
Tak terasa sudah hampir 5 bulan Agnes menjalani peran barunya sebagai mahasiswa akper sekaligus penghuni asrama..
Sudah banyak perasat keperawatan yang dia pelajari dan praktekkan..meski baru sebatas mengukur suhu dan tensi ,menghitung nadi dan pernafasan serta beberapa suntikan..
Dan bulan ini awal ramadhan Agnes di asrama..
beruntung saat jam buka dan sahur ,ada Mak Dal, penjual nasi bungkus langganan aspa dan aspi..selain murah meriah, juga karena mereka gak perlu keluar asrama..meski dengan menu sederhana, jauh dari 4 sehat 5 sempurna..yang penting kenyang..
@slogan anak asrama banget ya...
wkwkwk
Kegiatan kajian di masjid sementara diliburkan karena adanya tarawih.
^^&^^
Sabtu ini Agnes seperti biasa pulang ke rumah orang tuanya..
Menghabiskan ramadhan dengan keluarga tentu terasa berbeda..
Sudah menjadi kebiasaan Agnes jika di rumah menyiapkan menu buka dan sahur..
Seperti hari ini pun, Agnes telah membuat kolak pisang dan tahu acar untuk buka.
" Allahu Akbar Allahu akbar..." terdengar suara azan dari toa masjid..suaranya merdu, Agnes baru kali ini mendengarnya..siapa tetangganya yang punya suara semerdu itu?
Tanpa menunggu lama, segera diseruputnya teh manis yang telah dia siapkan sebelumnya.
Begitupun kedua orang tuanya serta kakaknya.
" Assalamualaikum"..terdengar suara di pintu depan..
Kakak Agnes yang di depan TV sedang menikmati kolaknya segera beranjak dan membuka pintu.
__ADS_1
" waalaikumsalam..eh, kamu..ada perlu apa?" tanyanya terkaget melihat tamu di depan pintu itu
" Agnes ada?"
" oh, ada..masuk dulu..tunggu sebentar"
kakak pun berlalu memanggil Agnes yang sedang menyantap kolaknya.
" Nes..ada yang nyari?"
" siapa?"
" liat sendiri!"
Agnes pun menghentikan makannya dan berjalan menuju ruang tamu.
" Sutar?" gumannya kaget dengan sosok yang duduk disofa itu.
" cuma main..tadi lewat kok kayak liat kamu, makanya mampir."
" oh...sudah berbuka?" tanya Agnes mengingat dia belum menghabiskan kolaknya
" belum" jawab Sutar seraya menggelengkan kepalanya dengan malu malu.
" tungguin disini..aku ambilkan kolak buat buka..aku sendiri yang masak tadi" Agnes segera beranjak menuju dapur
" Enggak usah ,Nes.!".seru Sutar yang tak dihiraukan Agnes
" nih dimakan dulu" tak berapa lama Agnes muncul dengan semangkok kolak dan langsung menyodorkannya ke Sutar.
" makasih, Nes.." sutar langsung melahap kolak itu.
" enak ,Nes..kamu pintar masak juga..pintar,manis,pandai masak dan rajin..calon istri idaman"
__ADS_1
" ya iyalah, siapa dulu yang bikin" sahut Agnes yang terkikik geli dengan gombalan cap kadal Sutar.
" kamu makan dulu kolaknya..habisin tapi mangkok sama sendoknya jangan dihabisin..aku mau salat dulu..kamu salat sekarang apa nanti? "tanya Agnes
"nanti saja"
" aku tinggal dulu ya" ujar Agnes sambil berlalu menuaikan waktu magribnya yang hampir usai.
Tampak bapaknya dan Sutar sedang mengobrol ketika Agnes kembali.
Mengambil tempat duduk sebelah bapaknya dan mendengar obrolan 2 lelaki beda usia itu.
" kalian lanjutkan ngobrolnya, bapak mau ke masjid" pamit bapak bersiap siap ke masjid bersama ibu dan kakak Agnes
" iya, paman" jawab Sutar
" tumben ,Tar mau main..apa kabarnya sekarang?"
" baik, Nes..sudah lama pengen main, tapi kayaknya kamu yang jarang di rumah"
" iya, kan aku di asrama.pulangnya seminggu sekali..minggu sore dah balik lagi..kamu sendiri, gimana kuliahmu?"
" lancar sih..aku juga kos..kejauhan kalo lajo, belum lagi macetnya."
Hening...
Sutar melirik Agnes yang nampak terdiam.
" ehhhm..Nes? " tanyanya ragu
" ya?" jawab Agnes menoleh ke Sutar yang tengah memperhatikannya
tbc..
__ADS_1