
" mbak , sudah lama kerja disini?" tanya Agnes sambil membenarkan pola baju yang akan dijahitnya
" belum mbak, baru beberapa bulan..saya disini khusus menjahit..bayarannya sesuai dengan jaitan yang saya selesaikan hari itu..satu baju dihargai 2000 rupiah..jadi kalo kita pengen dapat uang banyak, hatus lebih banyak baju yang dihasilkan." jawabnya tak lepas dari mesin jahit yang terus bergetar
" 2000 mbak? sedikit ya.. mbaknya nginap disini?"
" standar konveksi memang segitu mbak..saya pulang tiap hari mbak, soalnya saya sudah menikah..3 orang itu yang nginap disini..mereka semua ART disini..yang paling tua, adalah ART khusus memasak , trs yang separuh baya itu nyuci dan nyetlika..sedangkan yang paling muda itu, bersih bersih rumah utama" terang penjahit itu sambil menunjuk ketiga ART yang lain
" Semua ART disini, setelah menyelesaikan tugas utamanya, mereka akan membantu kita membereskan jaitan termasuk pasang kancing dan mengepak jaitan yang sudah jadi..jadi tugas kita hanya menjahit baju sebanyak mungkin..soal makan, kita dapat jatah makan 3 x sehari..kita bisa makan di ruang kecil dekat dapur itu..tapi ingat, jangan sekali kali kita lancang atau berani memasuki dapur utama dan rumah utama tanpa ijin..nyonya dan tuan tidak menyukainya.." terangnya lagi
__ADS_1
Agnes terdiam mencerna setiap kalimat itu dan mendesah pelan.."sepertinya, perjuangan baru akan dimulai. jika hanya 2000 saja per baju, kapan dia bisa mengumpulkan uang? bahkan dia sama sekali belum pernah menjahit" Agnes hanya bisa memijit kepalanya yang mendadak pening..belum lagi rasa lapar mulai menyerangnya..mengingat dari pagi dia belum makan apa apa kecuali minum air putih..
Untungnya tak berapa lama kemudian jam istirahat makan siang selama 1/2 jam datang..
Agnes bergegas minta ijin untuk melaksanakan salat duhur sebelum kemudian bergabung dengan teman temannya di meja makan..
Setelah jam istirahat berlalu, Agnes melanjtkan kembali pekerjaannya sampai tak terasa waktu sudah menjelang sore.
Penjahit itu pamit pulang, sementara pekerja yang lain bergantian membersihkan diri termasuk Agnes..
__ADS_1
Selepas makan malam, para pekerja pun berkumpul di kamar sempit mereka untuk beristirahat..Agnes yang juga merasakan kelelahan, ikut berbaring di ranjang itu selepas melepas mukenanya yang ia pakai untuk salat isya.
ART tertua diantara mereka segera menghampiri Agnes
" mbak, kalo capek langsung istirahat saja..kerudungnya dilepas saja kita sudah dikamar juga kok..biar nyaman..di ruangan tadi pun dilepas juga gak papa.. tuan besar dan tuan muda jarang masuk ke ruangan tadi..gak usah kuatir.. besok kerjanya dimulai pagi pagi..biasanya jam 6 sudah mulai bersih bersih. kalo yang menjahit biasanya jam 8 pagi sampe 4 sore" jelas ART itu sebelum akhirnya beranjak ke pembaringannya dan ikut merebahkan diri
" iya , bu..Agnes menjawab dan ikut merebahkan diri di tempat tidurnya..dan tak berapa lamapun semua terlelap dalam mimpi.
Hanya terlihat satu ART yang nampak sibuk dengan headset serta radio di pangkuannya..menandakan dia sedang asyik.. mendengarkan sambil kepalanya bergoyang goyang..dialah ART muda itu, yang mungkin memang menjadikan mendengarkan lagu lagu cinta sebagai satu satunya hiburannya di kamar sempit tanpa TV itu untuk melepas penat dan kebosanannya bekerja di rumah itu seharian..
__ADS_1