baru sebulan rasanya dia masuk asrama, tapi dia ketinggalan banyak berita.


" bulikmu dijodohkan sama temannya om mu yang di luar jawa itu..dan bulikmu setuju..bulan depan mereka kesini, sekalian menikah..seminggunya trus bulikmu diboyong keluar jawa"


"yah..Agnes gak punya teman lagi dong bu? kenapa jodohnya bulik jauh sekali?" kata Agnes tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya..


" mungkin sudah jodohnya..umur bulikmu juga sudah lebih dari 30 tahun..calonnya 28, sudah sama sama dewasa..katanya sih calonnya itu ustadz disana.."


" kalo gitu, Agnes langsung ke tempat Eyang sekarang saja bu, biar bisa ngobrol lebih banyak dengan bulik"


" iya, bergegaslah..nanti biar ibu yang mberesi kerjaanmu"


^^^^^^


" bulik?.. beneran nih bulik mau nikah ?"


" iya, Nes..mumpung ada jodoh laki laki baik, lagian bulik juga sudah gak muda lagi"


" tapi jauh bulik..nanti kalo Agnes kangen gimana?"


" ya kalo kangen bisa kirim surat, atau nanti kamu main keluar jawa" sahut bulik masih memasang kancing kebaya.


" ini semua sragam keluarga bulik?"

__ADS_1


" iya,,buat resepsi nanti..kamu sama mb susi, anaknya pakdhe nanti jadi pendamping bulik ya..mumpung keluarga eyang bisa kumpul semua..lagian pas hari Minggu, pas kamu libur juga"


" ohya..minggu depan sampai sebelum bulik menikah, kamu nginap disini dulu ya..kita nikmati masa masa jomblo kita"


kata bulik lagi


" tentu bulik."


" gimana kuliahmu, Nes? krasan di asrama?"


" ya begitulah bulik..ada enaknya ada enggaknya.."


" bersyukur sudah bisa kuliah..dinikmati masa kuliahmu dengan baik cepat lulus, cepat bekerja biar bisa membalas jasa orang tua"


Agnes hanya mengangguk mendengarkan nasihat buliknya.


"Agnes balik dulu bulik.. sudah mau asar,, Agnes belum persiapan buat kembali ke asrama"


" iya,hati hati,Nes.."


" assalamualaikum"


" waalaikumsalam"

__ADS_1


^^^^^^^^


__ADS_2