Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
mendapat pekerjaan


__ADS_3

" permisi!" Agnes membunyikan bel di pintu pagar rumah besar, bercat putih dan bertingkat yang ia datangi siang itu.


Terlihat dari dalam rumah, seorang gadis remaja seumuran dengannya keluar rumah.


" ada apa, mbak?"


" maaf mb. tadi kami dari tempat encik yang dekat terminal, katanya sodaranya yang disini sedang membutuhkan karyawan untuk menjahit. " jawab Agnes sopan


Gadis itu memandang Agnes dan temannya dengan tatapan tak bersahabat..Tapi kemudian berkata " tunggu disini, aku tanya majikanku dulu" sambil kembali masuk ke rumah


Tak berapa lama kemudian, gadis itu yang kemudian diketahui sebagai salah satu ART di rumah itu, mempersilahkan Agnes dan kedua temannya masuk untuk bertemu dengan nyonya rumah.


" kalian sudah datang?" tanya nyonya ramah sambil memperhatikan penampilan Agnes yang berhijab..meski terlihat aneh, tapi nyonya itu nampaknya tidak keberatan dengan penampilan Agnes yang berbeda.


" baiklah..siapa di antara kalian yang bisa jahit? disini saya punya usaha konveksi, dan punya 2 penjahit..tapi 1 penjahit baru resign, jadi kami butuh minimal 1 tenaga khusus menjahit" tanya nyonya

__ADS_1


" saya nyonya" Agnes segera memperkenalkan diri


" kamu pernah ikut kursus menjahit sebelumnya?" tanya nyonya lagi


" tidak nyonya..saya hanya pernah membantu bulik saya yang penjahit" jawab Agnes


" oh, begitu..kalo yang ini, bisa jahit juga?" tanya nyonya kepada teman Agnes


" saya tidak bisa nyonya. saya hanya bisa bersih bersih rumah" jawab teman Agnes sambil menunduk sopan


" iya nyonya..mari mbak, ikut saya" ART tua itu mengajak Agnes dan kawannya dan menunjukkan kamar mereka..


Terlihat beberapa tempat tidur tingkat berdesakan di kamar itu..,Hanya ada satu lemari disana dan nampaknya sudah penuh terisi barang barang ART yang lain.


" ini tempat tidur kalian..letakkan saja tas nya disini dulu..nanti kalo sudah longgar, kita tata ulang kamar ini..ini kamar khusus ART disini..disini ada 4 ART, yang menginap disini hanya 3..sedangkan 1 ART yang penjahit, gak nginap karena sudah menikah..sekarang kita ke ruangan yang tadi. Akan aku perkenalkan kalian dengan yang lain" ART tua itu keluar kamar diikuti Agnes dan temannya.

__ADS_1


Sampainya di dapur yang luas dan hanya disekat oleh meja besar di tengahnya, nampak deretan mesin jahit, mesin obras dan peralatan konveksi lainnya memenuhi ruangan itu..terlihat 3 pekerja yang dibicarakan oleh ART tua itu sedang sibuk dengan pekerjaannya..


Sejenak mereka menghentikan aktivitasnya dan memperhatikan kehadiran Agnes dan temannya.


Setelah acara perkenalan singkat itu, ART tua itu juga memberitahu pekerjaan Agnes dan temannya serta peraturan di rumah besar itu..


Tak lagi menyingkat waktu, Agnes langsung diberi beberapa potong kain yang siap dijahit..


meski terlihat bingung, Agnes mencoba menerima potongan kain itu.


Salah satu ART termuda yang sedari awal memang tak begitu menyukai kehadiran Agnes, melihat Agnes dengan pandangan meremehkan..seakan akan tahu jika Agnes bahkan tidak pernah sekalipun menjalankan mesin jahit..


Yah, meski Agnes di tempat buliknya hanya membantu membereskan pakaian yang sudah selesai dijahit dan tinggal memasang kancing atau merapikan jaitan jaitan yang sudah jadi..tapi setidaknya Agnes tau cara mengoperasikan mesin jahit itu.


Bahkan tanpa sungkan, Agnes menanyakan kepada penjahit satu satunya di tempat itu agar mau mengajarinya, dengan dalih ia lupa karena sudah lama dia tidak menjahit..

__ADS_1


Untungnya , penjahit itupun mau mengajari Agnes dengan ramah.


__ADS_2