Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
Bertemu mantan


__ADS_3

"Hoekkkk...."


Akhirnya Agnes mengeluarkan semua makanan yang sempat ia makan setelah mereka berhasil turun dari bis AKDP itu.


Ia membungkukkan badannya mengeluarkan semua isi perutnya tanpa sisa di pinggir jalan itu hingga lemas.


Hadi dengan setia berdiri di belakangnya, bersiap membawa sebotol air mineral dan beberapa tisue basah , dengan raut khawatir.


Setelah puas, Agnes segera membersihkan sisa muntahan dengan tisue dan meneguk air mineral yang disediakan Hadi untuk membersihkan tenggorokannya yang terasa panas.


" sudah lega?" tanya Hadi lembut..


Agnes mengangguk lemah. Tenaganya benar benar terkuras.


" yuk kita istirahat di kursi itu, disini panas" tunjuk Hadi pada sebuah kursi di halte tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Agnes mengangguk dan mengikuti langkah Hadi.Mendudukkan tubuhnya dan bersandar, memejamkan matanya sejenak untuk memulihkan tenaga.


" masih jauh, Di?" tanyanya dengan mata masih terpejam.


" naik angkot sekali lagi ya" jawabnya memperhatikan wajah Agnes yang memucat.." tapi kita istirahat disini dulu sampai kamu sehat" lanjutnya.

__ADS_1


" gak papa ,Di..aku kuat kok kalo cuma sebentar..lagian udah muntah, gak akan muntah lagi..udah habis yang mau dimuntahin" jawabnya membuka matanya dan melihat ke arah Hadi yang memperhatikannya.


" baiklah, ayo kita naik angkot itu" akhirnya Hadi mengalah, mungkin cepat sampai lebih baik agar Agnes dapat segera istirahat.


Dan akhirnya mereka sampai di kompleks menuju asrama tempat Saleko tinggal.


" Tunggu dulu,Nes..sebentar lagi Saleko datang"


Tak berapa lama kemudian, nampak Saleko dengan motor maticnya datang menghampiri mereka..raut wajahnya terlihat kaget melihat sosok Agnes bersama Hadi,terlihat jelas, begitu banyak pertanyaan di kepalanya, bagaimana bisa Agnes bersama Hadi,? mungkinkah mereka??


Sementara Agnes yang masih pucat hanya berusaha tersenyum ramah meski hatinya justru berdenyut.


" Nes..kamu duluan saja..aku tunggu disini" ujar Hadi memecah kecanggungan di antara mereka.


Gugup..tentu saja..


Ini adalah kedua kalinya mereka berboncengan..


" Dik..akhirnya kamu nyampe sini juga" sapa Saleko di sela sela perjalanan mereka.Terlihat sekali Saleko sengaja memelankan laju motornya.


" eh, iya Mas..kebetulan pas libur 2 hari " jawab Agnes gugup

__ADS_1


Hening...hingga mereka sampai di asrama Saleko yang nampak sepi.


" Dik, tungguin sini dulu.aku jemput Hadi sebentar" ujarnya meninggalkan Agnes di teras rumahnya.


Agnes mengangguk dan kemudian duduk di kursi teras itu.


Hingga 5 menit kemudian, Saleko dan Hadi sampai.


" yuk masuk" ajaknya membuka pintu rumah


" Agnes segera masuk diikuti Hadi.Nampak ruang tamu sederhana dengan kursi sofa dan beberapa hiasan ..tak lupa beberapa foto terpajang di dinding..foto Saleko yang memakai seragam berdampingan dengan istrinya yang juga memakai seragam persit.


Lagi lagi hati Agnes terasa teriris melihatnya.Meski dia sudah berusaha melupakan Saleko, tapi kenapa masih terasa sakit dan sedikit tidak rela..


" maaf Dik, rumahnya kecil..maklum, tinggal di asrama..kalo mau ke kamar mandi di belakang ya" ujar Saleko menyalakan kipas angin dan TV


" iya Mas..ijin ke belakang dulu" pamit Agnes mencari keberadaan kamar mandi di belakang.


Dan memang benar ,asrama tentara memang minimalis.tergantung penghuninya yang merubahnya menjadi layak huni.


Agnes sejenak mengambil air untuk mencuci muka dan membuang air kecil yang ia tahan sejak di bis.

__ADS_1


Setelah puas, dia keluar kamar mandi itu menuju ruang tamu..pandangannya tak sengaja menangkap pintu kamar yang sedikit terbuka.Bisa terlihat didalamnya tempat tidur tuan rumah serta foto pengantin mereka terpajang di dinding kamar itu..


Lagi lagi Agnes meringis, merasakan hatinya yang kembali terluka..salahkah dia datang kesini?


__ADS_2