Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
Pernikahan Ririn


__ADS_3

Bagaimana dengan Yunan??


Pertanyaan itu menjadi trending topik setelah undangan pernikahan Ririn beredar.Sementara yang bersangkutan justru menghindar dan baru muncul ketika mereka angkat berangkat sore ini.


"Yun?" sapa Agnes begitu melihat Yunan muncul dan naik bis ,memakai batik warna biru tua, celana kain warna senada, dia terkesan begitu dewasa.


Yunan yang disapa itupun hanya tersenyum dan mengambil tempat duduk di kursi paling belakang, mungkin menghindari pertanyaan teman temannya yang suka kepo.


Sementara para penumpang lainnya juga mulai naik dan memenuhi kursi bis itu hingga terpaksa menambah beberapa kursi dari asrama putra.


Menempuh perjalanan hampir malam menuju kediaman Ririn di wilayah pinggiran kabupaten Sukoharjo.


Mereka pun mulai bergosip tentang pernikahan Ririn yang dipercepat dan berita kehamilan Ririn sebelum ujian akhir yang sempat beredar juga menjadi pembicaraan di bis malam itu..


Agnes yang memang tidak begitu dekat dengan Ririn apalagi memang akhir akhir ini mereka terfokuskan pada ujian akhir sehingga tak mendengar kabar apapun selain tentang ujian.


Ternyata sebelum ketika naik semester terakhir, calon Ririn ingin ijab dulu dan resepsinya menunggu dia wisuda dengan alasan takut Ririn kecantol pria lain..ya, mungkin calon suami Ririn mendengar dan mengetahui kedekatan Ririn dengan Yunan yang saling menyukai sehingga nekat mengambil keputusan posesif itu sebagai tanda kepemilikan penuh terhadap Ririn..pantas saja Yunan begitu terpukul waktu itu..


Hingga akhirnya mereka tiba ditempat resepsi yang sudah penuh denga para tamu..menempati kursi yang tersisa dan berdesak desakan karena ternyata acara telah dimulai..

__ADS_1


Dengan sabar para gadis menunggu acara berlangsung dan menikmati hidangan sambil melihat pengantin dari balik layar televisi yang ditempatkan di tiap sudut rumah.


Sementara para cowok tertahan di jalan masuk karena tak kebagian kursi mengingat tamu yang datang sudah luber ke jalan.


Hingga kemudian beberapa tamu nampak berpamitan pulang saat sesi foto foto digelar, baru para aspa itu mendapatkan tempat duduknya.


" kita masuk gak ke dalam?" tanya Pheby, yang malam itu memakai setelan gamis warna hijau motif bunga


" gimana mau masuk? tamunya segitu banyak dan yang antri foto juga berjubel" ujar Agnes yang memang melihat jubelan tamu di dalam rumah.maklum, keluarga Ririn termasuk terpandang di desanya dan kolega bisnis ayahnya juga banyak, belum lagi kenalan kakak kakaknya. jadi wajar kalo tamu mereka banyak malam itu.apalagi Ririn anak bungsu, dan ini mantu terakhir keluarganya.


" itu , teman sekamarnya sudah selesai foto" tunjuk Pheby mengarahkan pandangannya ke rombongan Fika, Nana dan Ulfah yang menjadi teman sekamar Ririn di asrama.


Pikirannya sudah menerawang sejak di bis membayangkan pertemuan dramatis tiga orang yang terlibat cinta segitiga itu.


Bayangan Agnes segera memudar ketika dilihatnya Yunan dengan senyum khasnya ditemani Tamam,syeh puji dan beberapa aspa lainnya sudah keluar dari ruang utama, pertanda mereka telah berswafoto dengan pengantin..


" yah..gagal deh.." gerutu Agnes.


Sementara Yunan yang melihat Agnes duduk bersama Pheny segera menghampiri dan ikut menempati kursi di belakng Agnes yang baru saja ditinggalkan.

__ADS_1


" Yun? udah foto?" tanya Agnes tak sabar


" iya.." jawabnya terkesan malas


" cantik gak Ririnnya?"


" cantik lah , didandani kok" jawabnya


" trus suaminya?"


" ihh..kepo! kenapa gak masuk dan liat sendiri?" sahutnya


" ihhh...antriannya segitu, gimana mau masuk?" Agnes cemberut


" yang jelas masih gantengan aku" jawab Yunan bangga yang disambut tepukan kipas di lengannya.


" pede!" cetus Agnes yang disambut tawa oleh Yunan dan Pheby


*****

__ADS_1


__ADS_2