
Akhirnya puncak acara ospek pun akan digelar nanti malam. Setelah melewati hari hari yang melelahkan dan penuh hukuman, para camaru mulai bernafas lega.setidaknya setelah malam ini, penyiksaan selesai dan besok mereka bisa pulang bertemu keluarga yang sudah seminggu ini ditinggalkan.
Judulnya ' malam keakraban' antara panitia dan peserta.
Sesuai dengan jadwal, selesai isya para camaru dikumpulkan di lapangan tenis berkelompok dengan 2 senior pembimbing.
Suasana sepi dan dominasi gelap, mengingat hari itu adalah hari sabtu sehingga para penghuni asrama sudah pada pulang kampung , menyisakan para camaru panitia ospek.
Nampak ditengah lapangan itu hanya diterangi oleh cahaya beberapa lilin..pun dengan lingkungan asrama dan kampus yang juga gelap tanpa penerangan listrik..seperti sengaja menambah kesan angker di asrama itu..
' hiii..'.tak terasa Agnes dan teman temannya bergidik ngeri melihat pemandangan sekitarnya yang gelap. ditambah cerita horor dari beberapa senior mereka tentang asal usul asrama yang dulunya adalah pemakaman umum..belum lagi cerita horor dari laborat praktik di pojok kampus yang katanya sering terdengar suara tangisan bayi..konon bayi itu adalah salah satu bayi yang jasadnya diawetkan di ruang laborat tersebut.
" baiklah adik adik..malam ini adalah malam terakhir ospek kita..disini nanti akan ada malam perenungan.merenungi perjalanan kita, sudahkah kita di usia yang sekarang tlah melakukan hal yang berguna untuk orang tua ataukah sebaliknya? renungkanlah oleh adik adik semua, atas dosa dan kesalahan kita, apakah sudah siap jika sewaktu waktu Tuhan memanggil kita..malam ini, sengaja hanya diterangi oleh cahaya lilin..itulah nasib kita nanti ketika sudah meninggal..hanya cahaya lilin simbol dari amal kita..silahkn pejamkan mata kalian..tautkan tangan kalian dengan teman di samping kalian..rasakan dan renungkan kesalahan kalian"
Dan musik pun mengalun dengan nada menyayat hati yang menambah kesedihan malam itu..
" hik hiks hiks."
__ADS_1
terdengar beberapa isak tangis dari para camaru perempuan..bahkan Agnes pun tak kuasa menahan airmatanya..
semua meneteskan air mata malam itu sampai alunan musik itupun berhenti..
" baiklah..setelah ini..kalian tutup mata dengan slayer yang sudah kalian siapkan..kalian tunggu sampai senior pembimbing kalian datang dan membantu kalian keluar menyusuri kampus menuju asrama kalian..ingat, kalian hanya harus menurut dengan pembimbing kalian..panitia tidak bertanggung jawab jika kalian hilang atau tersesat karena tidak mendengarkan kami"
Dan mulailah para camaru dibimbing satu satu oleh pebimbingnya melewati rerumputan,batuan. merunduk, melompat bahkan merayap sesuai perintah agar mereka selamat.
Hingga mereka dikumpulkan disuatu tempat dan dibuka penutup matanya..Nampak beberapa camaru duduk di lantai ditemani 1 senior..
Hingga terdengar suara jeritan dan suara orang yang berlari ketakutan keluar dari sebuah ruangan.
" minum dulu"
" hiks hiks..kaget kak, takut..tadi ada hantunya di dalam" tangisan camaru itupun pecah disertai wajahnya yang pucat..
senior itu pun segera membawanya ke asrama untuk ditenangkan.
__ADS_1
Sementara camaru yang tertinggal tak kalah takut setelah mendengar cerit camaru yang telah keluar itu..
Tapi inilah misi terakhir..mengambil kertas kelulusan mereka di salah satu kamar di ruangan tersebut.mau tidak mau semua camaru harus menghadapinya berhasil atau tidak.
' bismillah' giliran Agnes masuk dengan hati berdebar karena takut..tak henti hentinya mulut dan hatinya merapalkan dzikir berharap tidak bertemu dengan " hantu rambut panjang" yang jadi momok teman temannya.
Dimasukinya sebuah kamar dengan cahaya lilin.nampak sesosok tubuh penuh darah terbaring di tempat tidur..tanpa berani menatap sosok itu, Agnes memilih mengambil kertas berisi namanya di meja ruangan itu dan segera berlari keluar kamar..
" hhaaaaa!"" teriaknya menggema disusul wajahnya pucat pasi begitu di depan pintu nampak sosok bergaun putih ,berambut panjang dengan baju penuh lumuran darah mendekat ke arahnya..tanpa berani menoleh, Agnes segera berlari kencang dan menabrak pintu keluar.
" huhuhhuh.untung bisa lari..' masih dengan nafas terengah engah Agnes mencoba menetralkan deru nafasnya..
Disambutnya uluran air mineral dan ditenggaknya sampai tandas.
" kalo sudah tenang, ayo kakak antar bergabung dengan yang lain di lapangan tenis"
Agnes pun beranjak mengikuti seniornya itu,meski nafasnya masih memburu bahkan kakinya masih gemetar..tapi lebih baik istirahat di tempat yang banyak temannya daripada disini horor.
__ADS_1
^^^^^^^^^